
// 6 hari kemudian
Hari ini adalah hari terakhir ujian, Aretra sangat antusias untuk melewati ujian terakhir ini, dia harap apa yang dia dapat kan nanti itu hasil yang terbaik, meski belum tentu tapi dia percaya kepada diri nya.
Saat sholat subuh dia berdoa, dan meminta agar hari terakhir menjadi hari yang mudah dilalui, dan dia juga berdoa apa pun hasil nya dia terima karena itu kejujuran nya.
"ya Alloh, Aretra sekarang berada di hari terakhir ujian, Aretra mohon beri Aretra kemudahan dalam mengerjakan soal-soal ujian terakhir, Dan semoga apa yang Aretra kerjakan dengan sungguh-sungguh menghasilkan hasil yang memuaskan, apa pun hasil nya Aretra terima dengan ikhlas ya Alloh". kata Aretra dalam doa nya.
Aretra pun membereskan sajadahnya dan bersiap-siap pergi kesekolah, dengan percaya diri sekarang dia berangkat seperti hari-hari biasa, dalam hatinya terasa sedikit lebih tenang dari sebelum nya, akan tetapi masih sedikit mengganjal karena ketakutannya.
Sesampai nya di kelas Aretra duduk di bangku nya dan menguping pembicaraan beberapa teman nya soal menyuap guru untuk mendapatkan peringkat.
"Liat aja pasti gw jadi dapet peringkat lagi"ucap Winwin.
"haha, pasti lah kan orang tua lu kata win" balas Dira.
"bener banget hahah" kata Winwin tertawa.
Percakapan mereka membuat Aretra semakin takut dan tak percaya diri akan hasil yang akan dia dapat kan nanti, Aretra merasa tegang.
"Pagi cantik nya Ahdian, loh kok mukanya lesu gitu kenapa?" ucap Ahdian sekaligus bertanya kepada Aretra
"gakpapa cuman takut, tadi denger Ada yang mau nyuap guru biar dapet peringkat, Aku takut Ahdi" jawab Aretra
Ahdian yang merasa kasihan melihat Aretra segera mencoba menghibur dia, Ahdian menjanjikan satu hal untuk Aretra hingga Aretra tersenyum lepas setelah mendengarnya.
"hadeh, itu lagi, gini deh Abis pembagian rapot aku ajak kamu ke festival anime di Bandung, gimana mau?" tanya Ahdian kepada Aretra.
"festival? serius? ya mau lah bodo amat banyak yang licik intinya ke festival horee" jawab Aretra semangat.
"nah gitu kek semangat" kata Ahdian yang melihat Aretra dengan senang.
Melihat Aretra telah tersenyum dan semangat membuat Ahdian merasa tenang dan sekarang dia tinggal menyiapkan dana untuk persiapan ke Festival nanti.
*bel masuk berbunyi
__ADS_1
waktu ujian terakhir di mulai, kali ini adalah ujian Sejarah, dan bahasa Indonesia. Siapa sih yang tidak suka dengan dua pelajaran itu, pasti banyak bukan, tapi tetap saja yang namanya pelajaran pasti banyak manfaatnya.
semua nya mulai mengerjakan ulangan Bahasa Indonesia, Ahdian termasuk salah satu orang yang tidak menyukai bahasa indonesia karena soalnya panjang dan membingungkan.
Otak Ahdian seperti mau meledak, hampir semua dikelas tidak bisa berkutik saat ujian Bahasa Indonesia dimulai.
"ya Alloh pak ini soal apa cerpen ber episode, panjang amat kek masalah saya, pusing liatnya pak" ucap Ahdian kepada pak Radi.
"makanya harus suka membaca biar gak bosen" balas Pak Radi dengan senyum senang.
"alah emang bapak suka baca?" tanya Ahdian.
"gak sih, tapi yang namanya membaca pasti ada di mana" jawab pak Radi.
Obrolan mereka pun terhenti, dan Ahdian kembali mengerjakan meski malas membaca, semua tampak hening, beberapa menit kemudian bel istirahat berbunyi.
Ahdian mengajak Aretra makan di kantin, bersama dengan Ciandra dan Hansa, Ahdian mentraktir mereka makan dan banyak mengobrol bersama-sama, sampai Reza datang menyebar brosur pendaftaran.
Aretra terlihat tertarik untuk ikut, tapi Reza melawati nya padahal dia sangat ingin mencoba mendaftar kan diri, saat itu Ahdian melihat Aretra nampak terus menatap Reza dia pun kesal kepada Aretra.
"apa sih ahdii gak usah gitu deh" balas Aretra.
"terus ngapain masih ngeliatin dia sampe segitunya hah!?" tanya Ahdian dengan nada sedikit tinggi.
"ituu loh ka Reza bawa brosur aku pengen tau apa isi brosur nyaaaaa" jawab Aretra.
"ohh, sebentar"kata Ahdian, Ahdian pergi mengambil brosur yang ada di tangan salah satu teman nya, dan memberikan nya kepada Aretra.
isi brosur itu adalah pendaftaran anggota osis baru, dimana di brosur tertulis jelas, Aretra tersenyum dan mengucapkan terimakasih kepada Ahdian, Aretra berniat untuk mengikuti pendaftaran osis tersebut.
"kenapa senyum-senyum"ucap Ahdian dengan melihat Aretra sinis
"jangan suudzon dulu deh jadi orang, gak baik aku pengen ikut osis, ikutan yuu" balas Aretra mengajak Ahdian.
"hu, osis? gak perlu pendaftaran tinggal bilang ke papa ya cia juga langsung dapet" ucap Ahdian.
__ADS_1
"Iyah bener tuh kata Dian" sambung Ciandra sambil makan baso.
Aretra tiba-tiba terdiam, dan terpikir oleh nya apakah banyak hal yang tidak harus di dapat kan, tanpa berusaha seperti Ahdian dan Ciandra juga beberapa anak lain.
Ayah Aretra bukan lah orang yang terbilang terhormat (kaya), tapi Aretra tau Ayah nya adalah seorang pengusaha dengan cara yang halal, dan Aretra akan melakukan hal sama seperti Ayah nya.
'shitt apa gw salah ngomong, dia langsung terdiam' ucap Ahdian dalam hati.
Aretra pun memilih pergi dari sana, tanpa bilang ke pada Ahdian juga Ciandra, Ahdian yang menyadari hal itu bergegas mengejar Aretra karena nya Aretra jadi terdiam lama.
Ahdian mengikuti Aretra dari belakang, dia tidak ingin terjadi apa-apa terhadap Aretra, benar apa yang Ahdian pikir kan, Aretra tidak memperhatikan jalan didepan nya sampai menabrak punggung Reza yang sedang membagikan brosur kepada anak lainnya.
"astaghfirullah" kata kaget Aretra karena menubruk punggung seseorang.
pada saat Aretra sadari yang ia tabrak Adalah Reza, Aretra menundukkan kepala nya dan meminta maaf lalu pergi menjauh, sedangkan Ahdian yang melihat hal itu kesal akan tetapi dia menurunkan ego nya untuk mengejar Aretra.
"maaf, emm maaf ka saya gak sengaja"ucap Aretra menunduk dan berjalan pergi.
Ahdian langsung menyusul Aretra sampai ke taman didekat kolam, Ahdian melihat Aretra yang sedang duduk disamping kolam ikan dengan termenung sedih.
Ahdian mencoba mendekati Aretra dengan membawa sedikit makanan ikan, dan menaburkan nya di depan Aretra, sehingga membuat banyak ikan berdatangan, membuat Aretra tersenyum dan ikut memberi makan ikan juga.
//Aretra tersenyum
"masyaalloh cantiknya anak orang, kalo senyum"ucap Ahdian.
Membuat Aretra melihat dia lalu membuang muka pada Ahdian, Ahdian pun duduk disamping Aretra dengan jarak yang tidak terlalu jauh Ahdian menyorongkan tangannya kepada Aretra dengan isyarat bahwa dia ingin Aretra memberi makan ikan di kolam.
kemudian Aretra pun bertanya kepada Ahdian, dan Ahdian menjawab pertanyaan itu dengan pelan agar Aretra tidak marah.
"Ahdi, apa kamu gak bisa ngikutin pendaftaran sesuai alur nya?" tanya Aretra sambil memberi makan ikan.
"kamu masih memikirkan hal itu Aretra dengar , kalo emang kamu mau aku ikut juga dengan cara yang benar akan aku lakukan, lagian meski aku memiliki Ciandra sebagai jalan pintas, tapi jika ada kamu aku akan tetap melalu jalan utama meski harus menunggu sampai barisan terakhir" jawab Ahdian sambil tersenyum kepada Aretra .
"benarkah? hahaha" ucap Aretra.
__ADS_1
" aku serius kenapa harus becanda Hem" sambung Ahdian.