
Setelah tidur siang sekejap, aku bangun lalu melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslimah.
Karena tadi sebelum tidur aku lupa untuk sholat Zuhur.
Aku berwudhu kemudian sholat.
Rakaat pertama sampai ketiga berjalan aman.
Lalu di rakaat terakhir sewaktu aku selesai kemudian mengucap salam, samar samar aku mendengar suara orang yang juga mengucapkan salam tepat di belakang ku.
Langsung ku menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang mengikuti ucapan salam ku.
Begitu menoleh, tak ada siapapun di situ.
Tapi, tadi itu jelas banget kalo ada yang ngucap salam juga.
Jelas, walaupun pelan sayup-sayup kudengar.
Aku gantung mukena, ku lipat sajadah kemudian ku keluar kamar dan ke meja makan lihat adikku pia sedang makan di suapi mama.
"Mau makan kak?" tanya mama ku.
"Mau mah. Masak apa mah?".
"Itu buka aja tudung saji nya".
Ku buka ternyata mantap sekali masakan mama.
Masakan mama emang top deh.
Di meja makan ada sayur bayam jagung, sambal goreng, kentang balado, dan ikan lele goreng. Mama juga bikin tahu tempe goreng.
__ADS_1
Ku ambil piring, lalu ku sendok nasi beserta lauk dan sambal nya.
Meskipun masih anak-anak, tapi aku sudah berani makan persambalan.
Ku makan sesuap demi sesuap nasi di padukan dengan lauk dan sambalnya.
Ku seruput juga sayur yang ku sendok secara terpisah di mangkok.
Sedap lah pokoknya masakan mama.
Selesai makan, aku mencuci tangan dan kemudian melesat keluar.
Tentunya untuk main lagi dengan teman-teman.
Kali ini di depan sudah kumpul temanku.
Baguslah jadi gak perlu samper satu persatu.
Eh, tentu kakakku dan temannya akan bermain terpisah yaa sama ku.
kakakku dan temannya hanya duduk di pos yang berdiri di sisi belakang lapangan.
Biasalah, mereka sudah mulai remaja sedang lihat lihat majalah remaja. Yang isi nya fashion, zodiac dan lain lain.
Nah, kita berempat akan memikirkan main apa.
"Eh main apa yaa? nanti lu pada ngaji kan?". tanyaku pada yang lain.
Pada malam hari, tepatnya lepas Maghrib aku dan teman teman rutin mengaji di rumah bibi ku. Masih ada ikatan saudara.
rumahnya tak jauh dari rumah ku.
__ADS_1
Melewati kebun samping rumah ku serta kebon yang ada lapangannya.
Jadi jalan menuju tempat ngaji kami itu di apit dua kebon di sisi kiri dan kanannya.
Kami semua tidak ada yang takut.
Karena sudah terbiasa. dan juga karena kami beramai ramai berangkat nya.
Kalau sendirian mesti tak berani. hehehe...
"Eh, kita petik pepaya muda di belakang rumah lu aja yuk". ajak Lala.
"Buat apaan?". tanya Mela.
"Ngerujak lah. Lu pada metik paya. Gua pulang dulu ambil ulekan, cabe, gula merah, buat bumbu nya. Enak nih siang siang ngerujak ya gak?". ujar Lala.
"Iyaa kayaknya enak dah. Yaudah gih sana ambil. Gua Ama yang lain metik paya (pepaya) nya. Sama mangga enak kayaknya". ucapku.
"Yaudah yok jalan. Keburu sore nanti". ucap Mia.
Lala berlari ke rumah nya yang berada agak di bawah kampung.
Sementara aku, Mia, dan Mela langsung otw (on the way) ke kebon di samping rumah ku.
Kebon nya masih luas, masih banyak pohon pohonan yang pasti nya banyak buah nya.
Kadang aku juga suka memanjat pohon rambutan untuk menikmati buah itu di atas sana.
Semenyenangkan itu di zaman ku kecil.
Tanpa gadget, semua bermain bersamaan.
__ADS_1
Macam bolang saja lah pokoknya.