
Setelah acara itu selesai, Resyifa memberikan sebuah surat dari Ahdian kepada Aretra, membuat Aretra kaget dari mana Resyifa mendapatkan surat itu.
"Owh iyaa ini belum selesai" ucap Resyifa pada Aretra.
"Maksud kamu apa res?" balas Aretra dengan bertanya kepada Resyifa.
"Nih baca, mungkin semua nya akan jelas" jawab Resyifa sedikit jutek.
"apa nihh, tunggu waaa kamu buat ini aaaa terhuraa aku ress" ucap Aretra dengan menyindir
"dihh enak ajaa ngapain bikin-bikin kek gitu tulisan ku jelek, udah baca aja kenapa ribet" balas Resyifa kesal.
"heheh santai kenapa" kata Aretra.
Aretra pun mulai membaca surat itu dan begitu kaget dia saat mengetahui bahwa surat itu dari Ahdian dan isi surat itu membuat Aretra tersenyum.
~isi surat~
Ehemm, Assalamualaikum
selamat ulang tahun wanita cantik,maaf aku cuman bisa ngasih ini, pasti kaget yah dapet surat kayak gini hehe.
sebenernya aku tadinya mau ngasihin langsung, tapi masa iyaa kan gak lucu.
cantik maaf kalo ini bikin kamu ilfil atau benci aku tapi aku mau jujur, sebenernya...
hadiah aku tuh bukan yang ini tapi ada di tempat...
Tempat : Taman kota
Waktu : Setelah membaca surat di ini
acara : Kejutan
nahh karena kamu dah baca, siap-siap yah aku tunggu kamu ditempat acara, jangan lama lama keburu aku jadi kodok.
Wish you happiness
__ADS_1
(Ahdiandra)
Setelah baca surat yang di berikan oleh Resyifa, Aretra seketika senyum-senyum sendiri, Resyifa yang melihat tingkah Aretra merasa geli melihat sahabatnya salting karena sebuah surat.
"ya ampun cuman surat doang sampe senyum-senyum" ucap Resyifa menyindir Aretra sambil memakan kue ulang tahun
"diam kamuu babu, kenapa kue ku kamu makan " balas Aretra yang tersindir dengan kesal karena kue nya dimakan.
"abisnya ni kue dikacangin kasian mending dimakan WHAHAH" kata Resyifa tanpa merasa berdosa memakan kue itu.
"andai aja aku butuh, kalo gak ku jual kamu ke om-om Mau!"balas Aretra becanda.
"ehhh gak usah repot-repot Tante, om Toji udah beli aku kok" kata Resyifa kepada Aretra.
Perdebatan mereka tak akan pernah selesai jika salah satu dari mereka tidak ada yang mengalah, pada akhirnya berujung dengan saling menyindir sampai salah satunya mengalah.
Dan yah Resyifa, sahabat Aretra yang paling setia dari SMP, kemana-mana selalu berdua seperti magnet, sering dibilang kembar padahal jauh bedanya dan Resyifa ini adalah orang yang sangat di percaya oleh Aretra.
Saat perdebatan mereka selesai, Aretra pergi ke kamar dan siap memakai baju gamis dan kerudung pashmina nya jangan lupakan masker agar terlihat anggun.
Aretra pun keluar kamar, Resyifa langsung mengucap kan masyaalloh karena Sahabatnya yang satu ini sangat lah cantik memakai pakaian itu, meski Resyifa malah mengkritik hal itu, tapi sebenarnya dia suka.
"heheh tapi cantik kan, lebih cantik dari cowokan " tanya Aretra sambil memutar-mutar gamisnya ke kiri-kanan.
"Wee jangan salah cowo lain lewat, cantik kamu kemana-mana, gak percaya ntar habis ini kita ke dokter deh" jawab Resyifa
"ngapain kedokter?" tanya Aretra kebingungan.
"meriksa otak kamu sekalian beli obat, obat kamu habis kan." Jawab Resyifa
Mereka pun mulai berdebat lagi dan lagi, sampai pada akhirnya Resyifa mengantar Aretra menuju taman, gak mungkin dia meninggalkan Aretra pergi sendiri.
Saat sampai di Taman Ahdiandra sudah mengetahui keberadaan Aretra, dia pun mulai bersiap memakai topeng dan membawa buket bunga.
Disisi lain Aretra datang akan tetapi Resyifa menyuruh nya untuk memakai penutup mata sesuai dengan permintaan Ahdian, Resyifa juga menuntun Aretra hingga menemui Ahdian di Taman.
"pake ini, aku pakaikan jangan banyak bicara"kata Resyifa pada Aretra, dan Aretra hanya menurut.
__ADS_1
Dituntun lah Aretra oleh Resyifa ketempat Ahdian menyiapkan semuanya, saat sampai Resyifa membuka penutup mata Aretra DNA bergegas pergi begitu saja.
Dan saat Aretra membuka mata dia melihat laki-laki yang dia kenal sedang berdiri memegang buket bunga, laki-laki itu adalah Ahdiandra, Ahdian pun mendekat pada Aretra dan memberi ucapan selamat juga memberikan buket bunga kepada Aretra.
"Assalamualaikum nyonya, terimalah bunga ini lalu ikut aku" kata Ahdian sambil tersenyum dan memberikan bunga kepada Aretra.
'ga kuat pen ketawa tahan tahan" ucap Aretra dalam hati.
Aretra tersenyum dan membalas semua ucapan Ahdiandra, dengan nada suara pelan ia menjawab "waalaikumsalam tuan, jika aku tidak mau menerima nya apa yang akan anda lakukan terhadap saya" balas Aretra sembari becanda kepada Ahdiandra.
"kenapa? apa kamu tidak menyukai bunga ini nyonya, jika kamu tidak suka aku akan membuang nya" kata Ahdiandra dengan nada kecewa dengan tersenyum.
"siapa bilang aku tidak menyukai bunga ini, baik lah aku terimaa, terimakasih tuan" balas Aretra sembari menerima buket bunga pemberian Ahdian.
Ahdian pun menyodorkan tangan nya untuk menuntun Aretra akan tetapi dia terdiam, tapi Ahdiandra tau bahwa Aretra tidak akan mungkin memegang tangan nya dari awal dia suda menyiapkan sebuah sapu tangan buatan ibu nya.
Ahdiandra mengeluarkan sapu tangan itu, dan memberikan isyarat mata, agar Aretra memegang ujung sapu tangan yang Ahdian pegang.
Aretra mengerti dia pun memegang ujung sapu tangan itu dan Ahdian mulai menuntun Aretra ternyata Ahdian membawa Aretra agar duduk di karpet piknik yang sudah Ahdian siap kan.
Saat melihat itu Aretra tersenyum dan berkata "apa ini semua kamu yang menyiapkan sendiri?" tanya Aretra kepada Ahdian sembari melepas sapu tangan.
"iyaa suka? aku tidak terlalu rapih menepatkan nya jadi maaf kalo kamu melihatnya kurang nyaman" jawab Ahdian sembari tersenyum kepada Aretra.
"lebih dari suka, hanya saja kurang sesuatu" kata Aretra kepada Ahdian sembari melihat kiri dan kanan.
"apa yang kurang?" tanya Ahdian sambil menengok kiri dan kanan.
"kurang cepet aih, pake acara drama dulu, laper aku tauu kamu kelamaan tauu" jawab Aretra mengomel kepada Ahdian.
Ahdian tersenyum dan membalas"bisa kagak dia ajak kerja sama dikit, serius bentar aja susah bet dahh huh" balas Ahdian sambil menggerutu.
"udahh aku laper, dan gak tahan liat kamu so iyaa gitu gelii aih" kata Aretra sembari mulai duduk di karpet.
Aretra juga mulai memakan makanan yang ada, bagaimana tidak lapar dia sana ada banyak makanan kesukaan Aretra dari coklat hingga gorengan.
Ahdian tersenyum sembari melihat Aretra memakan makanan, seketika terlintas pikiran untuk mengungkapkan perasaan nya lagi kepada Aretra hari ini dan dia yakin kali ini gak akan gagal.
__ADS_1
'lucu banget sih ret kalo kamu lagi makan, lahap banget maaf yah aku cuman bisa kasih ini, emm apa kamu bakal Nerima aku kalo aku ungkapkan perasaan aku sekarang' pikir Ahdiandra di otak nya.
...****************...