
Ternyata orang tua Mela seperti nya akan menginap di rumah saudara nya.
Aku di minta untuk menginap di rumah Mela agar Mela ada teman nya.
Ada sih abangnya, tapi kan dia di kamar sendiri. Juga besok subuh sudah berangkat tugas.
"Temenin gua dulu Yoo bilang ke mama". ucapku setelah menerima telepon dari mama nya Mela.
"Nanti aja, panas banget di luar tau. Sorean aja dah".
"Eh kalo ajak Mia boleh gak? biar gak sepi sepi amat". ujar ku
"Boleh, nanti sekalian kita samper dia habis dari rumah lu". jawab Mela.
Aku sedikit lega karena gak cuma berdua nanti di sini.
Karena kamar Mela sejuk memakai AC, lama kelamaan aku mengantuk juga.
Awalnya ku tahan tahan, tapi melihat Mela sudah pulas duluan aku jadi semakin ngantuk.
Seperti ada beban berat di kelopak mata ini.
Akhirnya aku kalah, aku ikutan pulas juga.
Tidur siang kali ini aman. Si "perempuan" itu tak mengganggu tidur siangku.
Kita berdua tertidur sekitar dua puluh menit, kemudian aku terbangun.
Aku kebelet buang air kecil. Gawat!!
Mela masih tidur pula. Mana berani aku sendirian ke belakang.
Sepi banget keadaan rumah Mela.
"Duuhh mau pipis lagi. Gimana niihh". gumamku.
"Apa bangunin aja yaa si Mela".
"Meelll. Bangun dong, temenin gua ke kamar mandi. Cepetan bangun Mel. Mel". Ku goncang goncang badannya Mela.
Akhirnya bangun juga dia.
__ADS_1
"Sono sendiri aja napa sih mim".
"ogah ah, takut gua Mel sendirian mah".
"Takut apa sih. Orang ga ada apa apa juga".
Terpaksa ku jalan sendiri ke kamar mandi. Karena tak bisa ku tahan lebih lama lagi, ku jalan saja kalau begitu.
Ku buka pintu kamar Mela yang menghadap langsung ke belakang.
Walaupun siang hari, tapi rumah Mela cukup gelap.
Dan seram rasanya...
Ku jalan saja ke kamar mandi, karena tak tertahankan lagi seperti nya.
Ku buka pintu nya...
kriiieeeettt
Kosong, tak ada apa pun.
Ya iya lah, kita cuma berdua sama Mela.
Ku tuntaskan buang air kecil nya. Lega sekaliiiiiiii....
Saat selesai, dan ku pakai lagi celana ku. Terdengar seperti suara pintu di ketuk.
Namun, bukan pintu ini. Seperti pintu dapur yang di ketuk. Karena bunyi nya agak pelan dan jauh.
Deg
Deg
Deg
Jantungku berpacu lebih cepat lagi...
Tanganku dingin dan gemetar ingin membuka pintu.
Aku takut membayangkan jika pintu di buka melihat penampakan atau semacam nya.
__ADS_1
Ku rapalkan doa di dalam hati. Padahal sedang di dalam kamar mandi.
Ku buka pelan pelan pintu nya, lalu ku intip sedikit keluar.
Legaaaa
Tak ada apapun...
Suara ketukan pintu masih terdengar.
Ku lihat ke belakang, suara itu ternyata bukan berasal dari pintu belakang.
Dari mana suara ketukan pintu itu?
Aku memutuskan untuk kembali saja ke kamar Mela.
Sebelum masuk ke kamar, terdengar lagi suara ketukan pintu.
Kali ini lebih dekat suaranya.
'Pintu yang mana sih yang di ketok? Apa ada tamu ya?'. batinku bertanya.
Ku lihat ke gorden ruang tamu, tak ada siapa siapa di luar. Berarti bukan berada dari luar.
dookk dookk dookkk
Aku terlonjak kaget karena suara ketukan pintu makin keras dan cepat.
Aku langsung berlari ke dalam kamar Mela.
Suara ketukan itu berasal dari kamar orang tua nya.
"Heh kenapa lu?" tanya Mela heran melihat aku keringat dingin dengan nafas tersenggal senggal.
"Lu gak denger?". Bukanya menjawab aku malah balik bertanya.
"Denger apaan?" Mela bingung
"Kayak ada yang ketok pintu tau". Ucapku lagi.
"Orang iseng kali di depan".
__ADS_1
"Bukan dari depan suaranya, tapi dari kamar emak lu".
Kami berdua saling tatap dan tak ada yang bersuara.