Apa yang Aku Lihat?

Apa yang Aku Lihat?
14


__ADS_3

Hening...


Tak terdengar suara apa pun lagi.


Aku berusaha menajamkan pendengaran ku. Aku ragu untuk keluar.


Takut jika aku tidak keluar di depan ada penampakan.


Tapi lebih takut lagi, jika aku tidak keluar di depan ternyata maling !!


Gawat.


Apa yang harus aku lakukan?


Bertahan di sini dengan rasa penasaran atau keluar menghadapi apa pun yang ku lihat nanti.


Aku melirik ke arah teman teman ku, pulas sekali mereka. Curang !!


Ku goyang kan saja badan Mela.


"Mel, Mel bangun kek. Kayaknya ada orang deh di depan". bisik ku.


Mela tetap tak bergeming.


Sial !!


Kebo sekali dia tidur nya. Tak sedikitpun terganggu.


Haduh, aku harus gimana ini?


Ku tunggu beberapa menit untuk mendengarkan keadaan di luar, lalu ku beranikan diri untuk bangkit dari tempat tidur ini.


Ceklek....


Ku tekan handle pintu, perlahan ku tarik agar terbuka pintu ini.


Ceklek...


Suara pintu kamar Abang nya Mela terbuka. Ada mas Andik yang ingin masuk kamar.


Fiiuuuhh ...

__ADS_1


Lega rasanya.


"Mas Andik udah pulang? Saya kira siapa". ucapku, namun kenapa mas Andik diam saja tak menjawab. Malah berhenti sejenak, lalu masuk ke dalam kamar. Aneh.


"Kok gak di jawab yaa. Ah ,, capek mungkin yaa jadi males jawab. Tidur tenang deh aman". Lalu ku tutup lagi pintu kamar dan segera tidur. Karena jam tidur ku sudah terlewat jauh nih.


Tak butuh waktu yang lama untuk ku terbang ke alam mimpi.


Nyenyak rasanya...


Meskipun di zaman ku kecil masih sejuk udaranya, namun kamar Mela ini sudah di lengkapi dengan pendingin ruangan.


Berasa di puncak lah pokoknya, hehehe. Dasar norak !! Maklum lah anak kampung, hehehe.


Padahal di rumah ku ada juga pendingin ruangan, namun di pasang di kamar studio band punya papa yang di sewakan jika ada yang ingin latihan.


Namun, jika tidak ada yang sewa aku bisa guling guling di dalamnya setelah pulang bermain, ngadem gitu lah.


Tapi pasti di marahi, katanya nanti bau matahari studio nya.


Yaa memang sih aku kan main panas panasan, hehehe. Pulang main pasti kotor dan berkeringat.


🌼🌼🌼


Mia menggoyang goyangkan badan ku agak kencang.


"Hoy mimaaaa, bangun sih. Susah amat si di banguninnya. Sholat mim".


Aku menggeliat ...


"Iyaa iyaa. bawel. Ngantuk tau tidurnya belakangan". Ku paksakan membuka mata, lalu ke kamar mandi. Sekalian saja ku mandi supaya segar.


Setelah mandi, ganti baju, kemudian sholat subuh. Kami bergantian sholat nya, karena ada dua mukena saja yang tergantung di pintu.


"Eh mau sarapan apa?". tanya Mela.


"Itu aja sih di angetin, ayam yang semalem".


"iih, susah angetinnya tau. Kita beli nasi uduk enyak lala aja yuk".


"Ide bagus, enak tuh pake bakwan anget anget. Sekarang aja nanti keburu abis, tau sendiri cepet banget abisnya".

__ADS_1


"Gua aja deh yang keluar beli. Lu berdua di sini aja tungguin. Deket ini kan. Lu pada mau pake apa?". tanya Mela pada kami.


"Gua biasa aja, pake sambel. Bakwan satu, gak usah pake semur lah Mel". jelasku.


"Gua juga deh sama kayak Mima". ucap Mia.


Akhirnya kami sarapan nasi uduk pagi ini.


Aku jadi teringat semalam. Mas Andik kan pulang, apa Mela tidak menawarkan mas Andik sarapan juga yaa?


Setelah Mela sampai, kita langsung ke dapur untuk sarapan.


Mela membuat kan kami teh hangat dan juga susu. Padahal air putih saja cukup yaa.


Gak apa apa deh rezeki namanya, hihihi.


Kami pun mulai makan tanpa suara. Tak lupa berdoa sebelum makan.


Aku jadi teringat mas Andik.


"Mel, lu gak tawarin mas Andik sarapan juga? kan semalem dia pulang. Mungkin mau juga sarapan Mel". ucap ku setelah selesai makan.


"Hhaahh?? mas Andik?? mas Andik kemarin telepon kalo dia gak pulang mim".


"Bbbrrrrtttt". air minum ku menyembur kemana mana.


Mela buru buru mengambilkan lap dan tisu, juga air putih karena aku tersedak.


"Minum dulu mim, nih". ku minum sedikit air nya dan agak lega juga.


Setelah lega ku bertanya lagi.


"Mm.. mas Andik. Dia bilang katanya gak pulang gitu???". tanya ku lagi.


Mela mengangguk.


"Serius mas Andik gak pulang?" tanyaku memastikan.


"Iyaa mim, kenapa sih emang nya?".


"Semalem mas Andik pulang, dia masuk kamar nya. Gua liat sendiri kok". ucapku dan membuat semuanya memandangi pintu kamar Abang nya Mela.

__ADS_1


Seketika bulu kuduk kami meremang.....


__ADS_2