
"Aku tidak mau di jodohkan Pa, Aku sudah memiliki kekasih." Tolak seorang pria dengan lantang.
"Kalau kamu merasa begitu, Kamu tinggal pilih saja, Menikah dengan sara dan perusahaan itu tetap untuk kamu, atau tidak menikah dan Kamu juga tidak perlu lagi mengurus perusahaan,sedikit pun warisan tidak akan Papa berikan pada kamu." Balas Seseorang yang adalah Pak Adam. dengan santai namun tegas ia membalas putra nya.
Laki laki menatap Kesal dan kecewa pada sang ayah yang sangat memaksa diri nya untuk menikahi laki laki yang tidak ia kenal sebelum nya. ia lalu berjalan pergi dari hadapan Pria paru baya itu tanpa mengatakan apa pun lagi.
"Julian, Mau kemana kamu, Papa bilang berhenti." panggil Pak Adam, tapi di hiraukan oleh sang putra.
Pak Adam menghela nafas melihat putra nya pergi melangkah keluar dari rumah.
Julian Santoso
adalah putra Pak Adam yang memiliki perusahaan di berbagai kota, Julian adalah putra tunggal berusia 27 tahun yang baru saja menyelesaikan kuliah S1 nya di Amerika.
Kepulangan nya ke sini karena Sang Ayah ingin ia segera mewarisi perusahaan yang sudah lama Ayah nya geluti, Namun tanpa di sangka kepulangan nya juga karena Sang ayah ingin menjodohkan ia dengan seorang wanita, ya itu putri dari sahabat nya. hal itu di tentang oleh Julian karena memang ia sudah memiliki kekasih, tapi sang ayah tidak pernah merestui sama sekali.
•••
Sara Putri
adalah seorang wanita yang berusia 22 tahun yang masih berkuliah di sebuah kampus di sebuah kota tempat ia tinggal.
__ADS_1
Sama hal dengan Julian, ia adalah putri tunggal dari Pak Toni dan Bu Yessi.
Malam itu, ia baru saja pulang kuliah malam, dan segera membantu sang ibu di dapur, menyiapkan makan malam untuk keluarga nya.
"Sara."
"Iya Pa."
"Sini dulu duduk.
Sara berjalan menghampiri sang ayah dan duduk berhadapan dengan ayah nya.
"Ada apa Pa?."
"Kamu tahu Om Adam kan?." tanya Pak Adam.
"Papa mau jodohin aku sama Om Adam?." Tanya Sara terkejut ketika pikiran itu muncul di pikiran nya.
"Hus, sembarangan saja, Papa belum selesai bicara sudah di potong. lagian, Meski Om Adam Duda, dia juga tidak suka sama yang terlalu muda, Papa itu ingin menjodohkan kamu dengan putra Om Adam, Julian nama nya."Ucap Pak Toni tersenyum melihat putri nya.
Sara terdiam saat mendengar ucapan ayah nya selanjutnya.
__ADS_1
"Sara Ga mau Pa."Jawab Sara.
"Kenapa, apa alasan nya?." Tanya Pak Toni.
"Sara mau kuliah dulu."Ucap Sara.
"Om Adam mengizinkan kok kamu sambil kuliah, tidak ada yang melarang kamu."Ucap Pak Toni.
"Sara gak mau pokok nya Pa, Sara masih belum mau menikah, Sara Masih belum siap." sara pun melakukan penolakan seperti yang di lakukan Julian pada Pak Adam.
Saat Sara akan pergi, Pak Toni memanggilnya kembali. namun Data mengharuskan ayah nya. setelah itu terdengar suara sangat kerasa yang membuat Sara harus menoleh.
Bluk.
"Papa." Teriak Bu Yessi khawatir menghampiri Pak Toni yang sudah tidak sadar di lantai.
Sara kembali menghampiri ayah nya. "Pa, Papa bangun pa, Pa."
"Telefon dokter James." Ucap Bu Yessi.
Sara mengiyakan, segera beranjak untuk menghubungi dokter James yang adalah sahabat ayah nya dengan telefon rumah.
__ADS_1
setelah itu, sara dan ibunya membawa Pak Toni untuk berbaring di dalam kamar.
Raut wajah khawatir Sara dan Bu Yessi terlihat menunggu dokter James yang sedang memeriksa keadaan Pak Toni. tanpa sadar Air mata Sara mengalir dari Ujung mata nya melihat keadaan sang ayah.