Apa Itu Menikah

Apa Itu Menikah
08 - Sosok Yang Baik


__ADS_3

"Sudah jam berapa ini?." Tanya Sara.


"Jam 7 malam?."


"Apa, Selama itu aku tidur?, aku ahrus pulang, Papa dan Mama pasti mengkhawatirkan ku."Ucap Sara.


"Tapi kamu baru sadar."


"Tidak apa apa, aku baik baik saja."Balas Sara.


"Baiklah, Aku akan mengantar kamu pulang, tapi tunggu sebentar disini, aku akan beritahu suster."Ucap bagas. Sara pun menganggukan kepala nya.


Setelah Bagas mengurus semua nya, Bagas pun mengantar Sara pulang ke rumah nya. di perjalanan Sara hanya banyak diam, toh ia sendiri tidak tahu apa yang harus dibicarakan dengan Bagas yang baru saja ia kenal kemarin.


"Ini rumah mu?." Tanya Bagas. Sara mengangguk kepala nya.


"Bagas, terima kasih, kamu sudah menolong 2 kali, aku tidak tahu harus mengatakan apa selain ucapan terima kasih."Ucap Sara.


"Sama sama Sara, jangan terlalu di pikiran. oh iya, soal motor mu, Besok supir ku akan mengantarkan nya kesini."Ucap Bagas lagi.


"Iya, terima kasih." sara pun akan segera turun dari mobil Bagas. Namun BAgas kembali menahan nya

__ADS_1


"Sara, aku boleh minta nomor mu?." Tanya Bagas. Sara menatap Bagas.


"Agar aku bisa menghubungi mu untuk mengabari soal motor mu."Ia memberi alasan untuk itu.


Sara tersenyum dan mengangguk, Ia mengambil ponsel Bagas lalu mengisi nomor nya ke dalam sana.


"Aku turun dulu, kamu hati hati di jalan."Ucap Sara. Bagas menganggukan kepala nya.


Sara lalu turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah, Bagas memastikan Sara masuk, ia pun segera berjalan meninggalkan rumah itu dan pergi.


Sara masuk ke dalam rumah dan bersikap seperti tidak ada apa pun yang terjadi.


"sayang, mana motor kamu, mama tidak dengar suara motor kamu?." Tanya Bu Yessi.


"Oh begitu, ayo makan sayang, ini sudah malam, tumben kamu pulang agak malam hari ini."Ucap Bu Yessi.


"Iya Ma. Papa mana ma?." Sara mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.


"ada di kamar, Papa sudah makan, tinggal kamu saja, ayo Mama temani."Balas Bu Yessi.


"Tidak usah Ma, Mama istirahat saja, aku mau mandi dulu."

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu."


Setelah Bu Yessi meninggal kan dirinya di sana, Sara menghela nafas lega karena Ibu nya tidak sampai tahu ia mengambil kecelakaan tadi siang.


•••


Di tempat lain.


Julian sedang duduk di ruangan kerja nya. Beni sang Sekertaris dan sahabat nya menghampiri nya.


"Kau terlihat murung sejak kemarin, ada masalah apa?." tanya Beni pada Julian.


Julia menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar. lalu ia menyandarkan tubuh nay di sandaran kursi.


"Aku akan segera menikah."Ucao Julian.


"Benarkah, selamat kalau begitu, ini yang dinantikan Angela selama ini kan?." Balas nya


"Bukan dengan Angela, Tapi dengan wanita lain yang di pilih Papa ku."Ucap Julian.


"Apa?, Bagaimana bisa?, kau dan Angela sudah 1 tahun berpacaran, kalian sudah putus?." Tanya Beni.

__ADS_1


Julian pun mulai menceritakan semua nya pada sahabat nya Beni, Semua apa yang ia rasakan ia tumpahkan dalam cerita ini, Beni pun menjadi pendengar yang baik.


Berpacaran dengan Angela 1 tahun, dan Angela sangat berharap Julian segera melamarnya tentu membuat siapa pun yang mendengar sangat terkejut karena Julian akan menikah dengan wanita lain dan bukan lah angela.


__ADS_2