
Di belakang rumah ku memang masih ada lahan lagi.
Halaman belakang di gunakan untuk mencuci dan ada pembuangan air atau c*mberan.
Karena dilingkungan sekitar ku sudah di beri akses gorong gorong untuk saluran air, maka c*mberan di belakang sudah tidak fungsi lagi. Maka dari itu orang tuaku berencana akan menguruk dan menjadikannya kamar lagi.
Aku seneng sih akan dapat kamar lagi, tapi yaa ngeri ngeri sedap juga kamar ku berada di ujung rumah. Cukup jauh dari kamar mama dan kakak di depan.
"Ah gak papa deh, yang penting punya kamar sendiri. Kalo temen main seru juga punya kamar sendiri". gumamku sendiri.
Ternyata rencana mama papa ku lebih cepat dari perkiraan. Karena di depan sudah ada truk pengangkut bahan material dan beberapa tukang.
"Dek itu pintu dapur tolong tutup dek biar debu nya gak terlalu ke dalam". titah mama ku.
"Iyaa mah".
Hari ini hanya menyiapkan material saja. Pembangunan nya besok baru di kerjakan. Karena hari sudah siang.
Dari pada bosen di rumah, aku bergegas ke rumah teman teman ku.
Kali ini aku ke rumah Mela. Karena Mia sedang ke rumah saudara nya ada acara.
"Assalamualaikum, Mela main yoookk". ucap ku di depan pagar rumah Mela.
"Iyaa masuk aja". tak lama Mela keluar dan membukakan pintu rumah nya.
Akhirnya aku main berdua saja di dalam rumah Mela.
Di luar cuaca sedang panas sekali. Akhirnya aku main di rumah saja.
"Eh lu udah makan?". tanya Mela.
"Udah sih. Gua minta minum es aja Mel". haus sekali rasanya.
"Tunggu di kamar gua aja mim. Gua ambilin minum sama cemilan dulu di dapur".
__ADS_1
Aku pun masuk ke kamarnya Mela.
Tak lama Mela pun masuk membawa air es dengan sirup M*rjan cocopandan. Serta toples cemilan.
"Eh sepi banget rumah lu Mel. Pada kemana?".
"Iyaa, emak bapak gua kondangan. Gua males ikut. Makanya di rumah doang".
"Sendirian berani aja lu. Mas lu belum pulang?".
"Belum lah, mana ada tugas jam segini udah pulang wkwkwk".
Mela mempunyai seorang Abang seorang polisi.
"Iyaa yaa, lupa gua Mel hahaha".
"Eh gua mules nih. Lu nonton tivi aja dulu deh, gua ke WC dulu".
Mela berlarian ke kamar mandi. Kebelet banget kayaknya.
Ku nyalakan tivi. Ku cari Chanel tivi yang seru.
Akhirnya ada yang menayangkan film legendaris Suzana.
"Yaelah mendukung banget sih, sepi, sunyi, film nya Suzana". ucapku sambil membuka toples cemilan.
Mela sungguh betah sekali di kamar mandi.
Sudah sekitar delapan menit dia mendekam di WC.
"Yaelah Mela lama amat sih".
Terdengar suara ketukan pintu depan. Karena Mela masih di kamar mandi, aku keluar kamar lalu mengintip dari jendela di samping pintu sebelum membuka pintu. Siapa tau orang tua Mela sudah pulang.
Ku sibak gorden sedikit. Kemudian aku terkejut !!
__ADS_1
"Lah, gak ada siapa siapa. Pager nya juga masih ketutup. Siapa yaa?" aku mulai merinding.
Aku menyusul ke belakang saja. Mela benar benar lama di WC. Seperti nya dia sedang menciptakan satu album deh.
"Mel, lama amat sih. Gua takut sendirian ".
sunyi....
"Meeellll". ku gedor gedor pintu kamar mandi belakang.
Namun yang ku dengar malah suara Mela ada dari arah depan. Di depan juga ada kamar, dan di dalam nya juga ada kamar mandi nya.
"Lu ngapain mim di belakang? kebelet juga?". tanya Mela dengan santai nya.
"Lah kok lu dari situ? bukannya lu pup disini yak?". tanya ku dengan keheranan.
"Kagak mim. Gua ke WC depan".
deg
deg
deg
Jantungku berpacu cepat sekali. Jelas jelas tadi ku lihat Mela ke arah dapur.
Tapi kenapa dia bilang malah di WC depan?
Kepalaku pusing jadi nya.
Belum lagi suara ketukan pintu yang membuat merinding.
"Yaudah yuk nonton lagi". Akhirnya aku mengikuti Mela ke dalam kamar lagi.
'Gua kenapa sih ya?' batinku terus bertanya-tanya.
__ADS_1