
Kejadian menginap di rumah Mela selalu terbayang-bayang di ingatanku. Sampai saat aku mulai besar.
Makin hari, yang ku rasakan makin intens saja.
Tak terasa kini aku sudah beranjak remaja.
Sekarang aku sudah memasuki kelas dua SMP.
Sekolah ku tak terlalu jauh dari rumah ku. Naik angkutan umum sekali sudah sampai ke sekolah. Aku masuk SMP yang sama dengan teman teman satu SD yang dulu.
Sekolah ku itu cukup besar, berada di tengah perkampungan warga.
Sekolah yang bersih dan lumayan sejuk karena banyak pohon pohon besar di dalam nya.
Jadi tak terlalu panas ketika siang hari.
🌼🌼🌼
Suatu hari, di sekolah tepat nya hari Sabtu dimana para siswa akan melaksanakan ekstra kurikuler yang mereka pilih.
Aku sendiri memilih ekstra kurikuler Pramuka dan voli.
Pada pagi hari aku akan melakukan kegiatan Pramuka lalu di susul olahraga voli.
Pagi itu berjalan dengan semestinya.
aku berangkat ke sekolah bersama teman teman ku, namun mereka berbeda pilihan ekstra kurikuler.
Aku bersama Vina, Nia, dan Silvi berangkat bersama.
Kami pun masing-masing berbeda pilihan ekstra kurikuler.
Aku Pramuka, Vina dan Silvi memilih paskibra, sedangkan Nia memilih ekstra kurikuler PMR.
__ADS_1
Kami pun sibuk masing-masing. Kami juga janjian akan pulang bersama ketika sudah selesai.
Siapa yang selesai lebih dulu harus menunggu yang lain di teras taman depan sekolah.
Hari semakin siang, aku sudah selesai dengan kegiatan ku.
Sedangkan yang lain belum selesai.
Yang lain melakukan kegiatan nya di lapangan depan sekolah.
Sedangkan aku di lapangan di dalam agak pojok sekolah.
Di lapangan ini sudah mulai sepi.
Aku duduk di bawah pohon yang ada teras nya sedikit yang memang di buat untuk duduk duduk.
Sambil istirahat mengatur pernafasan karena lelah bermain voli dan sebelum nya juga mengikuti kegiatan Pramuka.
Sambil melihat dari kejauhan teman teman ku yang juga sudah mulai selesai melakukan kegiatan.
Awalnya tak ku hiraukan.
Sampai akhirnya terdengar jelas tangisan itu berasal dari sebuah kelas.
Memang bangunan sekolah ku yang paling pojok ini sudah sangat lama sekali.
Jadi terlihat sekali tua nya. Sampai saat ini belum ada renovasi yang akan dilakukan pada bangunan tua ini.
Kursi dan meja nya pun terlihat sudah lama juga.
Banyak coretan tipe ex memenuhi meja dan kursi.
Tapi jika sedang ramai, tak akan terlihat kesan horor nya dan tua nya.
__ADS_1
Tapi jika sedang sepi seperti sekarang ini, barulah aura seram nya nampak jelas.
Ku susul asal suara itu dengan ragu. Namun juga penasaran.
Aku takut malah ada siswa yang sedang di rundung atau sedang di bully.
Aku tipe orang yang tidak bisa melihat orang lain atau siswa lain yang di bully.
Dengan senang hati aku akan membela orang itu.
Seenak nya saja membully atau merampas uang teman sendiri.
Seperti preman saja.
Suara tangis itu masih ada, ku cek satu persatu kelas yang memang pintu nya terbuka semua.
Waktu aku mengecek kelas kedua, suara tangis pun berhenti.
Aku tak melihat siapapun di sini.
Karena memang sebagian siswa sudah selesai dengan kegiatannya.
Aku baru menyadari kalau sekolah mulai sepi.
Aku terkejut karena mendengar teriakan panggilan teman temanku yang mengajak ku pulang.
"Wooyyy maaaaa. Ayo baliiiikkkk. Ngapain lu disitu? uji nyali?". teriak Silvi temanku.
"Eh iyaaaa tungguuuu". Aku celingak-celinguk memperhatikan sekitar, memang tak ada orang lain selain aku.
Seketika bulu kuduk ku meremang.
Ku putuskan untuk berlari sekencang mungkin menyusul teman temanku untuk pulang.
__ADS_1
Aku menyadari kalau ada yang tak beres.