
Tapi kemudiaannn....
Karung yang membungkus buah nangka tadi terbang melewati kami menuju ke arah lapangan bulutangkis.
"Astaghfirullah". ucap kami serempak.
Kami sudah akan berlari, namun 'karung' tadi balik lagi ke tempat sebelumnya.
Ternyata itu kuntilanak seperti yang ada di film legendaris Suzana.
Hanya saja yang ini tak nampak kaki, tangan serta wajahnya.
Jika di lihat sekilas memang seperti karung yang di gantung di atas pohon.
"Haaaaaaaaa,,, lari dek". kakak ku menarik kuat tanganku.
Sedangkan aku menarik tangan temanku Mia. Karena dia lebih kecil dariku.
Dengan langkah yang terburu-buru, kaki ku tersandung sandung bebatuan.
Hampir saja jatuh.
Kami berlari sampai di depan rumah ku.
Semuanya berhenti sejenak untuk menormalkan nafas.
Nafas kami tersenggal semua. Kakak ku ke dalam rumah dan ketika keluar dia membawa air mineral yang biasa di siapkan papa ku jika ada tamu atau warga.
Btw papa ku dulu itu menjabat ketua RT di kampung ku, hehehe.
"Nih pada minum dulu".
__ADS_1
Semuanya minum ....
"Alhamdulillah,, makasih Ki. Udah malem balik dulu yaa. Daahh assalamualaikum ". ucap yang lainnya.
Aku pun ikut masuk juga ke rumah.
Baru kali ini aku lihat penampakan sejelas itu. Ternyata tadi sore yang ku lihat sama dengan yang saat ini ku lihat.
"Berarti gua gak salah liat, soalnya semuanya juga liat". ucapku pelan.
Di dalam rumah, setelah berganti pakaian tidur. Aku ikut nimbrung di depan dengan kakak ku yang sedang bercerita kejadian tadi.
Sedangkan pia terlihat sudah tertidur pulas di kamar mama.
"Gitu mah, serem deh tadi ya kan dek?". kata kakak ku.
"Iyaa serem, kualat sama adek mah dia. Masa kita yang kecil mau di tinggalin lari. Tega banget". kesempatan ku untuk mengadu, hehehe (ketawa jahat).
Dalam batinku bersorak gembira, rasakan itu kak!!
Sudah mulai larut malam, aku harus cepat mengerjakan tugas sekolah dari guru ku.
Kalau tidak, pasti di suruh berdiri di depan kelas sampai akhir pelajaran. Pegal nya bukan main pasti.
"Hooaamm.. Duuhh jangan ngantuk dulu dong lima soal lagi niihhh". keluhku sendiri.
Ku lihat kakak ku sudah terbang ke alam mimpi.
Mama juga sudah masuk kamar.
"Semangat semangat dikit lagi".
__ADS_1
krriiieeeett ....
Deg
'Kok jendela kebuka yaa, kan udah di kunci'. batinku.
Ku teruskan mengerjakan soal meskipun buyar sudah fokus ku. Tapi aku berusaha tidak mempedulikan suara suara itu.
Beberapa menit kemudian selesai sudah PR ku.
"Alhamdulillah". Aku langsung menuju kasur, dan ku tutupi wajahku dengan bantal guling.
Ku biarkan saja jendela itu terbuka.
Paling nyamuk kebon pada masuk. Hihihi
Beberapa menit kemudian, aku yang memang sudah ngantuk langsung terbang ke alam mimpi juga seperti kakak ku.
Jeglekkk.....
Jendela kamarku tertutup lagi.
Aku sedikit mendengar suara jendela itu, namun saking ngantuknya tak terlalu ku hiraukan.
Aku tetap melanjutkan tidur ku.
Di dalam mimpi aku bertemu seorang perempuan berwajah oriental, putih, dengan rambut lurus sebahu dan tanpa ekspresi.
Dalam mimpi ku yaa hanya melihat perempuan itu diam saja berdiri tanpa melakukan apapun.
Aku juga heran, mimpi ini datar sekali. Namun, sangat menyeramkan dan aneh bagiku.
__ADS_1