
Julian kembali ke rumah dan menghampiri sang ayah yang sedang duduk menonton tv. Melihat Julian datang Pak Adam pun tampak cuek saja, seolah ia tidak melihat kehadiran nya.
"Pa, Kenapa Papa blokir Kartu aku?." Tanya Julian.
"Itu kartu milik Papa, Dan semua uang dan Fasilitas semua milik Papa, Kalau kamu tidak mau menikah, kenapa masih mempertanyakan hal itu."Kata Pak Adam dengan santai nya.
"Apa sih mau papa?."
"Mau Papa kamu menikah dengan Sara. itu saja titik."kata Pak Adam agak meninggikan suara nya untuk mempertegas apa yang ia inginkan.
"Ok, aku akan menikah dengan Wanita itu, puas Papa sekarang!." kata Julian.
Pak Adam menatap Putra nya yang tampak menahan kesal, namun Pak Adam tidak peduli, ia tersenyum lebar dan berdiri.
"Nah, ini yang Papa tunggu."Kata Pak Adam begitu antusias. sampai ia berdiri dan memeluk putra nya.
Melihat reaksi sang ayah, Julian menghela nafas berat, bingung karena sang ayah Seperti tidak ada rasa bersalah atau pun tidak enak sama sekali Pak Adam telah memaksa diri nya, dengan muka yang sangat kecewa ia hanya berdiri diam membiarkan sang ayah memeluk nya.
__ADS_1
"Om Toni harus tahu kabar ini."Ucap pak Adam yang lansung mengeluarkan telefon untuk menghubungi Sahabat nya itu.
"Serah Papa lah." Julian benar benar tidak mau tahu apa apa lagi, toh percuma saja ia bicara apa pun. ia lalu berjalan meninggalkan sang ayah dan masuk ke dalam kamar.
•••
Pak Adam Menghubungi telefon rumah keluarga Pak Toni. namun yang mengangkat telefon adalah Asisten rumah tangga.
"Halo."
"Iya, Toni ada, saya mau bicara dengan nya."Ucap Pak Adam saat mendengar itu adalah suara asisten rumah tangga.
"Apa."
Pak Adam Menghubungi Telfon rumah Sara, Namun ia malah mendapatkan kabar kalau Sahabat nya jatuh sakit dan sedang di rawat di rumah sakit. mendengar hal itu Pak Adam pun segera bersiap untuk melihat keadaan sahabat nya.
•••
__ADS_1
Pak Toni yang sadar di hampiri Sara dengan sangat khawatir.
"Pa, Maafin Sara ya Pa, Sara lupa kalau Papa punya sakit jantung, Maafin sara ya Pa."Sara terus meminta maaf pada sang Ayah.
Ia merasa sangat bersalah, karena diri nya Ayah nya bisa seperti ini. perasaan bersalah karena Ayah nya adalah Hidup nya, dan ia tidak ingin kehilangan Sosok yang berharga setelah sang Ibu.
"Tidak apgnju ko ga. Papa mau kamu menikah karena Papa takut Suatu hari nanti Papa ga bisa jaga kamu lagi, Papa juga punya keinginan melihat kamu menikah."Ucap Pak Toni.
Sara tampak sedih. Ia melihat sang ayah yang terbang lemas membuat ia tidak kuasa untuk menolak permintaan Ayah nya.
"Baik lah Pa, Sara mau di nikahkan dengan Anak Om Adam."Ucap Sara.
Perkataan yang sangat sulit untuk ia utarakan saat itu, namun harus ia ucapkan walau berat. Sara Menundukkan kepala nya tak berani menatap sang Ayah.
Pak Toni yang saat itu mendengar jawaban sang putri nya begitu tidak percaya.
"Kamu benar mau nak?." Tanya Pak Toni lagi. Sara mengangguk dengan Ragu.
__ADS_1
"Sara lakukan ini karena Papa menginginkan nya, Asal Papa Bahagia dan sehat untuk Sara dan Mama." ucap Sara.
senyum pak Toni lebar. Ia membuka tangan nya untuk memeluk sang putri. Sara pun tersenyum dan memeluk sang ayah pada saat itu.