ARETRA

ARETRA
BAB 11 •| Hilang ingatan


__ADS_3

Keesokan nya Aretra membuka mata akan tetapi, hal buruk kini menimpa nya dia kehilangan sebagian ingatan juga penglihatan dia.


Awal nya dokter memeriksa bagian mata Aretra akan tetapi tidak ada masalah, ternyata benturan yang cukup keras membuat Aretra kehilangan penglihatan juga ingatan nya untuk sementara.


Dokter menyebutkan Bahwa benturan di kepala Aretra yang menyebabkan ini semua, tapi semua ini akan kembali dengan berjalan nya waktu.


"mahh, yahh kok lampunya gak di nyalain gelap banget aretra takut, ya alloh kenapa gelap banget"ucap Aretra yang baru terbangun.


Ahdian mendengar suara itu dari luar, dia bergegas masuk dan ternyata benar Aretra sudah sadar, Ahdian mencoba mengenangkan nya tetapi.


"ret tenang kamu ada dirumah sakit, jangan banyak bergerak Ahdi disini" kata Ahdian menyentuh rambut Aretra.


"Ahdi? ka-kamu siapa kenapa kamu mengenalku, dan ini gelap jangan menyentuh ku" balas Aretra ketakutan.


"apaa!!"teriak Ahdian.


Dia pun memanggil dokter, kini Aretra sudah tenang karena diberi suntikan penenang, akan kah keluarganya menerima hal ini.


Semuanya berada diluar ruangan rawat Aretra, dokter mengatakan ini tak akan berlangsung lama, tetapi Ahdian semakin takut karena Aretra tidak mengenalinya.


*keesokan harinya


Ahdian membawa hadiah untuk Aretra meski mungkin tak akan menghilangkan rasa kecewa karena kini Aretra tak bisa melihat setidaknya Ahdian bisa melihatnya tersenyum.


"Assalamualaikum, cantik"kata Ahdian.


"waalaikumsalam, kamu siapa?" tanya Aretra.


"penting sekali kah namaku?"jawab Ahdian.


"mau apa kamu menemui ku?"tanya Aretra.


"Aku ingin memberikan mu sesuatu setidak nya bisa menghilangkan kesedihan mu" jawab Ahdian.


"apa bisa? apa yang kamu bawa"kata Aretra.


Dia pun memasang headset ke sebelah telinga Aretra dan sebelah lagi di telinga nya, Ahdian pun menyalakan musik dan Aretra sangat menyukainya Aretra pun tersenyum.


Selain itu Ahdian juga memasang lilin aroma terapi karena Aretra sangat menyukai nya aroma itu membuat dia tenang.


"kamu suka?"tanya Ahdian.


"iyaaa suka, makasih" jawab Aretra.


Mereka pun mendengar kan lagu itu, jam sarapan Aretra suster membawakan bubur ke kamar rawat juga obat.


"Mbak ini bubur dan obat nya jangan di habiskan yah, nanti kalo sudah saya dan dokter akan memeriksa keadaan mbak"kata suster.


"baik sus"jawab Aretra.


"mau sarapan? biar aku suapi" kata Ahdian.


"emm iyaaa"balas Aretra.


Ahdian pun menyuapi Aretra dengan hati-hati, meski pun ingatan nya belum kembali tapi Ahdian yakin bahwa Ingatan itu akan kembali segera, selesai makan dan minum obat Dokter pun datang dan memeriksa keadaan Aretra ternyata dia sudah di perbolehkan pulang.


"tubuh mu sudah membaik kemungkinan besar besok kamu boleh pulang akan tetapi tetap harus meminum obat agar sakit kepalamu tidak kambuh"kata dokter.


Aretra hanya tersenyum, Ahdian mengerti keadaan ini membuat Aretra tidak terbiasa, dia pun menyemangati Aretra agar dia tidak berpura-pura baik-baik saja.


"heii kenapa?"tanya Ahdian.


"tidak apa-apa, apakah kamu akan menemaniku saat aku dirumah?" tanya Aretra.


"jika kamu meminta aku akan melakukanya Aretra" jawab Ahdian.

__ADS_1


"sebenarnya kamu siapa? kenapa kamu begitu baik kepadaku" tanya Aretra.


"aku teman baik mu, panggil aku dian saja" jawab Ahdian.


Aretra pun mengangguk, Ahdian pun memberitahu bahwa dia akan membacakan sebuah cerita dan aretra setuju untuk mendengarkannya.


Sampai pada akhirnya Aretra tertidur lelap mendengar cerita Ahdian, melihat Aretra tertidur dihadapannya membuat Ahdian menangis teringat kejadian itu.


Dia akan membayar perbuatannya, karena dia tau bahwa Aretra kuat bahkan dia yakin sebentar lagi Aretra akan mendapatkan penglihatan nya.


*waktu berlalu azan Dzuhur pun berkumandang


Aretra terbangun mendengar suara Azan, Ahdian melihat Aretra terbangun dia pun menghampiri dan bertanya.


"Sudah bangun yah? tadi suster membawakan puding juga obat, kamu mau memakanya sekarang?" tanya Ahdian.


"nanti setelah aku sholat dzuhur aku akan memakanya"jawab Aretra.


Mungkin Aretra ingatan Aretra soal Ahdian bisa hilang tetapi ingatan nya soal pencipta juga iman nya tak akan hilang begitu saja itu membuat Ahdian pun tertegur untuk melaksanakan sholat.


"emm baik lah, aku juga akan pergi kemushola".


*mereka berdua pun sholat dzuhur.


selesai sholat Aretra berdoa.


"ya alloh engkau menghilangkan sebagian ingatanku bukan? dan engkau membuat ku kehilangan penglihatan ku"kata Aretra.


"sunggu aku tak akan menyalahkan mu, aku yakin bahwa ini ujian yang harus aku lewati, dan engkau tak akan menguji melebihi batas kemampuan hambamu ini" lanjut nya.


"bahkan engkau masih mengirimkan Dian untuk menemaniku, aku tidak mengenalnya tetapi aku yakin dia adalah orang yang baik"terus nya.


disisi lain Ahdian berdoa.


"ya alloh aku hambamu yang belum bisa dibilang sangat suci, tapi aku tau seburuk apa pun diriku engkau tetap akan mendengarkan doa ku"kata Ahdian.


"Aamiin" ucap mereka berdua.


Saat mengangkat kedua tangan Aretra dan menyentuh wajah subhanallah doa Ahdian terkabul kini Penglihatan Aretra kembali.


saat membuka mata Aretra bisa melihat seperti sebelumnya dan dia menangis seduh, pintu terbuka Aretra mengira bahwa itu Dian tenyata orang itu adalah reza.


"ya alloh alhamdulilah terimakasih" ucap aretra menangis.


Reza yang baru masuk mendengar itu dan mengecek keadaannya dia takut Aretra kenapa-kenapa.


"ada apa? kamu baik baik saja" tanya Reza.


"DIAN aku bisa melihat lagi" jawab Aretra.


'dian dia mengira bahwa aku Ahdian hemm menarik' pikir Reza.


"benar kah aku ikut senang, kamu diam dulu aku akan panggilkan dokter okey"kata Reza.


"iyaa" balas Aretra senang.


Tak lama saat Reza keluar Ahdian masuk dan melihat Aretra bisa memakan puding sendiri.


"Raa kamu sudah bisa melihat? alhamdulillah doa ku terkabul begitu cepat, terimakasih ya alloh" kata Ahdi.


"kamu siapa?"tanya Aretra heran.


" aku Dian raa yang nemenin kamu" jawab Ahdian.


" jangan mengaku-ngaku Dian sedang memanggil dokter dan kamu siapa" kata Aretra.

__ADS_1


"demi alloh aku Dian ra" balas Ahdian.


itu membuat kepala Aretra sakit, tapi untung Reza datang membawa dokter, Ahdian pun curiga bawa Reza memiliki niat buruk terhadap Aretra.


"ada apa ini"kata Reza.


"Dian kepala ku sakit"balas Aretra.


Reza melihat Ahdian dan mengerti, Reza pun membawa Ahdian keluar dan berdebat dengan Ahdian.


"woii apa maksud lu ngaku-ngaku kalo lu itu dian" kata Ahdian.


"bukan gue tapi Aretra sendiri yang mengira kalo gue itu lu jadi mending lu diem dari pada Kepala Aretra terus-terusan sakit karena lu"balas Reza.


"kalo lu berniat buruk lebih baik lu jangan macem-macem atau gak gue gak akan tinggal diem" tegas Ahdian.


"ya ya ya Gue cuman bakal manfaatin keadaan ini buat deketin Aretra dan ngebuat dia benci sama lu jadi lu lebih baik pergi" balas Reza.


Ahdian kesal karena hal itu tapi dia berusaha sabar dan pergi dari rumah sakit, Ahdian akan tetap mengawasi Aretra dari jauh, bagaimana pun juga dia tidak akan tinggal diam jika Reza menyakiti Aretra.


*3 hari kemudian


Aretra mulai masuk ke sekolah dia berangkat bersama Reza, semua orang iri dengan Aretra karena dia bisa berdekatan dengan Reza tanpa harus debat dahulu, Reza mengantarkan Aretra sampai kelas, Ciandra yang keheranan pun mendekati Aretra.


"haii Aretra gimana udah enak kan?"tanya Ciandra.


"udahh kok, emm tapi maaf kamu siapa?"jawab Aretra bertanya balik.


"loh kamu.."kata Ciandra terpotong oleh Ahdian.


"dia kehilangan sebagian ingatan nya cia, dan sekarang yang dia kenal hanya Reza ketua osis itu"sambung Ahdian.


"loh kamu yang ngaku-ngaku pas dirumah sakit itu kah"kaget Aretra.


"yaa namaku Ahdian, dia Ciandra "kata Ahdian.


"yaampun aku gak tau tapi ingatan nya bisa balik gk dian"kata Ciandra.


"kata dokter ingatan dia hanya hilang sementara ntah sampe kapan" kata Ahdian.


Aretra termenung Ahdian tau semua soal dia, bahkan perkataan dokter pada saat itu sebenarnya siapa Ahdian sebenarnya.


*bell pun berbunyi


"Ahdii seperti biasanya kamu sekelompok dengan Aretra yah"kata bu Azki.


"pak bisa ganti gak" tanya Ahdi.


"gak bisa"jawab Bu azki.


Ahdian pun menghela nafas, Aretra memandang Ahdi, mereka berdua pun duduk sebangku, dan mulai mengerjakan tugas nya


Ciandra yang melihat mereka hanya sedih karena ingatan Aretra yang hilang Ahdian jadi badmood. 3 jam berlalu tetapi tugas kelompok mereka belum selesai bu Azki menyuruh melanjutkannya dirumah.


"lanjuti dimana?" tanya Aretra.


" TERSERAH" jawab Ahdian.


"dih gak jelas banget sih"kata Aretra.


Ahdian pun pergi meninggalkan Aretra, meski dalam hatinya tetap ingin di dekat Aretra tapi kini dia harus menjauh agar Aretra baik-baik.


*jam olahraga


Tubuh Aretra mungkin sudah fit akan tetapi keadaannya belum sembuh total, Ahdian sudah memperingati Aretra tapi karena keras kepala nya Aretra tidak mendengarkan.

__ADS_1


"lebih baik kamu jangan dulu ikut olah raga" ucap ahdian.


"berisik ngatur" balas Aretra.


__ADS_2