Apa yang Aku Lihat?

Apa yang Aku Lihat?
15


__ADS_3

"Lu yakin?". tanya Mela yang raut wajah nya juga berubah pucat.


Aku pun mengangguk tanda mengiyakan pertanyaan Mela.


Tak lama terdengar suara pagar di geser. Lalu di susul ketukan pintu.


Karena pintu di kunci, Mela segera membuka pintu depan. Karena siapa tau itu orang tua nya atau kakaknya.


"Assalamualaikum".


"Waalaikumsalam, eh mas udah pulang. Eh gue mau tanya deh". ucap Mela.


"Nanti dulu ya dek, gerah nih. Mas mandi dulu, ganti baju dulu, di tawarin minum gitu kek sama makan. Ini mah langsung di tanya tanya". ucap mas Andik lalu masuk ke kamarnya, persis seperti semalam. Lalu dia menuju kamar mandi melewati aku dan Mia yang masih duduk di meja makan.


Mas Andik tersenyum lalu menyapa kami.


"Eh ada Risma sama Mia. Nemenin Mela ya semalem?"


"Ia mas". jawab aku dan Mia bersamaan.


"Yaudah, mau bersih bersih dulu yaa".


Mas Andik pun masuk ke dalam kamar mandi, aku hanya melongo melihat mas Andik yang baru saja pulang.

__ADS_1


Padahal jelas jelas aku melihat nya semalam pulang ke rumah.


Aku tidak mungkin bermimpi, karena aku belum tertidur semalam.


Aku dan Mia pindah ke ruang keluarga dekat kamar Mela.


Sambil bermain rumah rumahan boneka beserta boneka kecil kecil nya.


Saat sedang asyik main, mas Andik sudah rapih dan tengah membaca koran di ruang tamu dekat dengan kami.


Sambil membawa teh hangat di tangan nya lalu di letakkan di meja.


Ku perhatikan kakak nya teman ku ini dari atas sampe ke bawah.


Ku ulangi lagi memperhatikan nya dari ujung rambut sampai ujung kaki.


Mas Andik yang merasa di perhatikan langsung menoleh dan bertanya padaku ada apa.


Aku yang kepergok agak kikuk menjawab pertanyaan mas Andik. Aku bingung bagaimana ceritanya.


"Ris, apa ada yang aneh sama mas Andik?" tanya nya.


"Eh, hhmm nggak kok". jawabku gugup.

__ADS_1


"Kenapa dari tadi lihatin nya gitu? ada apa?" tanya mas Andik lagi. Aku semakin bingung jawab nya.


"oh, itu. Ng .. nggak ada apa apa mas. Bener". aku tak enak menanyakan kejadian semalam.


Mela muncul dari dapur membawakan brownies cokelat di piring untuk kami. Lalu dia menjawab pertanyaan mas nya itu.


"Mas, Lo semalem emang nya ada pulang ke rumah?". tanya Mela.


"Hah ? pulang? kan gue telepon lo kalo pulang nya pagi. Emang kenapa?". tanya mas Andik penasaran.


"Risma bilang, semalem ada suara yg buka pagar rumah. Terus ada suara buka pintu depan. Awalnya Risma gak berani keluar, takut nya maling. Tapi dia beraniin juga ngintip dari pintu kamar gue, dia buka sedikit. Tau nya dia liat Lo pulang dan masuk ke kamar. Makanya dia bingung pas gue bilang Lo itu gak pulang semalem. Tapi pagi ini". jelas Mela.


Wajahku berubah pucat, tangan juga keringat dingin.


Mas Andik menatap ku, lalu bertanya lagi.


"Kamu lihat mas pulang semalam? pakai baju apa?".


"Hhmmm,, Risma lihat mas Andik pulang pakai seragam tugas tadi. Tapi Risma tanya mas Andik diam aja. Malah nyelonong masuk kamar. Risma pikir mas capek makanya malas jawab". jelasku lagi.


"Oh gitu. Tapi mas beneran baru pulang sekarang ris. Mungkin 'dia' iseng aja sama kamu. Udah jangan di pikirin yaa, main lagi aja". Mendengar penjelasan mas Andik, lutut ku rasanya lemas sekali seperti tak ada tulang nya untuk menyanggah.


Karena apa?

__ADS_1


Karena semalam sangat jelas sosok persis seperti mas Andik pulang dan masuk kamar.


Bagaimana mungkin???


__ADS_2