
Semua duduk di meja makan, Pak Adam dan Pak Toni tampak mengobrol sementara Sara dan Julian hanya saling diam tidak mengatakan apa pun.
kedua nya sama sama hanya fokus pada sendok dan garpu yang ada di tangan mereka masing masing. berharap segera menyelesaikan makan malam ini dan segera berakhir.
"Julian, Kalau kalian menikah nanti mau tinggal dimana?" Tanya Bu Yessi di tengah obrolan.
Julian mengangkat wajah nya menatap Bu Yessi yang memberikan nya pertanyaan pada nya. "Saya sudah siapkan rumah Tante."Balas Julian dengan sopan.
Pak Adam tersenyum dan mengangguk. "Iya Mba Yessi, Julian sudah siapkan rumah untuk pernikahan nya nanti."Timpal PaK Adam.
Bu Yessi dan Toni pun saling melihat dan tersenyum, sementara Sara hanya mendengar dengan tatapan yang masih pada garpu dan sendok yang ada di tangan nya. ia sama sekali tidak tertarik untuk mendengar dimana ia harus tinggal, toh mau di rumah ayah Julian sekali pun tetap itu akan menjadi rumah asing bagi nya.
"Sara, Kalau sudah menikah, apa yang kamu inginkan nak?, siapa tahu Paman bisa mengabulkan nya untuk mu?."Kini pertanyaan di lemparkan untuk diri nya.
Sara menghentikan aktifitas jemari nya lalu menatap Pak Adam.
"Gak ada Om, Saya hanya ingin kuliah saja."Balas Sara sembari menyelipkan senyuman tipis di bibir nya.
"Julian pasti akan mengizinkan mu, iya kan Julian?." Ucap Pak Adam.
__ADS_1
Julian mengalihkan pandangan nya dari sang ayah kini menatap Sara yang juga melihat untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan pak Adam barusan.
"Tentu saja."Balas nya. tak ada senyuman hanya tatapan dingin di berik pada Julian untuk wanita itu.
•••
"Sara, Ajak Julian mengobrol."Ucap Bu Yessi saat semua orang sudah selesai makan malam.
"Iya Ma."
Pak Adam menepuk pundak putra nya untuk memberi isyarat untuk pergi dengan Sara. Julian pun seolah mengerti dan segera beranjak berdiri dari tempat duduk nya.
"Apa kamu bahagia dengan perjodohan ini?." Tanya Julian.
Mendapatkan pertanyaan seperti itu, Sara terkejut. namun ia masih menjaga wajah nya. ia melihat Julian yang duduk di samping nya, laki laki memandang kedepan namun siap untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan nya tadi.
"Jujur saja. aku tidak bahagia. tapi ini adalah pilihan orang tua ku, jika kita menikah mungkin aku akan sangat kaku karena aku memang belum mempersiapkan diri ku untuk hari ini." Ujar Sara.
Julian tersenyum tipis. "Kita sama. aku tahu kau sudah punya kekasih."Ucap Julian.
__ADS_1
Mendengar apa yang di katakan pada nya membuat Sara mengerutkan kening nya menatap Julian, Kini Julian juga menatap wanita itu membuat kedua nya saling melihat.
Sara sangat gugup saat Julian balik melihat nya, ia segera memalingkan wajah nya.
"Maksud mu apa?." Tanya Sara sembari memalingkan wajah nya.
"Kita pernah bertemu saat di restoran, di saat aku bersama dengan kekasih ku dan kau juga bersama dengan kekasih mu, itu baru beberapa hari yang lalu, aku harap kau tidak lupa."Ucao Julian.
Sara benar benar tidak mengerti, Sama sekali ia tidak ingat kalau ia pernah bertemu dengan Julian dan Angela saat di restoran. hingga Kata kekasih membuat Sara teringat tentang tabrakan mereka waktu itu, saat ia makan bersama Bagas.
"Kamu sudah ingat?." Tanya Julian memastikan. Sara perlahan menganggukan kepala nya.
"Kita bisa buat perjanjian untuk itu."Ucap Julian lagi.
"Perjanjian?."
•••
-Bersambung-
__ADS_1