Apa yang Aku Lihat?

Apa yang Aku Lihat?
13


__ADS_3

Namun, langkah ku terhenti....


Dug


Dug


Dug


Dug


Dug


Terdengar suara langkah kaki yang berlari kencang.


Saking kencang nya, aku refleks berlari juga ke kamar.


Seperti sedang main kejar kejaran...


Aku buka pintu kamar dengan keras, lalu ku tutup lagi juga dengan keras.


Hoosshh


hoosshh


hoosshh


Nafasku tersenggal senggal di buatnya.


Aneh nya, kedua temanku ini kenapa tidak terusik sama sekali yaa?


Padahal aku berlari cukup kencang, dan gaduh.


Aku pun tadi membuka dan menutup pintu dengan keras dan tergesa-gesa.


Tapi kenapa mereka anteng anteng saja tidur nya? tidak terganggu?

__ADS_1


Apa se ngantuk itu mereka?


Yang aku masih bingung, suara langkah kaki siapa?


kalo pun dari luar, sudah pasti pakai sandal. Juga terdengar agak jauh.


Tapi ini??


Terdengar seperti langkah kaki yang berlari di lantai dan terasa sangat dekat sekali.


Karena kedua temanku nyenyak sekali tidurnya, jadi aku juga ikut tidur saja.


Detak jantung ku masih belum stabil.


Keadaan sunyi seperti ini, mungkin saja detak jantung ku sampai terdengar.


'yaa Allah suara kaki siapa yaa tadi. Lindungi aku ya Allah ' batinku menangis.


Meskipun masih terdengar suara seperti orang yang bolak balik, aku berusaha memejamkan mata. Berusaha untuk tidur seperti yang lainnya.


Namun susah sekali rasanya untuk tidur. Jadi aku hanya merem saja.


Sebelum nya tidak pernah merasakan hal hal ganjil di luar nalar logika ku.


Tapi semenjak kejadian melihat adik ku ngomong sendiri, lalu dia menunjukkan bahwa dia sedang ngobrol dengan 'teman' nya itu aku mulai merasakan hal ganjil yang sebelumnya aku gak pernah alami.


Belum lagi mimpi yang sama.


Mimpi bertemu dengan wanita berwajah oriental, putih pucat, rambut se bahu, menatapku dengan tatapan kosong. Tanpa ekspresi, tanpa sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya.


Walaupun tak ada kejadian lain di mimpi ku, tetap saja ngeri di tatap dengan tatapan mata nya yang kosong tanpa ekspresi.


Sampai saat ini, aku belum bercerita apapun tentang mimpi aneh ku itu ke orang tua ku, bahkan ke kakak ku.


Rasanya aneh sekali.

__ADS_1


Tak terasa malam semakin pekat. Suara jangkrik dan binatang malam lainnya semakin lama semakin samar samar terdengar.


Ku lirik jam dinding. Jarum jam menunjukkan pukul 22.25. Sudah cukup malam, dan jam tidur ku sudah terlewat sejak lama.


Jika di rumah aku biasa tidur pukul 21.00. Selambat lambatnya pukul 21.30.


Samar samar terdengar suara pintu pagar tergeser berat. Memang pagar rumah Mela sedikit berat karena belum di olesi oli katanya.


Maka dari itu, jika pintu pagar di buka suaranya pasti terdengar jelas.


"Pasti mas Andik tuh yang buka pager. Alhamdulillah gak begitu iseng (ngeri) jadi nya". ucapku.


Ku tunggu suara pintu depan terbuka.


Satu menit


Dua menit


Tiga menit


Empat menit


Lima menit


Sudah lima menit berlalu namun tidak ada tanda tanda pintu depan akan di buka.


Apa iyaa mas Andik duduk dulu di teras?


Rasanya gak mungkin, karena sudah malam. Bukan kah lebih baik langsung bersih bersih kemudian beristirahat?


Ku tunggu beberapa menit lagi untuk memastikan apakah itu benar mas Andik yang membuka pintu pagar.


Semakin lama justru aku semakin khawatir bagaimana jika itu bukan mas Andik?


Bagaimana jika itu maling?

__ADS_1


Jantungku malah berdetak tak karuan...


'Aku harus bagaimana ini?'


__ADS_2