ARETRA

ARETRA
Bab 16 •| Ahdian cedera


__ADS_3

Saat semua sudah berkumpul di lapang, Aretra sangat takut terjadi sesuatu yang tidak ingin dia lihat, karena dia dijadikan taruhan begitu saja oleh Reza membuat Aretra kesal dan takut.


Tim Ahdian pun datang kelapangan, saat itu pun pertandingan dimulai semuanya sangat ramai, bahkan guru-guru ikut menonton mereka.


Peluit pun di tiup Yang berarti pertandingan di mulai, Aretra berdoa agar tidak ada yang menang diantara mereka berdua, karena dia binggung.


Pertandingan berlangsung lama dengan skor 2 : 2 , saat Ahdian akan memasukan bola ke ring, kakinya terpeleset dan cedera Reza merebut bola dan mulai berlari ke Arah ring.


"Ahdiann" Ucap Aretra.


Permainan pun selesai diskor 2 : 3 yang dimenangkan oleh Tim Reza, saat Reza dan Timnya bersenang-senang Aretra pergi ke Arah Ahdian yang cedera.


Pada saat Aretra disebelah Ahdian, Reza datang dan berkata kepada Ahdian untuk menjauhi Aretra segera, posisi itu membuat Aretra emosi dan marah dia tidak bisa menahan amarah itu dan berteriak kepada Reza.


"sesuai kesepakatan lu jauhin Aretra." ucap Reza.


"Ka reza! bisa gak sih diem, kakak gak liat Ahdian cedera gini, dan kakak kira aku tuh barang bisa dijadiin sebuah taruhan gitu? aku kira kakak itu baik ternyata gak sebaik yang aku kira" kata Aretra marah.


"lebih baik aku yang jauhin kakak dari pada harus sama kakak yang gak punya hati" sambung Aretra.


Reza menunduk dan pergi dari lapangan, Ahdian dibawa oleh Hansa ke UKS untuk pemeriksaan, kini pikiran Aretra penuh dengan kekhawatiran dengan Ahdian.


Disisi lain Reza frustrasi didalam kelas dan menyalahkan diri sendiri, Reza sangat terpukul dengan omongan Aretra kepadanya, apakah dia sejahat itu dimata Aretra


Reza mulai memukul dirinya sendiri dengan Keras, Gita tidak tahan melihat Reza menyakiti dirinya sendiri, Gita pun menghentikannya dengan memeluk dan menenangkan Reza.


Gita belum pernah melihat Reza seburuk ini, Reza yang menangis dan menyalahkan dirinya sendiri, Gita sangat khawatir dengan Reza, Gita hanya bisa menenangkan Reza dengan semampu dia.


"Reza lo bodoh, lo begoo, kenapa lo bikin Aretra kecewa, arghh" ucap Reza memukul dirinya sendiri.


"Za, Rezaa cukup, cukup zaa" kata Gita.


"lepas, gue orang jahat, gue gak baik"balas Reza.


"zaa, liat gue, liat Zaa, apa pernah gue bilang lo jahat hemm? gak pernah kan, udahh zaa jangan kaya gini gue khawatir liat lo kaya gini" kata Gita memegang muka Reza.


Reza terdiam dan menunduk kan kepala ke dada Gita, Reza mulai tenang dia pun kini tertidur dipaha Gita, dan Gita menangis sambil mengelus rambut Reza dan berkata.


"Zaa, apa gue gak bakal pernah dapetin hati lo yah"ucap Gita.


"huh, tapi gakpapa eza kan masih bisa jadi sahabat Gita" sambung Gita tersenyum palsu.


*Di Uks

__ADS_1


Kaki Ahdian terkilir karena terpeleset, dan Ahdian tidak melakukan pemanasan sebelum bermain membuat, ototnya menjadi keras.


"arghh"ucap Ahdian.


"tahan Ahdi, sabar lagi di urut, bentar lagi aja" balas Aretra.


Ahdian pun selesai di urut, kakinya sekarang sudah lebih membaik dibanding sebelumnya, meski pun masih sedikit sakit ketika berjalan tapi lama-kelamaan akan pulih.


*bel pun berbunyi


Ahdian kembali ke kelas dibantu oleh Hansa, karena jika Aretra yang membantunya mungkin Aretra akan jadi bahan pembicaraan setelah ini, tapi bukan karena hal itu juga semua orang tetap membicarakan soal omongan Aretra kepada Reza pada saat di lapang.


*di kelas Reza


Bel berbunyi keras, membuat Reza terbangun saat dia membuka mata dia melihat Gita yang sedang tertawa kecil dan tangan Gita yang sedang mengelus rambutnya.


Seketika semua itu membuat Reza nyaman akan tetapi dia tetap harus bangun karena bel sudah berbunyi, saat dia terbangun spontan gita menawarkan minum pada Reza.


"hemm, nih kamu minum biar segar, kalo perlu cuci muka dulu gih"ucap Gita kepada Reza.


"iyaa"balas Reza.


Dia pun mengambil botol Air yang diberikan gita dan pergi ke air untuk mencuci mukanya, pada saat dia berkaca tiba-tiba bayangan muka Gita yang manis ketika tertawa membuat Reza salting.


Reza pun kembali ke kelas, untungnya belum ada guru yang masuk, saat Reza duduk kembali di sisi Gita, dia pun bertanya.


"gurunya belum dateng?"tanya Reza.


"hemm belum, gimana udah seger"jawab gita.


"udahh"kata Reza.


Panjang umur, guru pun datang dan pelajaran pun di mulai, saat ini Reza mulai berfikir dan sadar bahwa Gita mungkin adalah yang terbaik untuknya, akan tetapi Aretra belum bisa hilang dari pikirannya.


*bel pulang pun berbunyi


Ahdian kini di bantu oleh Aretra sementara sampai bertemu dengan hansa, saat dibantu Ahdian banyak mengoceh seperti anak kecil, membuat Aretra takut salah dan membuat Ahdian terjatuh.


"Pelan-pelan dong sakit tauu, Arghh tuh ada tangga bentar jangan langsung turun, Taa"rengek Ahdian pada Aretra.


"berisik Ahdian, pliss tangganya cuman 2 buah doang, kamu gak akan same nyungsep juga" kata Aretra.


Sampai Hansa datang dan mengantikan Aretra, mereka pun berjalan Aretra terpaksa harus ikut kerumah Ahdian karena dia akan pulang menaiki mobil ciandra.

__ADS_1


Sedangkan motor Ahdian dibawa oleh sodara Ahdian, di mobil Aretra termenung dan merasa bahwa apa yang Aretra katakan pada Reza itu salah, tapii perbuatan Reza juga membuat Ahdian sampai seperti ini.


Sesampainya dirumah Ahdian, Ibu Ahdian kaget melihat Ahdian di bantu oleh Hansa untuk berjalan dan di belakang nya Ada di Ciandra dan Aretra


" Assalamualaikum" ucap Aretra.


"Waalaikumsalam, ya alloh Ahdian" teriak Ibu Ahdian.


"Ini kenapa? kakinya kenapa ini? apa yang luka?" Ibu Ahdian bertanya-tanya.


"Ibu tolong tenang biar Aretra ceritakan dari awal yah, kita bawa dulu Ahdian masuk" kata Aretra kepada Ibu Ahdian.


Hansa pun membawa Ahdian masuk, sampai kursi, sementara Aretra menceritakan kejadian yang telah terjadi, Ciandra membantu membawakan Bantal untuk kaki Ahdian.


"begitu bu ceritanya" kata Aretra selesai menceritakan kejadian.


"Ya alloh Ahdii, kamu ini jangan lagi-lagi kayak gitu, ini Akibatnya" kata Ibu Ahdian.


Dari sana Ibu Ahdian mengajak semua bercerita, tentu pasti Cerita tentang semua kecerobohan Ahdian dari dulu, Semua tertawa terbahak bahak, sementara Ahdian yang sedang diceritakan merasa malu.


Hari semakin sore Aretra dan semua ijin untuk pulang karena sudah terlalu sore, Ibu Ahdian meminta semuanya untuk makan dulu akan tetapi mereka menolak karena belum izin kepada orang tuanya, Ibu Ahdian pun mengijinkan mereka dan mengantarkan mereka sampai gerbang.


"Ibu maaf yang kalo tadi merepotkan" ucap Aretra.


"Gakpapa cantik, Ibu yang minta maaf Ahdian yang ngerepotin kamu" balas Ibu Ahdian.


"ehkk enggak Bu, gak sama sekali ngerepotin kok, yawdah kalo begitu kami pulang dulu bu, Assalamualaikum" kata Aretra.


"Waalaikumsalam" balas Ibu Ahdian.


Kemudian mereka pun pulang kerumah masing-masing, Aretra pulang bersama Hansa menaiki motor, dan mereka sampai dirumah Aretra pada Saat azan magrib.


Pada saat turun dari motor terlihat, Ayah Aretra sudah menunggu di depan pintu karena khawatir, bagaimana tidak mereka pulang pada saat Azan, dan tidak meminta izin terlebih dulu.


"ini anak gadis ayah, dari mana aja pulang magrib begini?" tanya Ayah Aretra.


"maaf ayah, Aretra lupa izin, karena tadi mengantar Ahdian yang kakinya terkilir" jawab Aretra sambil salim tangan kepada ayah nya.


"Ya sudah kalo begitu, tapi kamu tidak apa-apa kan?hemm?" tanya Ayah.


"Iyaa ayah Aretra gakpapa tuh masih sehat, kuat, dan utuh begini" jawab Aretra.


"emmm kamu ini, sekarang ganti baju siap-siap sholat lalu kita makan bersama yah" ucap Ayah nya sambil mengelus kepala Aretra.

__ADS_1


Aretra pun masuk sedangkan Hansa masih mengobrol dengan Ayah Aretra, dan pergi sholat bersama Di Masjid, setelah itu dia pun pulang kerumah.


__ADS_2