Apa Itu Menikah

Apa Itu Menikah
14 - Perjanjian


__ADS_3

Setelah pertemuan keluarga dan Pak Adam serta Julian akan pulang, Sara berdiri masih melihat laki laki itu masuk ke dalam mobil nya.


"Perjanjian?." Batin Sara.


Setelah mobil itu berlalu meninggalkan halaman rumah, Bu Yessi dan Pak Toni mengajak Putri nya untuk masuk.


"Bagaimana sayang, Julian orang nya baik kan?, Apa lagi Om Adam."Ucap Bu Yessi pada sang putri yang sejak tadi banyak diam.


Sara tersenyum membalas ucapan ibu nya dengan anggukan kecil.


"Ma, Pa, Sara ke kamar dulu ya, mau istirahat."Ucap sara.


"Iya sayang, pergi lah."Ucao Pak Toni.


Pak Toni dan Bu Yessi berdiri melihat putri nya berlalu pergi untuk masuk ke dalam kamar. mencoba untuk menerka apa kah putri nya bahagia setelah pertemuan pertama mereka malam ini.


"Menurut Papa, Apa sara senang?."Tanya Bu Yessi pada Suami nya.


"Dia tidak terlihat sedih, setelah mengobrol dengan Julian tadi, Papa melihat dia mulai tersenyum." Jawab Pak Toni.


"Semoga saja Ya Pa dia sudah bisa menerima Julian. Mama hanya sedih kalau pernikahan ini membuat dia kepikiran."Ucap Bu Yessi dengan wajah yang khawatir.

__ADS_1


"Bukan Sara yang kepikiran tapi seperti nya Mama yang kepikiran, Jangan banyak di pikirkan. ayo istirahat."Pak Toni mengakhiri Obrolan dengan mengajak Sang istri untuk mengistirahatkan diri malam ini.


•••


Sementara Di kamar, Sara duduk di depan jendela kamar nya, melihat ke arah langit cerah yang di penuhi banyak bintang malam ini.


Mengingat pernjanjian yang di katakan Julian tadi barusan pada nya.


"Jujur saja akuu di paksa untuk menerima pernikahan ini, pernikahan yang sama sekali tidak aku ingin kan, aku yakin kamu juga merasakan hal yang sama kan?, ayo kita buat perjanjian."Ucap Julian.


"Perjanjian seperti apa?."


"Setelah kita menikah, kita hanya hidup satu atap, tapi tidak untuk saling mengusik, kau urus dunia mu begitu juga dengan aku sendiri. kita jalani ini diam diam. setelah 6 bulan pernikahan kita, kita akan bercerai, bagaimana?." Tutur Julian.


Saat itu Sara sangat terkejut dengan apa yang di tawarkan Julian pada nya, ini sangat mendadak, dan Sara bingung harus membalas apa, Namun saat ia mengingat kalau ia sendiri memang tidak menginginkan pernikahan ini begitu pula dengan Julian, membuat Sara pun mengiyakan tawaran yang di berikan oleh Julian untuk nya.


•••


Keesokan hari nya.


Sara ke Kampus seperti biasa, ia baru saja memarkirkan motor nya, Ia lansung di hampiri Bagas.

__ADS_1


"Gimana motor nya sara?." Tanya Bagas yang membuat Sara lekas menoleh.


"Udah bagus kok, makasih ya Bagas."Balas Sara tersenyum.


Bagas tersenyum mengangguk melihat Sara yang tampak sangat manis saat tersenyum.


Melihat Bagas melihat nya seperti itu, Sara mengerutkan kening nya. "ada apa?." Tanya Sara sembari mengelus kepala nya sendiri, berfikir mungkin ada yang salah.


Bagas pun jadi salah tingkah dan menggaruk kepala nya. "Gak apa apa, masuk yuk!." ,,Ajak Bagas.


Sara tersenyum tipis dan menganggukan kepala nya. ia pun berjalan masuk ke dalam kampus bersama Bagas. saat sampai di depan kedua sahabat nya, Bagas pun pamit untuk masuk lebih dulu.


"Makin lengket aja Sar."Ucap Fika.


"Iya, dia kayak nya suka ya sama Kau Sar?."Timpal Dewi.


"Gak lah, gila ya."Balas Sara.


"Kalau iya juga gak apa apa kali Sar, kan kamu jomblo."Goda Fika. Dewi tersenyum.


Di goda seperti itu, Sara Tersenyum dan mengelengkan kepala nya.

__ADS_1


"Ngomong apa sih kalian, masuk kelas yuk."Ajak Sara mencoba untuk mengalihkan pembicaraan mereka.


__ADS_2