Apa yang Aku Lihat?

Apa yang Aku Lihat?
1


__ADS_3

Hai kenalin, namaku Risma. Keluarga biasa panggil aku dengan nama Mima.


Saat ini aku sudah berusia 26 tahun.


Ini kisah sewaktu aku masih anak-anak.


Aku tinggal dengan orang tua ku, dan juga kedua saudara ku.


Kedua saudara ku adalah perempuan. Nah aku anak kedua dari tiga bersaudara.


Jarak usia antara aku dengan kakak dan juga adiknya berbeda lima tahun.


Saat usia ku delapan tahun aku mulai 'merasakan' hal yang berbeda. Aku selalu menyebut nya dengan hal aneh.


Aku merasakan hal 'aneh' setelah baru selesai mandi di pagi hari di saat usiaku masih anak-anak.


Iyaa pagi serius deh.


Setelah selesai mandi, aku yang memang tidur sekamar berdua dengan kakakku langsung masuk dan ingin ganti baju.


Namun, baru saja sampai depan pintu kamar, aku lihat adikku sedang duduk di depan jendela kamar yang menghadap langsung ke samping rumah yang mana samping rumah masih terdapat kebun luas.


Aku sebut samping rumah itu kebon. Karena di daerah ku memang begitu menyebutnya.


Adik ku bernama pia sedang memegang mainan sembari berbicara sendiri di depan jendela.


Begitu ku lihat pia berbicara sendiri, langsung ku panggil kakak untuk melihat adik ku sedang apa. Karena sedikit mencurigakan.


Seperti sedang berbicara dengan seseorang.

__ADS_1


"Kak,, kak. ish mana sih kak Kiki sih".


"Apaan sih dek. Teriak teriak aja berisik tau gak". jawab kak Kiki dari arah depan.


"Itu liat deh adek ngomong sama siapa sih? kayak lagi main sama orang tau gak".


"Lah iya ya". mereka mengintip di celah pintu.


Kakaknya pun langsung memanggil adik bungsu nya itu.


"Dek lagi ngapain itu? ngobrol sama siapa?". Tanya Kiki pada adik nya yang baru berusia 3tahunan.


"Pia lagi main sama temen kak". Jawabnya dengan suara khas balita.


"Mana temen nya?".


"Tuh". Pia menunjuk ke arah jendela.


"Dek pake baju di kamar mama aja ya".


Aku pun mengiyakan. Ngeri juga kalau ganti baju sendirian di kamar.


Sudah ganti baju, aku lekas makan setelah itu main dong tentu nya.


Aku jalan ke depan sedikit, disitu lah rumah temanku.


"Assalamualaikum. Mia main yooo".


Saat itu di tahun 2003 aku masih sekolah dasar. Belum ada yang punya ponsel. Jadi, kalau mau main yaa harus datang kerumah. Kita samperin rumah teman baru bisa main.

__ADS_1


"Waalaikumsalam, tunggu Mim. Gua pake baju dulu baru selesai mandi". Teriak Mia temanku dari dalam rumah nya. Cukup cempreng suaranya hingga terdengar sampai keluar rumah suaranya.


"Iyaa, jangan lama lu. Keburu siang ntar".


Kenapa memangnya kalau sudah siang?


Pasti kalian bertanya tanya.


Yaa sudah jelas, kalau siang pasti kita di suruh tidur siang.


Kebetulan hari ini hari libur sekolah.


Jadi bisa puas main.


"Ish lu lama banget sih. Yok kita samper Mela. Main di depan rumah dia aja".


Rumah kami bertiga hanya berjarak beberapa rumah saja. Jadi masih aman kalo jalan kaki.


Dulu, di sekitar rumah ku masih banyak kebun luas. kiri kanan masih banyak. Tepat di belakang rumah ku, masih agak jauh sih ke belakang itu ada makam keluarga.


Makam, kuburan? Iyaa kuburan.


Setelah sampai di depan rumah Mela temanku yang lain, sama juga. Langsung ku teriaki supaya dia cepat keluar.


"Mela, main yooooo. Assalamualaikum Mel".


Karena rumah temanku yang satu ini agak besar, bisa jadi suaraku gak terlalu terdengar ke dalam. Maklum keluarga lumayan berada, hehehe.


Ku panggil sekali lagi bersamaan dengan Mia.

__ADS_1


"Melaaaa main yooooo". Suara ku naikkan beberapa oktaf supaya Mela segera keluar dari rumah nya.


"Iyaa, tunggu woiii". ucap Mela kemudian.


__ADS_2