ARETRA

ARETRA
Bab 15 •| kecemburuan Reza


__ADS_3

*keesokan harinya


Reza kembali menjemput Aretra, akan tetapi sebelum dia, Ahdian sudah lebih dulu menjemput Aretra tanpa sepengetahuan Reza, membuat Reza kesal dan bolos sekolah.


"Aretraa" panggil Reza.


"lohh Reza, Aretra sudah berangkat tadi sama Ahdian"jawab Bunda Aretra.


"ohh gitu yah tan, emm ya udah kalo gitu Reza pamit dulu yah Assalamualaikum"kata Reza.


"waalaikumsalam"Balas Bunda.


Reza pun pergi membawa motor dengan kecepatan tinggi, Reza meluapkan semua emosinya, hatinya begitu sakit, Reza tidak memperdulikan hal lain selain meluapkan emosinya.


*disisi lain Aretra.


Diparkiran sekolah, Aretra kini bersama Ahdian, senyum Aretra begitu manis di pagi hari, tawanya membuat candu ditelinga Ahdian.


Ahdian membuat Aretra bahagia bahkan karena hal kecil, Aretra mampu tertawa didepan Ahdian, rasa lelah yang biasanya Aretra rasakan hilang seketika saat bersama Ahdian.


"makasih om"ucap Aretra melangkah pergi.


"ehhh, tunggu dulu"kata Ahdian menyodorkan tangan kosong.


"Kenapa lagi om? ohh ongkosnya belum yah"Balas Aretra.


"enak aja dikira tukang ojeg apa, itu helm nya Aretra, ya alloh cantik-cantik kok pelupa"Kata Ahdian.


"ehh iyah hehe, tau aja kalo aku cantik" balas Aretra kembali ke Ahdian.


Ahdian pun membatu Aretra melepaskan helm, dan Aretra hanya menurut dan diam, saat ingin bertanya mereka malah berkontak mata untungnya Ciandra datang dengan Hansa dan menghentikan pandangan mereka.


"udahh belum sih"ucap Aretra mendongak.


mereka pun saling menatap.


'ya alloh jantung ku gak aman" batin Aretra.


'masyaallah cantiknya bidadari mu'batin Ahdian.


"assalamualaikum" ucap Hansa.


"masihh pagii, masih pagii" sambung Ciandra.


"ehhh Astaghfirullah"ucap Aretra.


"iss gangu kalian mahh"kata Ahdian melepaskan helm dari kepala Aretra.


Mereka pun ke kelas bersama, jantung Aretra masih belum stabil, tapi dia mencoba biasa saja agar tidak terlihat baper.


Sesampainya di kelas Ahdian tidak kapok menggoda Aretra pagi-pagi, bahkan satu kelas baper mendengar Ahdian tapi Aretra berusaha menahan itu semua.


"oi, lu tuh sama kayak matematika yah"kata Ahdian.


"hitungan maksudnya hem"balas Aretra.


"bukan ituu, tapii sama-sama buat gue mikirin lama"kata Ahdian.


"cihh, kamu tuh sama kaya setan"Balas Aretra.


"Dih kok setan, ohh pasti bagus nih"kata Ahdian.


"sama-sama tukang gangguin orang"balas Aretra.


"AWW menusuk"kata Ahdian.


Semua tertawa melihat kelucuan mereka berdua, bahkan Ciandra dibuat ngakak sama Aretra yang bisa merosting Ahdian blak-blakan.


*bel masuk pun berbunyi.

__ADS_1


Semuanya pun sudah berada dibangku masing- masing, hari ini adalah pelajaran Bu Wiwi, kali ini mereka di beri tugas untuk membuat satu undangan di komputer.


Mereka semua pun pergi ke lab untuk mengerjakannya, dengan teliti mereka membuatnya dengan aneka gambar, tema, warna, dan bentuk.


Dalam mata pelajaran Bu Wiwi, Ahdian sangat sangat cepat dan rapih, karena dia sangat Ahli di bidang IT dan olah raga di banding pelajaran lainnya.


Sedangkan saat yang lain kesulitan Ahdian sudah selesai dalam waktu 30 menit, Bukan diam di mejanya dia malah datang ke Aretra dan undangan yang Aretra buat jauh di dalam pikiran Ahdian.


"wahh bagus-bagus" ucap Ahdian ke pada yang lain.


"gini loh"kata Ahdian nya pada Ciandra.


"bawel kamu di"balas Ciandra.


"Ba-baguss banget oi"kata Ahdian pada Aretra.


"berisik udah sana balik ke meja"balas Aretra.


Ahdian pun menurut dan kembali kemeja, yang lain kira Ahdian memuji Aretra karena Ahdian dekat dengan Aretra ternyata gambarnya benar-benar bagus.


Waktu pun habis dan mereka kembali ke kelas saat, Aretra akan memasuki kelas, Aretra melihat Reza masuk ke ruang guru perasaannya pun mulai tidak enak dengan Reza, apalagi dengan keadaan Reza masih membawa tass dan koci motor.


Ahdian melihat Aretra yang berhenti di depan pintu, tau kalau Aretra sedang memperhatikan Reza tapi Ahdian tidak menegurnya.


saat Aretra masuk Ahdian tidak mengganggunya sama sekali, karena raut wajah Aretra terlihat khawatir membuat Ahdian cemburu dengan keadaan itu dan diam tidak berbicara.


*pergantian pelajaran.


Bu salwa pun masuk, setelah selesai mengabsen, Bu Salwa menyuruh Aretra mengambil buku Fisika yang dikumpulkan di meja bu salwa.


"okey sudah, baik Aretra maaf tolong ambilkan buku fisika yang kemarin dikumpulkan di meja ibu"suruh Bu Salwa.


"Baik bu" jawab Aretra.


Aretra pergi keruan guru untuk mengambil buku fisika, saat memasuki ruang guru dan terlihat Reza yang sedang di marahi oleh pak Radi dengan Keras.


"kamu tuh bagaimana! ketua osis tapi kamu sendiri mencontohkan yang tidak baik, apa pantas hal seperti itu"bentak Pak Radi.


//Sesampainya di Ruang guru.


"Assalamualaikum, maaf pak saya ingin mengambil buku dimeja Bu Salwa "ucap Aretra.


"Waalaikumsalam, iyaa"jawab Pak Radi.


"nahh kamu setidaknya seperti Aretra adik kelas kamu cewe, tapi dia bersama temannya Ahdian sudah bisa membuat projek dan dipandang baik nama oleh Dinas pendidikan"kata pak Radi.


"iyaa pak saya tau, saya salah, saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan saya lagi"balas Reza.


"benarkah? baik, jangan sampai bapak melihat kamu di jalan lagi dengan kecepatan yang tinggi dan bolos dari sekolah faham!" kata Pak Radi.


"Baik pak" ucap Reza.


Saat Aretra keluar dari ruang guru membawa buku, Reza pun ingin cepat menyusul Aretra dan membantunya, tapi terlambat Ahdian sudah datang terlebih dahulu untuk membantu Aretra.


"Aretra tung-"panggil Reza terpotong.


Melihat Aretra sedang tersenyum pada Ahdian, dan Ahdian membatunya membawa buku.


"makasih Ahdii" ucap Aretra pada Ahdian.


Tangan Reza kini mengepal dan sangat penuh dengan emosi, Reza pun menuruni tangga dan melewati Ahdian dan Aretra, saat Aretra menyadari itu Ahdian menahannya dengan mengajak bicara.


'ka Reza'ucapnya dalam hati.


"Taa kira-kira nanti istirahat enaknya kita makan Apa yah?" tanya Ahdian.


"hemm, Mie ayamm"jawab Aretra.


"boleh juga, tau gak kenapa namanya mie ayam"tanya Ahdian.

__ADS_1


"karena ada ayamnya"jawab Aretra.


"bener tapii ada lagi, karena yang makanya kamu"kata Ahdian membuat Aretra terdiam.


"my ayangggg" kata Ahdian.


" apaan sih geli" balas Aretra.


Aretra pun berjalan dengan cepat, sebenarnya bukan karena geli, Tapi karena takut Ahdian melihat Aretra saat salting mendengar semua itu.


'Ya alloh tolong' batin Aretra.


Sesampainya dikelas mereka pun lanjut belajar, semua murid belajar dengan serius karena takut dihukum jika becanda saat pelajaran Bu Salwa.


*bel istirahat pun berbunyi.


Semua pergi ke kantin untuk makan siang, Ahdian membawa kue buatan Ibu nya untuk di coba Aretra, dan mengatakan bahwa Ibunya sangat ingin bertemu dengan Aretra.


Pada saat makan kue, Aretra meninggalkan bekas di mulutnya dan Ahdian membersihkannya dengan tisu, sementara Ciandra menjadi nyamuk disana karena Hansa belum datang.


Saat Ahdian membersihkan mulut Aretra, Reza melihatnya dan sedang membawa bola basket dengan anggota tim basket.


Semua cewe yang Ada di kantin bersorak, kepada mereka karena hampir semua yang ada ditim adalah cowo genteng.


"mau kue gak?" tanya Ahdian.


"kue"jawab Ahdian.


"nih kue coklat buatan Ibu, Ibu semangat bikinin ini buat kamu, soalnya Ibu pengen banget ketemu kamu"kata Ahdian.


Aretra pun mengangguk dan mencoba kue itu, dan belepotan sedikit, Ahdian yang sedari tadi melihat Aretra yang lucu saat sedang makan dan mencoba membersihkan sisa coklat di bibir Aretra.


"kamu tuh yah, lucu" ucap Ahdian mengambil tisu dan mengelap sisa coklat di mulut Aretra.


'emm jadi nyamuk gue' batin Ciandra.


*suara pantulan bola ke lantai.


"Aaaa pliss ganteng banget"ucap cewe yang Ada di kantin.


"bang culik aku dong" ucap cewe dikantin.


Reza yang melihat Ahdian memberikan bibir Aretra, menantang Ahdian untuk bertanding Basket di lapangan dan taruhannya Adalah Aretra, membuat Aretra sedikit marah karena dijadikan taruhan.


"woii" Reza melempar bola kepada Ahdian.


Aretra menoleh ke Reza dengan mengerutkan kening.


"gimana kalo kita tanding sekarang dan siapa yang menang bisa miliki Aretra" ucap Reza.


"lu kira Aretra barang di jadiin taruhan hah!"balas Ahdian kesal.


" yah, kalo takut kalah bilang aja kali" kata Vino.


"gue tunggu dilapang, kalo lu gak dateng, Artinya lu kalah dan harus jauhin Aretra"sambung Ahdian.


"terima aja di gue bakal bantuin lu"kata Hansa.


"okey gue setuju"sambung Ahdian.


Tim Reza pun pergi kelapangan sedangkan Ahdian dan Aretra masih di kantin, dan memikirkan cara Agar bisa menang melawan mereka.


"kalian yakin"kata Ciandra.


"tenang aja aku akan minta bantuan yang lain"balas Hansa.


"Taa kamu gakpapa soal ini"tanya Ahdian.


"hemm Aku bakal bilang ke ka Reza buat batalin ini semua"kata Aretra.

__ADS_1


Aretra pun berlari kebawah mengejar Reza, tapi terlambat Reza sudah bersiap-siap dilarang dan tidka mendengarkan apa yang Aretra katakan kepadanya.


...****************...


__ADS_2