ARETRA

ARETRA
Bab 14 •| Terulang lagi


__ADS_3

Sesampainya Ahdian dirumah dia, bercerita kepada bundanya sungguh bahagia Ibu Ahdian mendengarnya dengan begitu seru.


Aretra mungkin sering bermain dengan Ahdian tapi tidak dengan bertemu Bunda Ahdian, Ahdian membuat Ibu inggin sekali bertemu dengan Aretra, membuat Ahdian berjanji akan membawa Aretra merubahnya.


Kini hari dengan hari, ingatan Aretra mulai kembali, tubuhnya mulai pulih seperti semula, kabar ini mungkin baik bagi Ahdian tapi tidak dengan Reza , Dia dibuat dilema dan sedih, Aretra membuat hatinya yang beku mencair dan luluh, Dia berfikir apakah Dia harus melupakan Aretra, atau kah Aretra akan meninggalkan Reza.


Di jembatan panjang yang gelap di malam hari, Dan berpikir Apakah dia akan tetap bersama dengan Aretra.


"Apakah kamu akan tetap bersamaku ta Aku nggak mau kamu pergi begitu aja apalagi meninggalkanku karena dia." kata Reza.


"Gue tahu gue jahat tapi gue nggak mau kehilangan lu ta." sambung Reza.


"Za, apa dia berhasil dapetin lo tanpa usaha kaya gue? apa lu gak bakal pernah sadar kalo gue itu suka sama lo" ucap Gita dari kejauhan.


*beberapa hari kemudian


Sudah mendekati ulangan semester dan Aretra berhasil mendapatkan ingatannya kembali saat dia terbangun di tengah malam tepat jam 2 pagi karena bermimpi hal yang buruk.


Dalam mimpinya kejadian itu terulang, bahkan saat matanya buta dia melihat semuanya akan tetapi dia masih tidak percaya.


"Astaghfirullah, ya alloh mimpi apa itu" ucap Aretra kaget.


Dengan keadaan tubuh yang berkeringat dia terbangun, dan bergegas mengambil wudu


Saat kembali ke kamar dia mengambil tasbih dan mulai berzikir, dia berzikir dengan bersungguh-sungguh dan berharap pikirannya kembali menjadi tenang.


Beberapa menit kemudian saat Aretra memejamkan mata bayangan kejadian itu muncul lagi, Dia berusaha tenang dan ketakutan tapi dia mencoba terus menghadapi semua ini.


Hingga pada akhirnya kepalanya sakit, dan semua bayangan di pikiran dia terlihat jelas dibenaknya membuat dia Air matanya menetes, dan terdiam bisu begitu saja


Sampai azan subuh dia menangis, akan tetapi dia langsung berhenti dan langsung mengerjakan ibadahnya, dan pergi mengambil wudu dia pun berdoa dan menangis didalam sujudnya.


Jam 06.00 dia pun memulai hari meski tadi sempat menangis, tapi dia harus tetap berpura-pura agar kedua orang tuanya tidak khawatir.


Dia pun pergi kemeja makan, dengan muka tersenyum dan seolah-olah tadi tidak terjadi apa-apa, dia pun duduk di bangku makan.


"pagii sayangg"ucap Bunda Aretra.


"Pagi juga bun"balas Aretra.


"ayah mana bun?"tanya Aretra.


"kenapa? tumben banget nanyain ayah hemm?"jawab Ayah Aretra.


"gakpapa soalnya tadi gak keliatan"kata Aretra.


"segede gini masa gak keliatan sih dek, kamu ini harus diperiksa matanya"kata Ayah Aretra.


"ehkk gak gak mata Adek tuh sehat yah, cuman kan ayah baru dateng" balas Aretra.


"sama aja, emm wihh wangi banget kamu dek hayoo mau ketemu siapa"kata Ayah.


"adek sekolah yahh"balas Aretra.


"heh udah kok malah pada berantem, udahh makan dulu nanti telat loh"kata Bunda.


"Iyaa bundaa cantikk" Balas Aretra dan Ayahnya.


Pukul menunjukan jam 06.20 dan Reza sudah ada didepan menjemput Aretra, mereka berangkat kesekolah bersama-sama dan sepanjang perjalanan mereka tidak berbicara sama sekali.


Sesampainya disekolah di gerbang Reza dipeluk oleh Gita dari depan membuat Aretra merasa jadi nyamuk dia ingin pergi akan tetapi tangannya di pengang oleh Reza membuat Aretra terhenti.


"Ezaa pagii" ucap Gita sambil memeluk.


"Pagi"balas Reza.


Aretra pun melangkah mendahului tapi di cegah oleh Reza, untungnya Ahdian datang sebelum Gita melakukan hal yang akan membuat Aretra celaka.


"Dia siapa?"tanya Gita.


"Aretra" jawab Reza.


"ohh"ucap Gita.


Gita mencoba melepaskan tangan Reza yang memegang tangan Aretra.

__ADS_1


"zaaa temenin aku yuu"kata Gita.


"iyaa tapi nanti" balas Rezaa.


"ezaa sekarang" kata Gita menarik tangan Reza membuat tangan Aretra terlepas.


Aretra pun melangkah pergi, pada saat yang bersamaan Ahdian melihat Aretra dan menghampirinya, saat melihat kebelakang Ahdian melihat Reza yang sedang bersama Gita, Disana Ahdian langsung mengajak Aretra menuju ke kelas.


Reza sebenarnya marah melihat Ahdian bersama dengan Aretra, tapi Apa boleh buat dia juga tidak bisa membentak Gita bukan.


"Aretra jalan bareng"ajak Ahdian.


Aretra hanya mengangguk tersenyum, mereka pun pergi ke kelas bersama saat sesampainya dikelas Ciandra melihat Aretra dan bertanya.


"Ta you gakpapa?"tanya Ciandra.


"gakpapa kok"jawab Aretra.


"kamu yakin?"tanya Ciandra.


"yaa"jawab Aretra.


Ahdian yang mendengar jawaban itu merasa janggal, Aretra tidak pernah begini sebelumnya ada apa yang terjadi kepada Aretra.


Dari awal masuk sampai jam istirahat pertama Aretra tidak berbicara dia hanya diam, membuat Ahdian khawatir.


Saat Ciandra dan Ahdian mencoba menghibur Aretra, Gita datang dan merusak suasana, selain Gita kakak kelas mereka, Gita juga adalah Sepupu Ciandra.


*Ahdian berkode kepada Ciandra.


"kiww cantik jangan cemberut nanti cowo-cowo pada kabur loh"kata Ahdian.


"taa masa sih gak mau ketawa lucu tau"sambung Ciandra.


"gak sama sekali"balas Aretra.


"hadehh kalo gini ceritanya, kageyama bakalan kabur sih" ucap ahdian.


"BERISIK"ucap Aretra.


"sudah ku tendang!!"jawab Aretra.


"jahat banget"kata Ahdian.


"bener sih ta gak salah hahah"kata Ciandra.


"woii gak usah ikut-ikut"balas Ahdian.


"Biarin dia temen ku"kata Aretra.


Ahdian pun berjongkok membelakangi mereka di tangga, Aretra dan Ciandra pun tertawa.


"Hahah, so imut banget"kata Aretra.


"bocil kumisan"kata Ciandra.


Gita pun datang ke kelas dan mencari Aretra hampir saja dia Menampar Aretra tapi tidak semudah itu.


"Dimana Aretra"kata Gita.


semua orang menatap Aretra.


"Kenapa nyariin Aku?"tanya Aretra.


"jauhin reza dia milik gue"jawab Gita.


"Memang aku yang mendekati dia?"tanya Aretra.


"Dih cewe kek lu gak pantes buat Reza lebih baik lu jauhin atau Lu mati di tangan gue"kata Gita.


"coba ulang"kata Ciandra.


"kamu memang kakak kelas, tapi sikap mu?"kata Ahdian.


"Ahdian, Ciandra kalian melindungi dia wah hebat yah kamu berhasil membuat kedua teman ku pihak mu"kata Gita.

__ADS_1


"Dasar perempuan perebut"Kata Gita.


Hampir menampar Aretra tapi di cegah oleh Reza, Reza kesal dengan kelakuan Gita Dan membawanya pergi keluar.


"CUKUP" kata Reza.


Reza memegang tangan Gita dan membawanya pergi keluar, Dia membawa Gita ke lorong.


"Za sakit lepass loh" kata Gita.


"Sakit? apalagi kalo kamu tadi berhasil nampar Aretra, mungkin bakal lebih sakit dari ini" kata Reza.


"Kenapa sih za"ucap Gita tertunduk.


"maksudnya?"balas Reza.


"Kenapa kamu lebih membela dia, padahal kamu udah disakiti sama dia" tanya Gita.


"Aku memang sakit hati, tapi ini salah ku sendiri, Ini ulah ku jadi jangan perah salahin dia"jawab Reza.


"Kamu sendiri, untuk apa kamu ke kelas Aretra dan hampir menampar dia" tanya Reza.


"Aku iri za, aku iri Dia berhasil dapetin hati lo tanpa harus berjuang mati mati kaya gue, apa pernah lo ngeliat itu semua" kata Gita.


"Dan dengan mudah dia ngambil kepercayaan dari Ahdian dan Ciandra yang udah kenal lama sama gue dari kecil, hahah lucu yah" sambung Gita.


Rezaa kaget dan terdiam, Reza tidak mengerti apa yang harus dia lakukan, dan kenapa di baru tau.


"Git"ucap Reza kaget.


"Kenapa? kaget, Aku bodoh yah Zaa ngejar kamu selama dua tahun susahnya tapi apa YANG DAPETIN HATI KAMU ITU DIA YANG BARU KAMU KENAL ZSA, AKU BODOH"kata Gita memukul diri sendiri.


Reza tidak bisa melihat Gita menyakiti dirinya Dia pun memegang kedua tangan Gita.


"CUKUP Git cukup" kata Reza.


"Aku harus gimana lagi sih zaa, hah? aku kurang apa" ucap Gita.


Reza pun memeluk Gita dan memenangkannya, Gita menangis tersedu-sedu dan meluapkan semua yang dia rasakan di pelukan Resa sampai dia merasa tenang.


*dikelas.


Aretra merasa bahwa dirinya itu hanya membuat orang sakit hati, dan apa yang dia lakukan selalu salah.


Semua teman dikelasnya kini membicarakan Aretra membuat Aretra sakit kepala, Aretra pun berlari pergi ketaman tanpa mendengarkan Ahdian.


"taa udah jangan didenger" kata Ahdian.


"kalian bisa diem gak" ucap Ciandra.


Aretra berlari dan Ahdian mencoba mengejar dan mencari Aretra sampai dia melihatnya Di Taman, Aretra terlihat murung dan mengoceh kepada diri sendiri.


"ARETRAAA arghhh kenapa sih selalu kaya gini, gak cape apa? Kedua kalinya loh aaa ya alloh kenapa ini semuaa terjadi kepala Aretra makin sakit"ucap Aretra.


"padahal engkau telah mengabulkan keinginan ku agar bisa melupakannya setelah lupa aku malah meminta itu kembali, ceroboh sekali" sambung Aretra.


Ahdian pun datang dengan membawa Eskrim coklat dan duduk disamping Aretra.


"Siapa yang mau kamu lupakan dan kamu ingat hemm?"tanya Ahdian.


"pengen tau ajaa dihhh"jawab Aretra.


"Aku tuh baik nanya malah dijawab gitu, nih mau gak kalo gak aku kasih ke anak pak Radi" kata Ahdian.


"Siniii, manaaaa" balas Aretra.


"ada syaratnya, kamu boleh ngambil ini tapi harus senyum dulu" kata Ahdian.


"Dih ribett sini, lagian senyum ku tuh mahal"balas Aretra mengambil Es krim.


"yehh dasar"kata Ahdian.


Mereka berdua memakan Eskrim berdua, sampai mood Aretra kembali Ahdian mencoba menghiburnya sebisa mungkin, membuat Aretra tertawa mungkin hal yang susah bagi orang lain tapi tidak untuk Ahdian.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2