Apa yang Aku Lihat?

Apa yang Aku Lihat?
8


__ADS_3

Esoknya aku mengikuti saran Silvi. Malam itu memang aku seperti nya lupa membaca doa.


Setelah pulang sekolah, aku berjalan kaki dengan teman teman. Sebenarnya jarak dari rumah ke sekolah lumayan jauh. Tapi, karena beramai-ramai jadi tidak terasa lelahnya.


Aku pulang ketika matahari berada tepat di atas kepala ku.


Panas !!


Mendekati perkomplekan, aku melewati gang kecil yang di sebelahnya ada kebon lagi tapi berpagar. Pagarnya terbuat dari kayu kayu yang di susun menjadi pagar. Tak terlalu rapat susunannya, sehingga kita masih bisa melihat ke dalam nya.


Tapi yaa memang hanya kebun kosong, di belakang kebon itu ada sebuah gardu listrik.


Maka dari itu, jalanan gang kecil ini di sebut gang gardu.


Aku melewati jalan setapak itu bersama teman teman.


Aku berjalan paling depan.


Buugghh.....


Teman semua menabrakku dari belakang karena aku berhenti mendadak.


"Et dah, kenapa sih lu ma ngerem mendadak gitu".


Aku memfokuskan pandangan ku ke samping ujung kebon. Karena seperti nya aku melihat ada seorang laki laki. Terlihat dari postur tubuh nya dan memakai pakaian laki laki memang. Tapi karena terhalang halang tanaman yang merambat di pohon jadi tidak begitu jelas terlihat.


"Lu liatin apaan sih". Silvi menepuk pundak ku lumayan kencang, membuat aku kaget sekali.


"Itu tadi....". aku tak melanjutkan ucapan ku, karena begitu ku menoleh lagi, orang itu sudah pergi entah kemana.

__ADS_1


Celingak celinguk ku mencari di sekitaran kebon itu, tapi nihil.


Seharusnya dia lewat pintu depan tadi kalau pergi. Tapi pintu kebon itu kan terkunci. Kebon ini di kelilingi pagar kayu.


"Yaudah jalan lagi yok. Udah gerah nih". ucap Wahyu teman sekelas ku juga.


Ku lanjutkan langkah ku menuju rumah.


Aku bingung kenapa jadi sering melihat hal hal di luar nalar ku.


Aku jadi risih dan ngeri kalau gini. Apalagi kalo lagi sendirian.


Serta mimpi ku yang aneh itu.


Sesampainya di rumah aku memberi salam.


"Assalamualaikum".


Sepertinya mama dan adikku sedang keluar. Papa kerja, dan untuk kakak ku seperti nya ada kegiatan tambahan di sekolah.


"Yah gak ada orang kayaknya deh". ku masuk saja ke dalam.


Menuju ke kamar mandi, mencuci kaki, tangan. Lalu ke kamar untuk berganti baju.


Ku rebahkan badan ini. Betis terasa kencang.


Lama lama mengantuk juga rasanya. Nyaman sekali di kasur ku tercinta.


Akhirnya aku terlelap...

__ADS_1


Sekitar lima belas menit ku tertidur. Lagi lagi aku bermimpi wanita itu. Padahal tidur ku hanya lima belas menit saja.


Aku terbangun juga karena suara adik balita ku si pia yang baru saja pulang bersama mama.


"akak akak, mangun". Kakak kakak bangun, begitu artinya.


Akhirnya ku beranjak dari pulau kapuk ku.


Adikku mengajak makan siang. Memang terasa perih perutku karena pulang sekolah langsung tertidur.


Aku masih aneh rasanya dengan mimpiku. Apa gak ada mimpi lain ya? ada apa sih dengan wanita itu?


"Mama dari mana tadi mah?".


"Tadi habis ke rumah nenek". Nenek yang di maksud mama ini adalah adiknya nenek kandungku. Yaa nenek ku juga berarti kan.


"Oohh gitu". ku lanjutkan makan ku sampai habis.


"Oh iyaa, rencana nya mama mau buat kamar lagi di belakang dek". ucap mama ku.


Memang aku ingin sekali berpisah kamar dengan kakak ku.


Sering kali aku dan kakak ku bertengkar.


Kadang pertengkaran kami menggunakan 'senjata'.


Aku memakai sapu, kakak ku menggunakan kain pel.


Mama sendiri sempat kesal dengan ulahku dan kakak ku yang sering kali bertengkar.

__ADS_1


Namun, hal itu tidak serius tentu nya.


Sehabis perang, kami pasti berdamai lagi.


__ADS_2