Apa Itu Menikah

Apa Itu Menikah
09 - Sahabat Julian


__ADS_3

"Lalu bagaimana selanjutnya?." tanya Beni pada Julian. setelah ia mendengar Cerita dari sahabat nya bagaimana ia di jodohkan dan di paksa mau untuk menikah.


"Apa kau sudah pernah bertemu dengan wanita itu?."Tanya nya lagi.


"Besok malam, ada pertemuan makan malam keluarga."Ucap Julian.


Beni tertawa menggelengkan kepala nya, ia sama sekali Tidak pernah berfikir kalau Ia akan melihat sahabat nya menikah dengan Wanita lain selain angela.


"Ha ha ha ha." tawa Beni.


"Apa kau tidak bisa prihatin sedikit dengan Kisah ku ini?." Tanya Julian.


"Aku hanya merasa lucu saja, Karena kau akan segera menikah dengan wanita pilihan ayah mu."Ucap Beni.


"Aku juga tidak mau, kau tahu sendiri aku sangat mencintai Angela, dia pasti sangat patah hati karena ini, aku bahkan tidak berani bertemu dengan nya meski ia sudah mendukung ku."Ujar Julian.


"Angela mendukung mu?."Tanya Beni. Julian mengangkat alisnya tanda mengiyakan.


"Aku tidak tahu harus berkata apa Julian, bahkan kekasih ku mendukung kau menikahi wanita lain."ucap Beni.


"Aku akan menceraikan nya setelah kami menikah, aku juga tidak mau memiliki hubungan dengan orang yang baru aku kenal."Ucap Julian lagi.

__ADS_1


"kau nyakin?."


Julian menghela nafas. "100% sangat nyakin."balas nya dengan percaya diri.


"Terserah kau saja, itu pilihan mu."Balas Beni.


•••


Keesokan hari nya.


Sara yang baru saja Selesai mencuci menghampiri sang ibu yang sedang memasak di dapur, maksud hati untuk membantu ibu nya seperti biasa.


"sayang, kamu jangan sentuh apa pun, coba dulu dress yang baru Mama belikan untuk mu."Bu Yessi menahan putri nya untuk memegang apa pun di dapur.


"Nanti malam, kita ada pertemuan keluarga dengan Keluarga Om Adam, mama ingin kamu tampil cantik dan 1 lagi, khusus hari ini kamu jangan kemana mana ya, kamu harus bantu Mama di rumah.


"Secepat itu ma?." Sara agak terkejut karena begitu mendadak ia harus bertemu dengan keluarga calon suami nya.


Meski pertemuan itu akan terjadi juga, tapi Sara merasa ini sangat terlalu cepat.


"Iya sayang, Sesuatu yang baik itu ga boleh di tunda tunda, kalau sudah cocok ya menikah."Ucap Bu Yessi.

__ADS_1


Sara pun hanya diam saja. lalu berjalan ke arah Dress yang terletak di sandaran kursi meja makan. Melihat Dress tosca yang di berikan Ibu nya begitu indah, namun Itu tidak membuat ia tersenyum untuk mengenakan nya.


"Ma, Aku ada kuliah pagi hari ini."Ucap Sara.


"Iya sayang, pergi lah, tapi ingat untuk pulang lebih awal, jangan membuat keluarga Om Adam menunggu."Ucap Bu Yessi.


"Iya Ma."


Setelah mencoba dress itu, Sara pun segera berangkat ke kampus, ia bahkan melewatkan sarapan dengan kedua orang tua nya.


Saat Berpamitan, Bu Yessi sudah tahu apa yang di rasakan putri nya, namun ia sendiri tidak bisa berbuat banyak, Putri nya sendiri sudah menyetujui pernikahan ini.


"Ma, Sara mana?."


"Sudah pergi pa."


"Tumben?."


"Iya, dia seperti nya sedih."


"Nanti juga akan berlalu Ma, sudah lah tidak usah khawatir."Balas Pak Toni.

__ADS_1


"Iya Pa."


Sara berangkat ke kampus mengunakan Taxi, kali ini ia tidak ingin mengambil resiko lagi, karena tidak mau kejadian motor nya menabrak mobil kejadian lagi seperti kemarin, hanya karena ia tidak konsentrasi.


__ADS_2