
"Kamu baik baik saja?." Sebuah suara mempertanyakan kondisi nya membuat ia mengangkat kepala nya sembari mengusap air mata nya.
Seorang pria berdiri di depan Sara membuat Sara mengerutkan kening kan nya melihat orang itu.
"Suara tangisan mu membuat semua orang melihat mu."Ucap laki laki itu yang membuat Sara segera melihat sekitaran. tempat yang sunyi membuat ia tanpa sadar menciptakan suara tangisan yang mencuri perhatian semua orang yang ada di sana.
Laki laki itu lalu memberikan tissue pada Sara, Sara pun mengambil dan mengelap wajah nya yang sudah banjir air mata.
"Terima kasih."Ucap Sara tertunduk karena malu.
"Bagas." laki laki itu mengulurkan tangan nya untuk mengajak Sara berkenalan.
Sara pun menerima nya dengan baik dan membalas nya. "Sara."
"Aku boleh duduk di samping mu?."tanya Bagas. Sara mengangguk kepala nya Mengiyakan.
Bagas pun duduk di samping sara.
"seperti nya kamu dalam masalah yang serius, ada apa?."Tanya Bahas sembari mendaratkan tubuh nya.
__ADS_1
Sara hanya diam saja. karena ia sendiri baru mengenal Bagas dan Ia tidak ingin memberitahu masalah apa pun yang ia rasakan saat ini.
"Tidak apa apa kalau kamu tidak mau cerita, aku bertanya barang kali ada yang bisa aku bantu, tapi jangan menangis lagi di depan umum seperti ini ya."Ucap Bagas lagi. Sara pun masih tetap diam karena ia sedikit malu karena tangisan nya tadi benar benar mencuri perhatian semua orang.
"Bagas, Aku permisi dulu."Ucap Sara.
Belum sempat Bagas mengiyakan dan mengatakan apa pun lagi, Sara sudah pergi dari sana, ia hanya bisa melihat punggung wanita itu berlalu pergi.
Sara kembali ke kamar dan melihat sang ibu sudah tertidur di atas sofa, Sara berjalan mendekati sang ayah yang juga sudah tertidur pulas saat itu.
"Sara lakukan semua demi kebahagian Papa dan Mama, Selama Papa sehat selalu, Sara akan lakukan apa pun yang Membuat kalian bahagia."Batin Sara.
Sementara di rumah Pak Adam.
Adam dan Julian sedang duduk makan bersama di meja makan.
"Bagaimana urusan kantor Julian, Apa kamu ada kesulitan?." Tanya Pak Adam. perihal perusahaan yang baru saja mulai di pegang oleh putra nya.
"Baik baik saja Pa, tidak udahh khawatir."Balas Julian. Pak Ada menganggukan kepala nya mengiyakan.
__ADS_1
"Soal pernikahan Kamu dengan Sara, kapan waktu kamu kosong, kita akan segera melakukan pertemuan keluarga."Ucap Pak Adam lagi.
Julian yang saat itu sedang makan mendadak selera makan nya jadi hilang, suasana hati berubah begitu cepat.
"Papa atur saja kapan baik nya, aku akan meluangkan waktu ku hari itu."Ucap Julian.
"Bagaimana kalau Lusa?."Tanya Pak Adam.
Julian sejenak diam lalu ia menganggukan kepala nya. "Boleh juga Pa."
"Nah, begini kan Papa senang, Kamu tidak protes sama sekali." Ucap Pak Adam, tersenyum senang.
"Protes pun tidak akan merubah apa pun kan."Ucap Julian datar.
Ia lalu beranjak dari kursi nya. "Kamu mau kemana?"
"Aku sudah selesai makan Pa, Masih ada kerjaan yang harus ku urus."Kata Julian sembari berjalan masuk ke dalam ruangan kerja nya.
Ia lalu mengambil sebotol minuman dan sebuah gelas, ia duduk di ruang kerja nya dan meneguk Anggur malam itu. untuk membuang kemarahan di dalam hati nya.
__ADS_1