Apa yang Aku Lihat?

Apa yang Aku Lihat?
12


__ADS_3

Hari menjelang sore..


Mela mengajak kami untuk menggoreng sosis, kentang dan nuget.


Kami bertiga pun pergi ke dapur.


Meskipun masih tergolong anak anak, tapi kami sudah mengerti cara menggunakan kompor gas.


Mela mengeluarkan makanan tadi dari kulkas.


Aku menyalakan kompor dan mulai menuangkan minyak ke dalam wajan.


Sedangkan Mia menyiapkan piring dan saus nya.


Saat mulai menggoreng, terdengar lagi suara ketukan pintu.


Bukan aku saja yang mendengar kali ini. Semuanya mendengar. Mela dan Mia turut mendengar suara ketukan pintu itu.


Mela pun ke depan untuk melihat siapa yang datang sudah hampir petang ini.


Mela mengintip di balik gorden.


Ternyata.....


Deg


Deg


Deg


Deg


Ternyata itu....


Tetangga depan...


Seorang wanita yang biasa ku panggil bibi.


Itu ternyata bi warnih yang datang.


"Assalamualaikum".


"Waalaikumsalam". Mela membuka pintu.


"Ini bibi nganterin nasi sama ayam bakar. Tadi bapak nitip duit buat Mela makan. Ada temennya kan yang nemenin?". tanya bi warnih.

__ADS_1


"Iyaa bi, itu ada Risma sama Mia di belakang. Makasih yaa bi udah di beliin ayam bakar. Tau aja kita laper hehehe".


"Iyaa sama sama Mela. Berani kan tidur bertiga?".


"Berani bi. Kan nanti malem juga mas Andik pulang tugas".


"Oohh yaudah kalo gitu mah. Udah mau Maghrib nih, bibi pulang yaa". Akhirnya bi warnih pulang ke rumah nya yang memang berada di depan rumah Mela.


"Iyaa bi, makasih yaaa ini makan nya". Mela pun menutup pintu depan lalu balik lagi ke dapur.


Makanan yang ku goreng sudah matang.


Karena sudah adzan magrib jadi kita memutuskan untuk sholat lebih dulu, baru setelah itu kita makan.


Makanan yang di berikan bi warnih tadi ku sarankan di taruh kulkas saja. Karena makanan yang ku goreng tadi cukup banyak.


Jadi tidak akan kuat menghabiskan ayam yang dibawakan bi warnih.


Kami sholat bergantian.


Selesai sholat, kita menuju dapur.


Duduk di meja makan, lalu makan dengan nikmat.


Memang belum makan dari rumah.


"Kenapa emang?"


"Yaa kalo ada Abang lu kan gak begitu sepi ini rumah. Mana gede nih rumah". Ucap ku.


"Katanya sih pulang. Tapi gak tau juga sih. Paling kalo dia gak jadi pulang nelpon kok Abang gua". jelas Mela


"Yaudah yuk, siniin piring nya gua cuci".


Aku mencuci piring bekas pakai makan.


Setelah itu, kami kembali ke kamar. Rencana nya akan menonton film Barbie di DVD. Karena kala itu yang mempunyai DVD baru Mela saja.


Aku ada, tapi jarang di nyalakan. Kata mama nanti saja tunggu papa libur. Karena mama gak bisa menyalakan nya.


Yaahh, tapi gimana yaaa. Sibuk terus papa ku itu. Selain bekerja di kantor, beliau juga seorang ketua rukun tetangga di tempat kami tinggal.


Jadi, ada saja tamu yang datang ke rumah.


Aku mengerti sih kesibukan papa ku.

__ADS_1


Apalagi mama ku yang repot dengan adik kecilku yang super aktif.


Mela mulai menyetel kaset VCD Barbie terbaru.


Kalau di tv tidak tayang dengan full episode.


Kalau ini sudah pasti film nya berdurasi lama.


Kami menonton dengan tenang. Tak ada yang berisik. Sehingga yang terdengar hanya suara film dan suara orang di luar yang berlalu lalang.


Film ini cukup lama, belum sampai habis ternyata Mia sudah terlelap.


Ku bangunkan dulu untuk menunaikan shalat isya.


Film di stop sementara, khawatir kami ketiduran. Jadi film di jeda terlebih dahulu.


Selesai shalat, kami lanjutkan lagi menonton film nya.


Mia yang sedari tadi memang sudah mengantuk, melanjutkan tidur nya kembali.


Cepat sekali dia pulas nya....


Tersisa aku dan Mela.


Ku lihat Mela pun mulai mengantuk. Meskipun dia coba untuk duduk dan melotot, malah lucu melihat dia mencoba menahan kantuknya.


"Kalo ngantuk, tidur duluan aja Mel. Eh, tapi itu pintu udah di kunci belum?". Tanyaku tanpa menoleh ke arah dia.


Tak ada jawaban...


Senyap...


Ku tengok ke arah kanan ternyata....


"Oalah, udah pulas semua ternyata. Pintu depan udah di kunci belum yaa. Cek dulu deh sebentar. Mana sepi bener lagi nih kampung yaa gak ada suara orang lewat".


Akhirnya aku bangun dari tempat tidur, ku melangkah ke depan.


Ku bukan handle pintu kamar...


Lalu berjalan sedikit ke pintu depan...


Ku cek ternyata belum di kunci. Ku kunci segera, lalu ku cabut kunci nya. Karena katanya Abang nya Mela itu nanti malam akan pulang.


Jadi dia bisa membuka kunci dengan kunci cadangan yang ia bawa.

__ADS_1


Setelah beres, aku ingin kembali ke kamar.


Namun langkah ku terhenti......


__ADS_2