ARETRA

ARETRA
bab 9 •| berpaling


__ADS_3

"gampangkan"kata Fira.


"jangan macem-macem deh kamu bukan saingan aku, dan sebentar lagi kamu bakal keluar dari sini jadi kamu mending nyerah aja"sambung Fira.


Fira pun pergi meninggalkan Aretra yang merenung dia juga jatuh lemas, perlahan air mata nya terjatuh dan dia sudah tidak tau harus apa.


'Ya alloh kenapaa, sungguh ini membuat aku tersiksa' batin nya.


Dia pun meninggalkan tempat itu dengan membawa hp nya yang sudah rusak, Aretra pergi ketaman dia merenung tak lama Ahdian datang.


'aku sudah tidak tahan lagi kasian Aretra'hati Ahdian.


Dia pun berjalan mendekati aretra dan menyentuh pundak nya lalu memanggil Aretra perlahan.


"aretra.."panggil nya.


Aretra menoleh dia pun menahan tangis nya, dan menjawab dengan gemetaran.


"ya kenapaa?" Aretra menjawab tersenyum.


"kamu?gakpapa kan?"tanya Ahdiandra.


"hemm, apa yang kamu mau? aku yah seperti ini, sesuai dengan keinginan pacar mu, aku kan segera dikeluarkan"dia menjawab dengan sedu.


"huh lagian ngapain aku cerita ke kamu, lagian kamu pasti akan membela dia bukan, sudah lah lebih baik kamu pergi" lanjut Aretra meneteskan air mata.


"heii jangan menangis ini tak seperti yang kamu lihat, kamu tak akan di keluarkan aku akan membantu mu sudah jangan menangis"jawab Ahdian membersihkan air mata Aretra dan mengusap kepalanya.


"kamu hanya mencoba membuat ku tenang saja bukan"jawab nya tidak percaya.


Ahdi pun menyemangati Aretra samapi Aretra dapat tersenyum kembali, disisi lain Fira kesal melihat Ahdi memperlakukan Aretra selayaknya Aretra lah ke kasihnya.


"dasarr Aretra murahan!"kata Fira kesal nya.


Dia pun menelpon ayah nya mengadu dan dia mendatangi Ahdian lalu menampar Aretra tapi di cegah oleh Ahdi, dia pun mengolok-olok


Aretra sampai semuanya berdatangan melihat itu.


"Aretra dasar murahan"teriak Fira ingin menampar Aretra.


"apaan sih jangan berani-berani nya lu nampar dia!"bentak Ahdian.


"aku ini pacar kamu loh sayang kamu lupa? ouh tau diaa ngehasut kamu iyah"tanya Fira.


"lu mau tau? cewe yang paling murahan yang pernah gue kenal itu lu Firr, karena apa lu berani nuduh orang cuman buat ke bahagian lu, lu egois"jelas Ahdian.


"kamu ngomong apa sih aku gk ngerti" jawab Fira menangis.


Guru pun datang dan menenangkan perdebatan dan seperti biasa guru-guru membela Fira karena dia anak kepsek.


"Aretra dengan sangat tidak hormat ibu cabut beasiswa kamu sekaligus mengeluarkan kamu dari sekolah ini"ucap bu Willa.


"cihhh atas dasar apa sih ibu ngeluarin dia, ibu cuman guru bk loh, dan apakah ibu yang punya hak untuk mencabut bahkan mengeluarkan?ouhh apa ibu takut dipecat kepala sekolah"ucap Hansa.


"hadehh aku aja bisa loh memecat kepala sekolah sekarang juga kalo aku mau bahkan aku bisa mencabut gelar nya sebagai kepala sekolah"sambung Ciandra.


"dan satu lagi aku bisa aja laporin ini kepolisi, semua bukti dan bukan cuman kepala sekolah bahkan guru-guru yang membela juga fira bisa dipenjara".


Fira tidak takut dia mengira itu hanya geretakan dan dia semakin menambah masalah bagi ayah nya, sedangkan guru-guru mereka merasa tak ada yang akan terjadi dan mereka tidak percaya.


"halah emang sekuat apa sih lu.."tanya Fira sombong.


tiba-tiba ada pesan masuk


(Fira!!sebenar nya siapa yang kamu lawan sebaik nya kamu berhenti jika tidak papah bisa kehilangan semua ini)


dia masih tidak membaca sampai padaa waktu terakhir papah menelpon dan menyuruh dia pulang juga berkemas.


"kamu masih belum percaya yah 1...2...3..."ucap Ciandra.

__ADS_1


telpon Fira berdering dia pun berlari pulang, guru-guru kaget dan langsung meminta maaf, semuanya pun bubar dan Aretra hanya bisa berterimakasih kepada teman-teman nya.


"ma-makasih semuaa hiks"ucap nya menangis.


"heii jangan menangis kauu tambahh jelekkk" kata Ahdian.


"Ahdiii"jawab Aretra sinis.


"be-becandaa lohhh"ucap Ahdian takut.


yang lain pun ikut tertawa melihat Ahdi dan Aretra.


*bel pulang pun berbunyi


semuanya bersiap pulang sedang kan Aretra hari ini harus piket dikelas, Aretra kaget melihat Hansa di depan kelas nya, sedangkan Aretra tidak menyuruh Hansa datang ke kelasnya, Aretra pun menghampiri Hansa dan bertanya.


"kamu ngapain kesini aku kan gak minta bareng hass"tanya Aretra.


"kenapaa kamu takut si Ahdian marah hah?"Hansa bertanya balik.


"dihh apaan enggak yah"jawab Aretra.


kelas juga sudah bersih, mereka akan segera pulang Ahdi pun menghampiri mereka berdua.


"apaa yang enggak?"tanya Ahdi.


"apaan sih ikut campur urusan orang"jawab Aretra.


"lu nyari Cia kan? dia masih ngitung uang nohh kek nya mo korupsi dikit"kata Ahdian.


"dihh gue bisa ngasih dia kali ngapain dia harus korupsi uang kelas"balas Ahdian.


"heee tunggu, kamu?pacaran sama Cia..."kata Aretra.


"jangan keras-keras taa ntar ketauan yang lain"potong Ciandra menutup mulut Aretra.


"jadi bener"balas Aretra.


Bagaimana tidak, Aretra sudah mengenal lama Hansa dan dia tidak pernah berani untuk berpacaran, jangan kan berpacaran dekat dengan perempuan saja tak pernah.


"wahahah demi apa sih? sepupu ku?dia hahah" Aretra tertawa.


"diemm kamu udah kita mau pulang bye"ucap Hansa.


Hansa dan Ciandra pun pergi sedang kan Ahdian dia masih di dekat Aretra, disana Ahdian mencoba meminta maaf dan mengajak Aretra ke Resto terdekat.


"emm, bahagia banget yah liat mereka.., kira-kira kamu kapan nyusul nya"tanya Ahdian basa-basi.


"yuu kita susul mereka"jawab Aretra.


"serius?"tanya Ahdian.


"ya-iya seriuuss nyusul pulang kan"tegas Aretra .


Ahdian pun terdiam dia kira, kalo Aretra akan mengajak nya berpacaran ternyata khayalan nya.


"pulbar?sekalian makan ke Resto "ajak Ahdian.


"wihh bau-bau ditraktir nihh"balas Aretra.


Dia pun setuju dan mereka berdua pulang bersama sekaligus main, tentu saja mereka pulang menggunakan motor Ahdian, dan resto yang di maksud Ahdian lumayan terkenal tapii.


"yang bener aja dii katanya Resto"tanya Aretra kaget.


"iyaa ini resto taa, nih yah biasanya orang ke resto mau ngapain?"tanya Ahdian.


"makan"jawab Aretra.


"yawdah ini juga kita kesini mau makan tujuan nya".

__ADS_1


"tinggal bilang mau ke tukang basoo di deket taman, apa susah nya sihh Pak Ahdian pake acara bilang resto segala".


"heheh"tawa Ahdian.


Yahh bener resto yang Ahdi maksud adalah tukang baso deket taman rumah Ahdi, gk salah sih dia cuman salah banget, tapii meski begitu Aretra gak marah kok bahkan mereka makan lahap sekali.


"hadehh yang kaget makan nya lahap bener"sidir Ahdian.


"heh sekaget-kaget nya aku kalo laper yah makan aja"balas Aretra.


Ahdi pun tertawa mendengar nya, mau gimana lagi dia juga udah lama gak sedeket ini sama Aretra, kini mereka memakan baso itu sampai habis.


Baru juga Makan sampe kelambung Ahdian malah becanda bilang gak bawa dompet padahal disana banyak pembelinya, Aretra kaget dan gak tau harus apa karena uanv saku nya telah habis.


Aretra melihat Ahdian mencari sesuatu sambil melanjutkan makan setelah habis, ahdi memberitahunya bahwa Dompet Ahdi tertinggal.


"rett, dompet Ahdi ketinggalan" ucap Ahdi pelan.


"hah?maaf siapa yah kita kenal? aduh maaf ya mass saya gak kenal mass, saya permisi dulu Assalamualaikum"balas Aretra berpura-pura.


"waalaikumsalam, heii mau kabur kemana berani boong ya sekarang"kata Ahdian.


Ahdian menarik hodde Aretra dan membayar baso itu lalu pergi berkeliling taman, orang- orang yang melihat tingkah mereka sangat lah lucu.


mereka pun pergi berjalan-jalan di taman Ahdi pun meminta maaf dan ingin mengatakan sesuatu tetapi Azan Ashar lebih dulu menyampaikan keinginan nya.


"taa Ahdii minta maaf yah"ucap Ahdian.


"maaf?buat apa kamu ga salah"balas Aretra.


"karena mau bantu kamu, aku jadi nyakitin kamu"jelas Ahdian.


"heleh gak sakit kok"jawab Aretra.


Aretra pun tersenyum, hari itu dia melihat Senyum Aretra yang sangat manis dan jarang sekali terlihat, dia cantik, meski menyebalkan Ahdi menyukai nya.


"taa Ahdi mau ngomong"ucap Ahdian.


"ngomong aja kenapa harus nanya?"tanya Aretra.


"sebener nya Ahdi mau..".


*terpotong Gemerlah Azan Ashar yang berkumandang.


"sholat" sambung Ahdi tersenyum.


"yawdah kemasjid yu"ajak Aretra.


Mereka pun pergi kemasjid terdekat untuk melaksanakan sholat, dan apa yang tadi Ahdi ingin ungkap kan masih menjadi rahasia, apa kah Alloh sudah memberikan terguran Agar mereka tidak berpacaran.


Selesai sholat mereka berdua duduk di teras masjid sambil memakai sepatu, Ahdi pun bertanya kepada Aretra lagi tapi kali ini dia serius.


"taa emm aku suka Sama kamu taa"ucapnya.


Tetapi Aretra tidak mendengar Ucapan Ahdian karena Aretra sedang mengunakan earphone


saat berapa lama Ahdian menyadari nya.


"taa kamu gak marah? atau kamu juga suka sama aku?"tanya Ahdian.


"taaa Aretraaaa woii"sambung Ahdian teriak.


"hah?kamu manggil?"tanya Aretra.


"jadi dari tadi kamu gak dengerin aku"tanya balik Ahdian.


"gak"jawab Aretra.


Ahdi pun sedikit kesal karna Aretra tapi mungkin dia akan mencobanya lagi, sebenar nya Aretra mendengar semua nya dari Awal tetapi dia pura-pura tidak mendengar nya di karena dia tidak bisa menjawab nya.

__ADS_1


'sudah lah mungkin bukan saat nya tapi aku tak Akan menyerah'ucap Ahdian dalam hati.


'maaf Di aku boong tapi, aku gak bisa jawab di' dalam hati Aretra.


__ADS_2