
Saat turun dari mobil taxi saat sampai di kampus, Perhatian Sara teralihkan saat ia melihat seseorang yang sangat familiar untuk nya. ia menyipitkan mata nya untuk memastikan mata nya memang tidak saling melihat.
"Apa itu Bagas?. tidak mungkin, lagian untuk apa dia disini." Batin Sara.
Sara pun mencoba meletakan nya,laki laki yang sedang di ajak bicara oleh beberapa wanita, namun saat ia sudah melewati nya, Nama nya di panggil membuat Ia harus menoleh.
"Sara."
Sara terdiam sejenak, apa itu beneran Bagas?. saat ia berbalik laki laki itu menghampiri dan memang sosok yang ia kenal.
"Bagas, kamu disini?."
"Kamu sudah melihat ku, tapi kamu bahkan tidak menegurku."Ucap Bagas.
"Maaf, Aku takut salah orang tadi."Balas Sara.
"Iya, aku mengerti, aku juga tidak menyangka kita bertemu disini. dunia ini benar benar sempit ya, kita terus bertemu 3 hari berturut turut."Ucap Bagas.
Sara tersenyum dan mengangguk. "Bagas." seseorang memanggil laki laki itu. membuat Bagas dan Sara menoleh bersamaan.
"Sara, aku ada kelas, nanti kita ngobrol lagi ya?." Ucap Bagas.
__ADS_1
"Iya, baiklah." Balas Sara.
"Dah...." Bagas melambaikan tangan pada Sara, sara pun membalas dengan mengangkat tangannya juga.
Di tengah masih melihat laki laki itu pergi, sebuah tepukan pundak membuat wanita itu terkejut dan mengelus dada.
"Liatin cowok baru ya."Ucap Fika sahabat Sara.
"Iya, enak banget sih, Baru datang udah kenalan saja sama Cowok Baru."Saut Dewi.
"Apaan sih, itu teman aku, aku juga kaget dia kuliah disini, jangan aneh aneh dech."Balas Sara.
"Ha serius?, kamu kenal sar?, kenalin ke kita dong Sar, tahu ga, dia Baru turun dari mobil keren nya itu udah banyak banget yang nyamperin dia ajak kenalan, kita boro boro bisa kenalan."Ucap Fika.
"Usaha kalian kurang keras, makanya jomblo terus. udah ah masuk yuk."Balas sara dan tertawa.
Kedua sahabat sara pun ikut tertawa dan berjalan masuk ke kelas bersama.
Fika dan Dewi adalah teman baik sara yang sudah berteman sejak mereka pertama kali masuk ke kampus ini, ketiga itu berteman sangat baik dan selalu bersama kemana pun mereka pergi.
•••
__ADS_1
Di tempat lain.
Julian baru saja keluar kamar dan ke meja makan untuk sarapan.
"Selamat pagi Pa." Sapa Julian.
"Pagi, nanti malam kamu jangan pulang malam, nanti kita mau ke rumah Calon istri mu."Ucap Pak Adam.
"Iya pa."Balas Julian.
"Pa, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan sama Papa perihal pernikahan ini."Ucap Julian.
"Iya, katakan saja."
"Acara pernikahan aku hanya ingin akad saja yang di hadiri oleh keluarga besar saja."Ucap Julian memberikan permintaan yang harus di setujui ayah nya.
Pak adam sejenak diam dan menoleh ke arah putri nya. "Kamu nyakin?, alasan nya apa?."
"Aku dan Angela harus berpisah karena Papa, bagaimana aku tega melakukan nya dan pernikahan ini terdengar oleh nya."Julian membuat alasan tidak ada pernikahan mewah.
"Kita akan bicarakan hal ini dengan keluarga calon istri mu, kita tidak bisa melakukan hanya sepihak saja."
__ADS_1
"Aku sudah mendengar dan melakukan apa saja yang diinginkan Papa, ini permintaan ku pa untuk pernikahan ini, Papa harus mempertimbangkan nya. cuman ini permintaan ku."Ucap Julian.
"Iya, iya, Nanti Papa akan bicarakan ini dengan Om Toni."Ucap Pak Adam. Julian menganggukan kepala nya dan kembali melanjutkan sarapan nya.