Apa Itu Menikah

Apa Itu Menikah
05 - Sedih


__ADS_3

"Aku minta maaf karena aku harus melakukan ini sayang, Aku tidak punya pilihan lain, kalau Aku tidak Menikah dengan wanita pilihan Papa, Aku tidak akan mendapatkan apa pun. aku juga melakukan nya karena permintaan mu juga." Kata Julian Yang sedang bertelefonan dengan Angela.


"Tidak apa apa sayang, mungkin sudah jalan nya, Tapi kamu janjikan tidak akan meninggalkan ku." Balas Angela.


"Aku janji sayang, Setelah pernikahan ini, aku akan menceraikan nya."Balas Julian.


"Terima kasih sayang, aku mencintai mu. kapan kamu akan datang kesini?." Tanya Angela lagi.


"Besok ya, hari ini aku sedang banyak kerjaan.


"Baik lah, Aku tunggu sayang."Balas Angela.


Setelah sambungan telefon berakhir, julian menyandarkan tubuh nya di sandaran kursi bersamaan dengan membuat Nafas sesak di dada nya.


Angela yang saat itu berada di apartemen nya hanya bisa meremas jemari nya dengan kesal saat mendengar Kekasihnya akan menikahi seorang wanita pilihan dari ayah nya.


Namun ia hanya bisa membalas dengan senyuman dan suara manisnya, walau sebenarnya hati nya saat itu sedang marah.

__ADS_1


•••


Di tempat lain.


Sara masih mengobrol dengan ayah dan ibu nya di kamar rumah sakit. banyak hal yang ingin Sara tanyakan perihal Pernikahan nya nanti pada ayah nya.


"Pa, Ma, Kalau Aku menikah, apa aku masih boleh kuliah?." Tanya Sara.


"Tentu saja sayang, Om Adam sudah memberitahu papa, kamu boleh Kuliah itu tidak di larang sama sekali."Tutur Pak Toni.


Sara menghela nafas lega setelah mendengar jawaban ayah nya.


"Papa sebenarnya masih ingin mengobrol sama kamu, tapi karena kamu yang minta, Baiklah, Papa Akan tidur sekarang."kata Pak Toni. Sara tersenyum melihat ayah nya.


"Bilang saja kalau Papa suda mengantuk juga."Ucap Bu Yessi


Pak Toni pun tertawa saat mendengar Ucapan istri nya.

__ADS_1


"Iya,.Papa agak mengantuk sedikit."


"Tidur lah Pa, Mama juga istirahat lah, Sara mau keluar beli minuman sebentar."Ucap Sara.


"Mama temani?."


"Tidak usah Ma, Mama istirahat saja. Sara tidak akan lama."Ucap Sara.


Setelah mengatakan hal itu, Sara pun keluar dari ruangan tempat ayah nya di rawat. senyuman yang tadi ia tampilkan di depan orang tua nya perlahan menghilang menjadi wajah yang begitu menyedikan.


Bagaimana tidak, pernikahan yang tidak pernah ia inginkan sama sekali, bahkan dengan orang yang sama sekali tidak ia kenal membuat ia harus memendam kesedihan dalam dalam sendiri. semua ia lakukan dengan orang tua nya. ia hanya ingin menjadi anak yang baik dan tidak ingin melihat sang ayah sakit seperti ini.


Ia pun pergi ke taman yang tidak jauh dari rumah sakit, ia duduk di sana sembari menundukkan kepala nya menangis di tengah kegelapan yang hanya samar samar di terangi oleh lampu jalan.


"Kamu baik baik saja?." Sebuah suara mempertanyakan kondisi nya membuat ia mengangkat kepala nya sembari mengusap air mata nya.


Seorang pria berdiri di depan Sara membuat Sara mengerutkan kening kan nya melihat orang itu.

__ADS_1


"Suara tangisan mu membuat semua orang melihat mu."Ucap laki laki itu yang membuat Sara segera melihat sekitaran. tempat yang sunyi membuat ia tanpa sadar menciptakan suara tangisan yang mencuri perhatian semua orang yang ada di sana.


Laki laki itu lalu memberikan tissue pada Sara, Sara pun mengambil dan mengelap wajah nya yang sudah banjir air mata.


__ADS_2