
Hari ini adalah hari senin,hari dimana orang- orang sangat sibuk, dan banyak yang bilang hari senin itu sangat melelahkan.
Kali ini di SMA WIRADWI MANDIRI akan mengadakan upacara, yang berlangsung cukup lama karena satu masalah yang membuat semuanya menjadi ricuh.
Masalah apa kah itu? dan apakah benar bahwa aretra bukan pelakunya tapi dituduh melakukan hal itu.
Sekitar jam 07.00 pagi semua sudah berkumpul di lapangan, tentunya untuk melaksanakan upacara, akan tetapi itu berlangsung sangat lama, karena ada yang mencuri hp beberapa murid juga jam milik guru.
Matahari semakin panas dengan kondisi Aretra yang belum sarapan, dia hampir jatuh pingsan sebelum itu benar terjadi Aretra pergi ke barisan belakang dan memberitahu keadaannya kepada seorang guru
'Arghh kepala ku pusing banget' ucap Aretra di dalam hati.
Aretra pun kebelakang barisan untuk memberitahu guru yang ada di belakang.
"buu kepala ku sakit, pusing"kata Aretra.
"ohh ayo ibu antar ke uks, kamu sudah sarapan?"jawab Bu Salwa sambil bertanya.
"belum bu tadi buru-buru soal nya" jawab Aretra.
ia pun diantar ke uks oleh bu salwa dan disuruh berbaring, tak berlangsung lama setelah upacara di bubarkan semua nya disuruh kumpul kembali di lapangan.
*suara pemberitahuan
"kepada seluruh murid di SMA WIRADWI MANDIRI berkumpul kembali di lapangan sekarang juga, diulangi kepada seluruh murid berkumpul di lapangan" pemberi tahuan.
Semua kebingungan setelah semua nya berkumpul di lapangan guru BK pun langsung bertindak.
"Ibu minta kalian jujur sekarang juga sebelum ditindak lanjuti, siapaa yang berani mencuri hp dan jam milik guru juga hp milik teman kalian, jujur dan maju kedepan sekarang jika tidak ibu akan mengeledah tas kalian" tegas guru BK.
"pliss dehh ada-ada aja siapa sih yang berani nyuri itu panass tau ngaku kenapa"teriak Fira anak kepala sekolah.
"lebih baik ibu chek semuaa tas satu satu buu kan maling mana ada yang mau ngaku"Syasya.
Guru-guru pun berkeliling kelas untuk memeriksa semua tas murid murid, dan betapa kaget nya mereka hp dan jam ada di tas milik Aretra, dan semua nya pun kembali ke kelas masing-masing dan memulai pelajaran.
Saat aretra kembali ke kelas semua mata melirik kepada nya dan banyak yang menyindir dia.
"assalamualaikum" ucap nya memasuki kelas.
"waalaikumsalam "jawab Bu Azki
"cihh tampang nya sih alim banget nyatanya sih tukang maling, butuh uang ngemiss aja sana di jalan malu-maluin aja" sindir Dini.
"tau tuh emang pada dasarnya yang so alim itu cuman nutupin tingkah jelek nya"sindir lia.
"sutt udahh anak-anak tenang kita akan lanjut belajar dan untuk Aretra jam istirahat nanti keruangan ibu"kata Bu Azki.
Aretra makin bingung apa yang sebenarnya terjadi, dia tidak tau apa-apa dia hanya bisa percaya bahwa semua ini baik-baik saja.
'Bukan Aretra kan pelaku sebener nya, aku kenal dia, dia gk mungkin ngelakuin' kata Ahdi dalam hati.
'aku harus cari tau, aku yakin ada orang di balik semua ini dan dia pasti pengen Aretra yang disalahin, tapi siapa' pikir Ciandra.
*Bel istirahat pun berbunyi.
"aretra ibu tunggu diruangan ibu" kata bu Azki.
"baik bu" jawab Aretra.
Sepanjang jalan menuju ruangan Bu Azki, semua mata tertuju ke Aretra dengan sinis dan banyak yang nyindir dia, bahkan hampir aja ada orang yang mau melempar botol ke Aretra tapi Hansa melindunginya Aretra.
"ngapain sih Hans lu masih lindungin cewe kek dia gak guna tau gak!" teriak Lia.
"lu yang berisik gue gk bakal biarin kalo diantara kalian ada yang ngelukain dia" jawab Hansa.
Ia pun mendampingi Aretra sampai keruangan Bu Azki, sedangkan Aretra menunduk kebingungan karena tidak tau apa-apa.
Disisi lain Lia dia cemburu melihat Hansa begitu dekat dengan Aretra, sedangkan Ciandra dan Ahdian mereka merencanakan sesuatu untuk membuktikan bahwa Aretra tidak bersalah sama sekali.
"dii kamu percaya gak kalo Aretra pelakunya?"tanya Ciandra.
"gak lahh kamu tau sendirikan Aretra gak mungkin ngelakuin itu"jawab Ahdian.
"kayak nya ada yang mau bikin Aretra disalahin sama satu Sekolah deh"kata Ciandra.
"Iyaa aku juga berfikir sama kayak kamu"sambung Ahdian.
Selang mereka mengobrol Ada yang memperhatikan mereka dari jauh dan merasa kesal, siapa lagi kalo bukan Hansa dia cemburu sekaligus marahh juga khawatir pada Aretra.
Didalam ruangan Aretra disalahkan oleh guru-guru dia difitnah habis-habisan dan hampir dikeluarkan, tetapi dia diberi kesempatan untuk membuktikan kalo gak bersalah hanya 1 minggu waktu dia.
"ibu gak nyangka sama sekali kamu yang ibu kira anak baik-baik bisa melakukan hal semacam ini"kata Bu Azki.
"tapi bu demi alloh aretra gak tau apa-apa"jawab Aretra.
"kamu jangan membela diri begitu sudah jelas buktinya semua barang yang hilang ada di tas kamu"kata Bu Wila guru bk.
"ya alloh bu Aretra sama sekali gak tau apa-apa ibu bisa tanyain aja ke Bu Salwa, Bu salwa kok yang anterin Aretra ke uks dan Aretra istirahat di uks karna sakit kepala" jawab Aretra menjelaskan.
"apa bener yang dibilang Aretra bu salwa?" tanya Bu Azki.
__ADS_1
"mana ada kamu jangan berbohong bawa-bawa nama saya, harus nya kamu tau diri kamu masuk dengan beasiswa tapi apa kamu malah melakukan hal kotor"jawab bu Salwa.
"tapi buu kasih Aretra waktu buat buktiin kalo Aretra gak salah, kalo dalam waktu itu Aretra gak bisa buktiin Cabut aja beasiswa Aretra " tegas Aretra.
"baik ibu akan ngasih kamu waktu 1 minggu kalo kamu gak bisa buktikan kalo kamu tidak bersalah bukan hanya beasiswa kamu yang di cabut tapi kamu akan dikeluarkan dari sekolah ini"jawab Bu wila.
"ba-baik buu"jawab Aretra.
Dia pun keluar dari ruangan itu dengan pikiran berantakan dan gak tau gimana cara buat buktiin nya, kalo beneran Aretra dikeluarkan dari sekolah apa yang bakal dia jelasin ke orang tua nya.
"Ret kamu gakpapa?"tanya Hansa.
"hemm Aku gakpapa kok"jawab Aretra tersenyum.
Hari ini berat banget dilewatin Aretra, dia gak tau harus apa yang dia tau hanya lah dia gak salah apa-apa, pikiran dia berantakan, kepala dia sakit.
Banyak orang yang menuduhnya, menyindir nya atas hal yang tidak Aretra lakukan, dia ingin melawan tapi dia tau untuk apa buang buang tenaga toh dia gk salah.
*bel istirahat ke 2.
Dia pergi ke musholla sekolah untuk menjalan kan sholat Dzuhur, bahkan saat dia ingin melakukan ibadah ada saja yang membicarakan dia padahal mereka belum lebih baik dibanding Aretra.
"ehkk liat tuh cewe yang maling masih berani dia menghadap ke tuhan nya".
"miris banget sih hidup nya urat malu nya dah putus".
"jahat mah jahat aja kali so alim banget jadi orang".
Telinga Aretra mendengar itu semua, tetapi dia tetap khusyu menjalan ibadahnya, meski banyak orang yang berkata buruk tentang diri nya selesai sholat, dia berpapasan dengan Ahdian tetapi Ahdian malah menghindari Aretra.
"Ahdii"panggil Aretra.
Ahdi mengacuhkan nya dan pergi begitu saja, Aretra makin bingung dia gak tau harus minta bantuan siapa, sedangkan Fira dia senang melihat Aretra diacuhkan oleh Ahdiandra, Fira pun datang menghampiri Ahdian.
"haloo Ahdii"ucap Fira.
"kenapa fira?"jawab Ahdi.
"Ahdi ada waktu gak malem ini, Firaa gk ada temen ke acara gimana kalo Ahdi yang nemenin Fira"ajak Fira.
'kesempatan bagus'dalam hati Ahdian.
"ahdii denger gak"tanya Fira.
"aaa iyaa okey malem ini kan Aku bisa"jawab Ahdi.
sepulang sekolah Ahdian di cegah oleh Hansa di jalan, dan mereka hampir saja berantem terutama Ahdiandra hampir saja babak belur oleh Hansa tapi dicegah oleh Ciandra.
"apaan gue gak ada urusan sama lo"jawab nya.
"ahk banyak omong"kesal Hansa memukul Ahdi sampai terjatuh dari motor.
"maksud lo apa sih!" tanya Ahdi.
"lo masih nanya! gara-gara lo Aretra di fitnah dan dia terancam di keluarin dari sekolah" teriak Hansa.
" Apaa!"kaget Ahdii.
Saat ingin memukul Ahdi lagi Ciandra mencegah Hansa
"udahh cukup Hans!"teriak Ciandra.
"apaa hah! kamu mau belaa dia?"tanya Hansa.
"kamu salah faham loh dengerin dulu" jawab Ciandra.
Ahdian yang kesakitan tambah bingung melihat mereka hanya menonton saja pembicaraan mereka.
"woiii stop ngebucin nya sakit nih jadi nyamuk lagi gue"teriak Ahdii.
"maaf Dii gue kira lu..."ucap Hansa terpotong.
"udahh gakpapa gue minta bantuan lo buat jagain Aretra selama gue nyari tau lebih jelas" lanjut Ahdian.
Mereka pun bubar dan pulang kerumah masing-masing, sedangkan Aretra sudah sampa dirumah dan memikir kan cara agar bisa buktikan bahwa dia gak bersalah.
"ya alloh bagaimana cara agar aku bisa membuktikan kalo aku gak bersalah"kata Aretra.
*4 hari berlalu.
Aretra belum menemukan bukti nya, dia malah mendengar kabar yang membuat nya sakit hati dan kecewa karena terlalu berharap.
Dia disuruh pak Radi untuk memberikan minum ke anak-anak basket yang sedang latihan, tak disangka Fira malah mendorong dia.
"iniii Ahd.."ucap nya terpotong.
"jangan caperr deh jadi cewe, kamu itu yah udah mencuri masih ada muka kesekolah mau caper jugaa sama pacar aku gituu"kata Fira mendorong Aretra.
"hah maksud nya"tanya Aretra.
"udahh udahh Firaa aku bilang apa jangan ada yang tau kamu ini kenapa sih"kata Ahdiandra.
__ADS_1
"yaa habiss dia caperr sayangg"kata Fira.
Aretra menunduk dan pergi begitu saja, membuat Ahdian merasa bersalah, dia pun pergi ke taman sekolah dan menangis karena sisa waktu dia cuman 3 hari lagi.
"ya alloh Aretra harus apaa, Aretra binggung bantu Aretra ya alloh"keluh Aretra.
*bel masuk pun berbunyi.
Kali ini adalah pelajaran sejarah dan guru nya itu Bu salwa, bukan malah mendukung Aretra Bu Salwa malah menyalahkan dan menyuruh Aretra menyerah saja.
"selamat pagi anak-anak kembali lagi kepelajaran ibu yaitu pelajaran sejarah"ucap Bu Salwa.
Dia pun memulai pelajaran nya dan berkeliling untuk memastikan tidak ada yang mencontek, tapi pada saat dimeja Aretra dia berhenti dan mengatakan satu hal.
"kuat juga yah kamu, kalo ibu jadi kamu ibu bakalan pindah aja dari pada mencari tau bukti yang sebenarnya"Kata Bu salwa.
"tunggu kalo ibu bilang kaya gitu artinya ibu tau sesuatu kan?"tanya Aretra.
"cih ngomong apa sih kamu"Kata Bu salwa panik.
jam pelajaran pun berlangsung lama, dan tidak di sangka Fira membuat Ahdian melontarkan kata-kata yang menyakiti Aretra, pada saat akan ke kantin Aretra berpapasan dengan Ahdian dan Fira, Fira terpeleset karna lantai nya licin tapi dia menyalahkan Aretra.
"aww, sayangg diaa nyengol aku lohh"keluh Fira.
'ni cewe mau apalagi sih lama lama capee gue mending gue langsung ngasih bukti kalo begini ceritanyaa' dalam hati Ahdian.
"woii lo gak liat apa pacar gue jatoh karna lo, minta maaf sekarang juga"bentak Ahdian sambil membantu Fira berdiri.
"gue minta maaf?orang dia jatoh karna kepeleset kok lo buta"balas Aretra.
"udahh lah mana ada orang salah yang mau ngaku, bukti nya dia nyuri barang di sekolah tapi gak mau ngaku!"sindir Fira.
"iyaa juga yah diaa kan si ratuu drama"bentak Ahdian.
Mereka pun pergi dari tempat itu, Aretra sama sekali gak nyangka Ahdian yang baik banget dulu nya bisa gini Hati nya sakit karena berharap terlalu jauh.
*hari sabtu pun tiba.
Hari ini adalah hari terakhir waktu yang di berikan untuk Aretra, Aretra hanya bisa pasrah, dan gak tau lagi harus apa dia sudah mencoba mencari tau, tapi gak ada yang bisa dia buktikan, dia pun hanya bisa berdoa dan berhayal ada yang akan membantunya.
"ya alloh jika memang Aretra yang salah Aretra gak bakalan sampe minta waktu dan ini hari terakhir Aretra mohon bantu Aretra ya alloh"kata Aretra dalam doa nya
Dan doa dia dikabulkan dia mendapatkan sebuat bukti kuat yang bisa menyelatkan dia,
dia merekam percakapan Fira dan Lia di wc sekolah.
Pada saat dia akan keluar dari wc, Aretra mendengar suara mereka berdua yang membuat Aretra diam di wc dan merekam semua dari awal.
"Fir ternyata rencana kamu berhasil juga"ucap Lia.
"tentu dong siapa juga yang mau ngebantah anak kepala sekolah, kita liat aja nanti muka Aretra yang udah gak punya siapa-siapa untuk membantunya dikeluarkan dari sekolah ini"balas Firaa.
"dan setelah itu gak ada yang bakal ganguin kamu sama Ahdian, dan aku bisa ngedeketin Hansa"kata Lia.
Hampir saja Aretra ketahuan karena nada dering hp milik nya berbunyi, tapi untung nya Ciandra datang tepat waktu.
// nada dering hp.
'gawat' dalam hati Aretra panik.
"siapaa disanaa keluar"teriak Lia.
"apaan sih kalian berisik tau gak"kata Ciandra yang baru masuk ke wc.
"dihh, udahh mending kita pergi dibanding harus ladenin orang kayak dia buang-buang waktu aja"ajak Firaa keluar.
"cihh siapa juga yang minat diladenin kalian"balas Ciandra.
tak selang lamaa Aretra pun keluar dengan tergesah-gesah dan Ciandra melihat tingkah Aretra membuat dia Penasaran, apa yang akan dilakukan oleh Aretra.
Dia pun pergii keruangan Bu Azki dan memberi tau soal itu, bukan malah bertemu Bu Azki Aretra malah dikejutkan dengan Fira yang duduk di kursi Bu Azki.
"Bu, Aretra udah dapetin bukti nya dan Aretra tuh di jebak sama Fira"kata Aretra.
"ouhh jadi kamu yang tadi merekam percakapan aku dan Lia"balas Fira.
"lohh Fira!kenapa kamu ada disini?lalu kenapaa kamu mencoba menyingkirkan Aku"tanya Aretra kaget.
"kamu mau tau! karna kalo Aku gak nyingkirin kamu maka Ahdian akan terus disamping kamu dan aku gak mau itu terjadi lagi" kata Fira.
"jadi sebaiknya kamu pasrah aja, kamu tau sendirikan orang tua ku itu kepalaa sekolah jadii mau kamu daletin buktii yang sebenarnya pun itu sia-sia"sambung Fira tegas.
"kamu gak bisa kayak gitu aku punya hak untuk sekolah dan kamu gak punya hak buat aku berhenti sekolah"balas Aretra.
"kenapa enggak.." kata Fira.
Fira pun berdiri dan mengambil hp Aretra dan melempar nya hingga hp itu pecah dan sudah tidak bisa menyala lagi.
"gampangkan"ucap Fira
...****************...
__ADS_1