ARETRA

ARETRA
Bab 17 • | Ujian


__ADS_3

hampir 1 bulan setelah kejadian itu berlalu, Reza tidak pernah lagi menemui Aretra dan jarang terlihat oleh Aretra dan teman-temannya.


Hubungan Aretra dengan Ahdian pun kembali membaik, mereka semakin dekat dan besok mereka akan mulai ulangan semester, dan Aretra akan semakin fokus belajar dibanding main.


semua orang terdekat Aretra juga tau jika, Aretra tidak suka diganggu pada saat belajar, hal itu membuat Ahdian ingin sekali menganggu Aretra, tapi Ahdian juga takut jika nanti Aretra akan marah pada nya.


Ahdian merengek kepada Aretra agar dia bisa ikut ke perpustakaan, Aretra pun hanya bisa mengiyakan, karena Ahdian merengek terus menerus.


"taa Ahdi ikut ke perpus ya?" tanya Ahdian, tetapi Aretra tidak menjawabnya


"Aretraaaa Ahdian mau ikut bolehhh" kata Ahdian, masih tidak di jawab


"woiii Ahdi nanya jawab dong, hemm" kata Ahdian kesal


"iyaaa Ahdian terserah" jawab Aretra


seperti ekor Ahdian mengikuti Aretra di belakang, sampai ke perpus semuanya hanya bisa melihat tingkat Ahdian yang lucu dibelakang Aretra.


mereka pun duduk di satu meja, Aretra mulai mencari buku dan Ahdian Aretra suruh diam di meja kalo tidak dia bisa membuat keributan.


saat Aretra mencari sebuah buku, dan mencoba mengambilnya dari rak yang paling atas, dia kesusahan mengambilnya, tiba- tiba yang membantunya untuk mengambilkan buku, saat Aretra akan berterimakasih dia kaget Karena ternyata Reza yang telah membatunya.


"nah itu bukunya, iss tinggi" ucap Aretra


Reza pun mengambilkan buku itu dan saat Memberikannya kepada Aretra, Reza juga ikut terdiam


"ini"ucap Reza memberikan buku


"aaa terimakasih ka.." balas Aretra saat melihat ke atas wajah Reza Aretra kaget begitu pun sebaliknya


"ka Reza?"tanya Aretra


"Aretra, lama gak ketemu"jawab Reza


"emm hehe aku balik kemeja yah ka, mau belajar hehe" kata Aretra kembali kemeja nya


entah kenapa tetapi Aretra merasa, jika Reza menjadi lebih tampan dari biasanya, memakai jas OSIS dan kacamata membuat dia semakin uhh


'gilaa jantung ku' batin Aretra

__ADS_1


saat Aretra kembali kebangku, Ahdian melihatnya dengan tatapan cemburu, Ahdian tau kalo barusan Aretra bertemu dengan Reza, Ahdian cemberut saat kedatangan Aretra.


"hemm" dehem Ahdian


"kenapa" bisik Aretra


"siapa tadi Hem? ciee ketemu ka R E Z A" ucap Ahdian pelan


"apaan sih diem, udah aku mau belajar sutttt"balas Aretra


Ahdian hanya bisa diam menahan cemburunya, saat memperhatikan Aretra belajar sangat lah cantik sekali, matanya yang fokus ke buku membuat Ahdian tersenyum, tapi tidak lama Ahdian tertidur.


'manis banget deh' batin Ahdian


'kapan yah aku bisa milikin kamu Traaa' lanjut Ahdian


beberapa menit kemudian pun dia tertidur, Aretra pun menyadarinya dengan tersenyum, Ahdian sangat lucu ketika dia tertidur, hampir saja Aretra akan memegang muka Ahdian, tapi untung nya Aretra ingat bahwa itu salah


"dii tumben diem" kata Aretra melihat buku


karena tidak ada jawaban dia pun melihat ke arah Ahdian dan ternyata Ahdian tertidur, dengan tumpukan tangan yang iya jadikan bantal sangat lucu


'masyaalloh lucu banget' batin Aretra hampir mengelus Ahdian.


Aretra pun hanya bisa melihat nya tanpa menyentuh sedikit Pun, dalam hatinya mungkin sangat ingin menyentuh Aretra akan tetapi dia tetap tidak boleh melakukan itu sekali pun dia menginginkan nya.


bel berbunyi keras membuat Ahdian terbangun dan Aretra tertawa saat melihat Ahdian kaget


"astaghfirullah" ucap Ahdian kaget


"emm masyaalloh, hahah" balas Aretra tertawa


"nyawaku belum balik tolong" kata Ahdian


"udah kita jalan ke kelas aja, udah cod kok sama nyawa kamu" balas Aretra tersenyum


"masih ngantuk ret" keluh Ahdian


"ke kamar mandi gih cuci muka" suruh Aretra

__ADS_1


Ahdian pun menuruti kata Aretra dan pergi ke kamar mandi, sementara Aretra pergi ke kelas karena bel masuk sudah berbunyi.


pelajaran pun dimulai, selama jam pelajaran semua tidak berisik sama sekali, Aretra pun juga berusaha untuk mengerti kisi-kisi yang guru berikan kepadanya.


sedangkan Ahdian dia sibuk berfikir kenapa Aretra sangat suka belajar, padahal itu membosankan sekali, tapi Ahdian tidak berani bertanya, jika ia bertanya Aretra akan mengomel kepadanya tanpa henti.


*bel istirahat


setelah beberapa jam dilewati bel istirahat Pun berbunyi, akan tetapi semua di Pulangkan karena pemberitahuan dari guru yang akan mengadakan rapat, mereka Pun bergembira.


Aretra ke kantin bersama Ahdian dan Ciandra, bagaimana pun mereka tak bisa Pulang sebelum makan-makanan di kantin, di sana lah Ahdian mencoba bertanya kepada Aretra tentang ambisi dia soal belajar.


"ret, Ahdi mau tanya"kata Ahdian


"tanya aja" balas Aretra


"kenapa sih kamu bener-bener serius dalam belajar?"tanya Ahdian


"yah karena tujuan kita sekolah kan begitu, dan juga saat kita ulangan di sana lah kita bisa melihat sejauh mana kemampuan kita, makanya Aku berusaha karena usaha pasti tak akan mengkhianati hasil" jawab Aretra


"emang tujuan kamu kali ini mau rangking berapa ret" tanya Ciandra


"pengen nya ke 3 hehe, tapi bukan ketiga juga gakpapa asal bisa masuk 10 besar" jawab Aretra


Ahdian yang mendengar penjelasan Aretra tersentuh, dia yang susah untuk belajar jadi memiliki keinginan untuk berusaha, begitu pula Ciandra yang awalnya menganggap nilai hanya lah sebuah angka biasa yang bisa dia beli dengan uang


setelah makan di kantin mereka semua pulang ke rumah masing-masing, saat sampai dirumah Aretra masih meneruskan belajar sedikit-sedikit, tak lupa akan ibadah dia juga mengerjakan sholat dan meminta agar usaha dia dilancarkan dan apa yang dia inginkan dapat dia gapai


dalam doanya Aretra meminta kebaikan dan pertolongan


"ya Alloh maha pencipta ku, hamba mu ini meminta kelancaran bagi mu maha pemberi, hamba bukan siapa-siapa tapi hamba yakin doa yang bekali dengan usaha pasti tidak akan sia-sia" kata Aretra dalam doa


"jika nanti usaha itu tidak membuahkan hasil, karena banyak orang yang curang, maka hamba tetap yakin dan bahagia karena hasil hamba lah yang paling sempurna, bahkan engkau menjadi saksi akan perjuangan hamba kali ini"sambung Aretra


selesai berdoa Aretra lanjut mengaji, sampai waktu makan malam Aretra pergi berkumpul bersama keluarga nya untuk makan bersama, setelah makan dia menunggu azan isya sambil membaca buku yang penuh dengan kisi-kisi


*keesokan harinya


selesai sholat subuh, Aretra bersiap untuk berangkat ke sekolah, dia berangkat lebih pagi dan memilih sarapan di sekolah, tanpa berpikir panjang Aretra pun turun ke bawah.

__ADS_1


Dia meminta izin untuk berangkat lebih awal dan meminta doa dari kedua orang tuanya, Aretra benar benar sangat rajin, sebenarnya Aretra berangkat lebih awal dikarenakan agar bisa tenang belajar dan tidak terpotong lebih lama lagi.


...****************...


__ADS_2