ARETRA

ARETRA
bab 18 •| berusahalah


__ADS_3

// Disekolah


Aretra telah duduk di bangkunya dan mulai membaca lagi, baginya ujian sekolah adalah salah satu cara agar dia bisa melihat seberapa kah mampu dia dalam beberapa mata pelajaran.


20 menit kemudian mulai banyak yang berdatangan kesekolah, beberapa teman mereka salut kepada Aretra, bahkan Ahdian yang telat datang tidak tau bahwa Aretra datang sepagi itu hanya agar bisa tenang.


*bel masuk berbunyi


"baik anak-anak kita akan memulai ujian ini, sebelum memulai nya ibu minta tolong salah satu ke depan dan bagikan kertas soalnya" kata Bu Azki.


"assalamualaikum"ucap Ahdian yang telat


"Waalaikumsalam, dari mana saja kamu ini baru hari pertama sudah telat saja" kata Bu Azki


"motor nya mogok dijalan Bu" kata Ahdian


Ahdian pun diizinkan duduk oleh Bu Azki, saat dia melewati bangku Aretra, Aretra sama sekali tidak tersenyum padanya, Dia sangat lah fokus.


Ujian pun di mulai, Aretra berusaha semampunya, Bahkan saat guru keluar dia berusaha agar tidak mencontek sedikit pun, meski pun banyak teman-teman Aretra yang menyiapkan banyak contekan juga saling mencontek selama guru keluar, Aretra berusaha dengan kemampuannya sendiri.


Ahdiandra melihat sekeliling banyak orang yang berusaha mencontek, tapi saat melihat Aretra, Ahdian melihat Aretra serius dan tidak mencoba mencontek sedikit pun, membuat Ahdiandra salut dan tersenyum, Ahdiandra mungkin berbeda dengan laki-laki lain nya, karena dia tidak terlalu peduli dengan nilai yang dia dapat makanya Dia hanya mengisi apa yang dia tau dan sisanya mengundinya.


Saat guru kembali mereka yang mencontek sangatlah panik karena takut ketahuan, Aretra salah satu orang yang tenang di kelas karena tidak melakukan hal ceroboh seperti mencontek.


dalam hatinya Aretra menguatkan diri meski takut dan merasa dicurangi.


'ya Allah banyak sekali yang curang, hamba takut akan tetapi hamba hanya bisa melihat semua ini, kuat kan hamba ya alloh' ucap Aretra dalam hati.


waktu mengerjakan telah habis banyak orang yang selesai karena bertukar jawaban dan Ada juga yang belum selesai, juga yang jujur.


kertas pun di kumpulkan, dan bel istirahat pun berbunyi, Ahdiandra mencoba menghampiri Aretra dia terlihat murung, Ahdian mencoba mengajak nya ke kantin dan ketaman tapi Aretra tidak menjawab sama sekali.


saat itu dikelas banyak yang membicarakan soal contek mencontek, membuat Aretra kesal jika dia mau mungkin dia akan melaporkan mereka semua, tapi dia tidak bisa melakukan hal apapun.

__ADS_1


"Ret Kanti yuk!" ajak Ahdiandra.


Tak ada jawaban dari Aretra, Ahdian pun mencoba bertanya sekali lagi.


"rettraa, kekantin yuk aku yang traktir mau?" tanya Ahdiandra pelan-pelan.


Aretra merespons dengan menggeleng-gelengkan kepala yang berarti tidak kepada Ahdian, Ahdian pun meninggalkan Aretra dan pergi kekantin.


kelas menjadi kosong, Aretra terus membaca buku untuk mapel ke dua, tak di sangka hati Aretra sakit mengingat banyak yang curang dikelasnya dan dia berusaha agar tidak melakukan hal yang sama, membuatnya takut bahwa dia akan kalah karena kecurangan mereka.


Tak lama Ahdian datang membawa beberapa cemilan juga eskrim ke kelas, Ahdian memang pergi meninggalkan Aretra tapi untuk membelikan beberapa makanan dan memakannya dikelas, Ahdian tau Aretra sangat tidak mood makanya dia berinisiatif membawa makanan ke kelas.


"nihh mau gakk"ucap Ahdian menaruh cemilan banyak dimeja Aretra.


"Ahdiiii, banyak bangetttt" balas Aretra kaget


"dari pada mikirin kecurangan orang lain, mendingan kamu makan tuh cemilan, lebih enak dari pada mikirin kecurangan" kata Ahdian sambil ngemil cemilan.


"lagi makan Jangan ngomong dulu" balas Aretra sambil membuka salah satu makanan


Aretra pun membahas mapel kedua bersama Ahdian dengan moodnya yang sudah kembali, mereka tertawa dengan beberapa tingkah Ahdiandra.


Disisi lain ada yang memperhatikan mereka lewat kaca, melihat Aretra bahagia bersama Ahdian, dan orang itu adalah Reza, Reza kini yakin Ahdiandra mungkin orang yang tepat untuk Aretra, Karena dia bisa membuat Aretra tertawa lepas.


*bel masuk berbunyi.


Mapel kedua adalah matematika, dan pengawas ujian sangat lah teliti, bahkan guru pengawas kali ini selalu berkeliling ke setiap meja untuk memastikan mereka tidak mencontek atau melihat contekan.


Saat itu guru pengawas melihat salah satu teman Ahdian melihat buku dan ada juga yang menyembunyikan hp di beberapa tempat, guru pengawas langsung menyobek kertas ulangan murid yang menyontek pada saat itu juga.


"wihhh punya contekan bagi dong" ucap guru pengawas.


"berisik lu jangan keras-keras nanti guru pengawas galak itu dateng" balas murid yang melihat kertas contekan, guru pengawas itu pun mengambil kertas ulangan nya.

__ADS_1


"oh jadi saya galak? selamat melakukan remedial untuk pelajaran matematika" kata Guru pengawas sambil merobek kertas ulangan milik murid tersebut.


Murid itu pun langsung disuruh keluar dari kelas, sangat menyeramkan bukan, saat guru pengawas sudah mulai duduk dibangku nya ada murid perempuan yang mencoba mencari jawab di Google dan dia lupa mengecilkan suara hp nya sampai semua mendengar suara Google hp nya.


'nice, akhirnya gue bisa liat hp, semoga aja ada' dalam hati murid itu


"6 pangkat 2 sama dengan 6 dikali 6, brainly" suara hp murid itu, semua mata tertuju ke murid perempuan tersebut, guru pengawas itu pun mulai berdiri dan menghampiri murid itu ke mejanya


'mampus gw lupa ngecilin volume' kata nya dalam hati.


Saat guru pengawas mendatangi dia, bukan hanya kertas ulangan nya yang di sobek, hp murid tersebut juga di bawa dengan tegas guru pengawas itu berkata


"apa yang kamu lakukan adalah sebuah kebodohan! pergi keluar dan siap-siap mendapatkan surat untuk mengambil hp mu!" ucap Guru pengawas itu.


Suasana dikelas semakin hening Guru pengawas tidak lagi melihat kejanggalan, dan semua murid tidak berani melakukan hal apa pun, mereka hanya bisa mengerjakan sebisa mereka dari pada harus disuruh remedial oleh Guru pengawas.


waktu mengerjakan sudah habis, semuanya mulai mengumpulkan satu persatu kertas ujian mereka, dan saat mereka selesai mengumpulkan, Guru pengawas mulai berbicara kepada mereka dengan tersenyum.


"Selamat kalian adalah orang-orang yang hebat, yang bisa menahan diri untuk tidak melakukan hal seperti kedua teman kalian yang sudah keluar dari kelas ini, sekali lagi ibu ingat kan jangan sesekali kalian mencoba atau melakukan hal tidak terpuji seperti mencontek atau membuat contekan, berusaha lah semampu kalian, jangan pernah mau menerima nilai hasil kecurangan karena selama-lamanya itu akan membuat kalian sengsara" kata Guru pengawas itu kepada semua murid dikelas.


*Bel pulang sudah berbunyi


Guru pengawas mengizinkan semua murid dikelas untuk Pulang, saat Ahdian ingin mengajak Aretra pulang bersama, Guru pengawas itu pun bertanya kepada Ahdiandra.


"Ahdian dan Aretra itu saudara?" tanya Guru pengawas kepada Ahdian.


"Bukan Bu, Ahdian hanya sahabatnya Aretra" jawab Ahdian dengan tersenyum.


"oh begitu, kalian sahabatan bukan pacaran nih?" tanya Guru pengawas dengan nada bicara becanda.


"Astaghfirullah, enggak Bu mana mungkin itu terjadi, lagian Aretra gak mau pacaran sama Ahdian yang pengemar cewe nya dimana-mana" jawab Aretra.


"Yehh lagian siapa juga yang mau pacaran sama cewe kutu buku kayak kamu dih" sambung Ahdian, meski hati dia sakit saat Aretra mengatakan hal tersebut.

__ADS_1


"hahah, kalian ini bisa saja yah, ya sudahlah kalo begitu Ibu duluan yah, Assalamualaikum" kata guru pengawas tersebut.


"waalaikumsalam Bu" ucap Aretra dan Ahdian secara bersamaan.


__ADS_2