ARETRA

ARETRA
Bab 12 •| Doa yang sama


__ADS_3

Aretra langsung pergi kelapangan, bersama yang lain nya, setelah pemanasan pak Iman menyuruh mereka lari mengelilingi lapangan 3 kali.


Setelah berkeliling lapangan semua berkumpul dan berbaris seperti sebelumnya, pembelajaran olah raga hari ini adalah voli, semua murid menjadi berpasangan sesuai urutan absen, seperti biasanya Aretra berpasangan dengan Ahdian.


Setelah beberapa menit bermain bola tubuh Aretra melemah, penglihatan nya menjadi kabur, untungnya Ahdian mengetahui hal itu dia selalu berada di dekat Aretra.


"kepala ku kenapa sakit" ucap Aretra memegang kepala.


"susah dibilangin sih,bandel banget" kata Ahdian.


Aretra tidak mendengarkan Ahdian dan pergi dipinggir, Aretra yang tidak melihat kiri dan kanan hampir terkena bola, Ahdian pun lari dan menyelamatkan Aretra sebelum terjadi hal yang lebih parah.


"Aretra awasss"teriak Ahdian.


"Hah?"ucap Aretra.


Ahdian menarik tangan Aretra ke pelukannya, tak lama Aretra pingsan, Ahdian membawanya ke UKS dengan menggendong Aretra.


"rett kok kamu keras kepala banget sih, udah tau tubuh mu tuh masih lemah"ucap Ahdian memegang tangan Aretra.


"lepasin tangan dia, lu sebaiknya balik ke lapangan"kata Reza.


"Gue mau tetep disini" bales Ahdian.


"Gue bilang lepasin tangan dia dan pergi balik"kata Reza.


Ahdian takut Aretra terbangun dia memilih mengalah dan pergi kembali kelapangan, Reza yang disamping Aretra kini dia kesal karena melihat kejadian tadi.


Reza berpikir kembali apakah dia menyukai Aretra karena hal ini, tapi dia tau Aretra adalah perempuan yang baik dan tak pantas bagi Reza untuk menyakitinya.


"Huh, apa gue udah mulai suka sama cewe ini yah, Suaranya bikin hati gue tenang setiap dengernya"kata Rezaa.


Selesai Reza mengatakan hal itu Aretra tersadar


"emm aww" ucap Aretra.


"kamu gakpapa?"tanya Reza.


"gakpapa kok"jawab Aretra.


"kenapa kamu ikut olahraga, padahal kamu tau kondisi kamu baru aja pulih, jangan keras kepala deh kamu mau dirawat lagi hem" kata Reza kesal.


"Ya gak mau, maaf jangan di aduin ke mamah yah"balas Aretra.


"emang kalo aku gak kasih tau, kamu bakal ngasih apa?"tanya Reza.


"emm, satu hal yang kamu mau aku bakal penuhin" jawab Aretra.


"okey deh aku gak akan bilang, tetapi kamu harus mau pura pura jadi pacarku gimana?"tanya Reza.


"Haa!, Ta-tapii emm okey hanya pura-pura"jawab Aretra.


Mereka pun pergi dari UKS lalu pergi ke kantin, dan Reza memperlakukan Aretra seperti pacar asli nya, Meski pun Aretra merasa sedikit takut tetapi Reza berusaha membuat Aretra senyaman mungkin dengan nya.


Disisi lain Ahdian kesal melihat tingkah Reza yang terlalu dekat dengan Aretra, hati Ahdian begitu sakit melihatnya, dia hanya bisa sabar menunggu ingatan itu kembali.


'sampai kapan aku harus bersabar' ucap Ahdian dalam hati.


'ya alloh kenapa rasanya tidak nyaman sekali" ucap Aretra dalam hati.


Reza menyentuh kepala Aretra dan mengusapnya lalu berkata.


"kamu tidak tenang yah? maaf kalo aku begitu.."kata Reza terpotong Aretra.


"bukan begitu, aku baru pertama kali seperti ini dan Aku belum terbiasa" lanjut Aretra tersenyum.


* 2 minggu kemudian.


Ingatan Aretra tak kunjung pulih, semakin lama Reza dan Aretra semakin dekat, kedekatan Aretra disamping Reza bisa membuat Reza perlahan-lahan berubah menjadi lebih baik.


Dari Reza yang dulu tak pernah tersenyum, sekarang dia selalu tertawa di dekat Aretra, Bahkan semenjak dekat dengan Aretra dia mulai memperbaiki ibadahnya.


Disisi lain Ahdian sangat terpukul melihat kedekatan mereka, dan semua orang benar-benar mengira bahwa mereka itu pacaran, akan tetapi Ahdian tetap tak percaya meski satu Sekolah membicarakan mereka.


*bel pulang pun berbunyi


Ahdian berniat mengajak Aretra untuk menyelesaikan tugas kelompok, yang diberi waktu 3 minggu untuk menyelesaikannya dengan Proyek tong sampah dan video jaga lah lingkungan mu, Ahdian pun kemeja Aretra dan memberitahunya.


"kita kerjain tugas projek hari ini, gak ada penolakan jadwalku penuh, jadi jangan protes"ucap Ahdian.


"heii apaan ini, dadakan banget loh"balas Aretra.


"ku bilang tidak ada penolakan, jadi sekarang kamu pulang dengan ku dan kita kerjakan di taman"kata Ahdian.


"yah gak bisa Aku harus pulang sama Reza, kalo dia salah faham gimana" balas Aretra.


"Lu mentingin dia dibanding nilai lu sendiri sekarang? baguss yah cuman karena Reza itu ketua osis bukan berarti lu bisa seenak nya Aretra"kata Ahdian emosi.


"Gak gitu"balas Aretra.


Ahdian tak peduli Aretra mau ikut Atau tidak dia pun pergi karena marah, Mendengar Aretra terus menerus menyebut Reza hatinya sangat lah sakit.

__ADS_1


"Tunggu Ahdian"teriak Aretra.


Ahdian pun berhenti, Aretra berlari menghampiri.


"Maaf aku akan ikut"kata Aretra.


Akan tetapi Ahdian tak menjawabnya sama sekali, dia tetap berjalan dan Aretra mengikutinya dari belakang.


pada saat turun dari tangga menuju lapangan Ahdian menarik Aretra ke pinggirnya dan menangkap bola voli yang hampir mengenai Aretra, tapi Ahdian berhasil menangkapnya


"woii hati-hati kalo main tuh, jangan terlalu pake tenaga deh! ini lapangan sekolah bukan umum" Kata Ahdian.


Jantung Aretra berdetak kencang entah kenapa tapi melihat Ahdian melindunginya membuat hatinya tak tenang, Aretra pun menunduk.


"Lu gakpapa kan?"tanya Ahdian.


Ahdian melihat Aretra menunduk membuat dia Semakin khawatir dia pun mencoba, menanyakannya lagi.


"Aretra woi jawab" Tanya Ahdian.


"I-iya gakpapa kok"jawab Aretra.


"Benarkah?lalu kenapa lu nunduk begitu"Tanya Ahdian.


"Gakpapa dibilang udah jalan aja sih kenapa"jawab Aretra.


Ahdian yang kebingungan pun berjalan menuju ke gerbang, ternyata Reza sedang berada di gerbang dengan anggota osis lainnya.


Saat Reza melihat Ahdian bersama Aretra dia marah dan kesal, Reza pun menghampiri Aretra dan bertanya.


"Ra, kamu mau pulang?" tanya Reza.


"dah jelas juga pake nanya"jawab Ahdian.


Aretra pun menyenggol pinggang Ahdian dan menjawab.


"iyaa za"jawab Aretra.


"gimana kalo Aku anter? mau yah?"tanya Reza.


"Emm gak usah kamu juga lagi ada kegiatan kan, aku pulang bareng Ahdian aja sekalian mau kerkom"jawab Aretra.


"Tapi ra.." ucap Reza terpotong.


"yawdah yah semangat zaa dahh" sambung Aretra.


Mereka berdua pun berjalan menuju parkiran, Ahdian juga mengantarkan Aretra kerumah terlebih dahulu untuk meminta izin, dan membeli bahan-bahan nya


"sebenernya lu sama reza tuh Ada hubungan apa, kok kalian bisa sedekat itu, setau gue reza itu angkuh dan jarang berbicara apalagi sama perempuan" tanya Ahdian.


"kepo yahh"jawab Aretra.


"Gak udah, gak jadi" kata Ahdian.


"dihh ngambek hahah"balas Aretra tertawa.


"gak yah so tau lu"kata Ahdian.


"Reza itu cowo yang baik kok, dia memang punya sikap angkuh tapii disamping aku dia dewasa banget, dia sayang sama aku, banyak orang yang mungkin bilang kami itu pacaran, tapi aku gak pernah anggap dia pacarku" balas Aretra.


"begitu kah? terus dimata kamu Aku ini kaya apa"tanya Ahdian.


"kayak babi yang lagi main di lumpur mirip banget loh"jawab Aretra.


"serah lu deh, lu juga kek kukang mageran, sukanya tidur" kata Ahdian.


"tau dari mana yehh"balas Aretra.


Mereka pun mengobrol asik, Ahdian merasa ini hari paling menyenangkan karena dia bisa bersama Aretra dan mengobrol lama tanpa harus melihat Reza.


mereka pun sampai di taman dan mulai mengerjakan proyeknya menggambar di ember, setelah itu mereka membuat video jaga lah lingkungan.


"ini tema nya apa?"tanya Aretra.


"kamu nanya? kamu bertanya-tanya ini temanya apa? biar aku kasih tau yah, ini tuh temanya.."jawab Ahdian terpotong karena kepalanya tertutup ember.


"lama-lama ku sumpel tuh mulut mu"kata Aretra.


"gak di tutup ember juga kali, temanya membuang sampah, kita bagi dua bagian sisi ini sama kamu sisi ini sama aku"balas Ahdian.


"okey"kata Aretra.


Mereka pun mengerjakan dengan teliti tanpa becanda sedikit pun, karena tempat nya sepi Ahdian memberikan satu earphone kepada Aretra.


"nih pake biar gak sepi-sepi amat" kata Ahdian.


Aretra pun memakainya, Ahdian pun menyalakan lagu "selamat tinggal", mereka pun melanjutkan melukis saat hampir selesai mereka pun menjemur ember.


"huh beres juga, tinggal bikin video deh" kata Aretra.


Saat Ahdian melihat Ada cat yang terkena pipi Aretra dia pun membersihkan nya mengunakan saputangan dia, lagi-lagi Ahdian membuat jantung Aretra tak aman.

__ADS_1


"diem" ucap Ahdian.


"ada apa?"balas Aretra.


Ahdian mendekat lalu mengelap cat itu, sedangkan Aretra dia menutup mata karena takut.


"dahh, ngapain lu tutup mata" kata Ahdian.


"dihh habisnya lu bikin kaget"balas Aretra.


"kenapa? gue ganteng yah" kata Ahdian.


"hehe, iyaa tapi kali diliat dari sedotan"balas Aretra.


Azan ashar pun berkumandang, dan mereka berdua pergi ke masjid terdekat, Aretra kaget karena baru kali ini saat dia bersama cowo ada yang inggin ke masjid, biasanya malah dia yang berkata akan ke masjid.


"azan, ke masjid yu lu gak halangan kan?"tanya Ahdian.


"gak kok"jawab Aretra.


Mereka berdua pun berjalan kekasih terdekat, dan membawa alat-alat juga tas, sesampainya di masjid mereka pun melaksanakan sholat ashar, dan berdoa.


"Ya alloh, siapa yang hamba mu ini lupakan? apakah ingatan hamba akan engkau balikan, sungguh sebenarnya siapa Ahdian sebenarnya" kata Aretra.


"mengapa setiap hamba di dekat Ahdian jantung hamba berdetak cepat? perasaan apa ini ya alloh, berikan hamba petunjuk untuk mendapatkan ingatan hamba kembali" lanjut Aretra.


disisi lain Ahdian berdoa.


"sungguh aku berterimakasih kepadamu, aku bisa kembali mengobrol dengannya, setelah lama aku menjauh darinya, engkau mengabulkan doa ku dirumah sakit waktu itu, apakah engkau akan mengabulkannya lagi"kata Ahdian.


"hamba ingin ingatan Aretra kembali ya alloh, sungguh hati hamba sakit saat melihat dia dekat dengan Reza,tolong bantu hamba" lanjut Ahdian.


Mereka pun selesai sholat saat di luar Aretra melihat seorang wanita dengan 2 anak yang sedang membersihkan sampah di dekat masjid, Ahdian mempunyai ide untuk merekam mereka, Aretra juga memiliki usul untuk memberi mereka sedekah.


pada saat Aretra ingin memberikan uang Ahdian mencegah dan berkata.


"ta kamu mau ngapain? mending kamu beli makanan untuk mereka, selain itu kita bisa membagi dibeberapa orang , aku akan merekam mereka saat sedang membersihkan sekitaran masjid bagaimana?" kata Ahdian bertanya.


"emm boleh juga yawdah aku akan membeli beberapa makanan dan air, kamu merekam beberapa orang yang sedang membersihkan" balas Aretra.


"yawdah nih tambahin pake uang ku" kata Ahdian.


Mereka pun memulai tugas mereka, Ahdian merekam dan Aretra membeli makanan, banyak yang bisa Ahdian rekam disana, setelah selesai merekam Aretra sampai dan mereka memberikan beberapa makanan kepada orang yang sedang membersihkan daerah itu.


"ibu ini ada sedikit makanan untuk ibu dan anak ibu" ucap Aretra.


"ya alloh neng makasih banyak anak-anak ibu belum makan dari pagi, makasih yah neng"ucap ibu itu.


" mungkin ini juga rezeki buat ibu karena pekerjaan ibu sebagai pemulung juga membantu untuk memberikan daerah ini" kata Ahdian.


"subhanallah terimakasih, semoga kalian diberikan rezeki yang lebih dari ini Aamiin" ucap ibu itu.


Mereka tersenyum dan membagi sisanya kepada yang lain, dan melanjutkan video nya, setelah perekaman selesai mereka pun bersiap-siap untuk pulang.


"yey selesai" kata Aretra.


"capek gak?"tanya Ahdian.


"enggak ini seru banget"kata Aretra.


"mau makan? aku yang bayarin"tanya Ahdian.


"goo cepattt"jawab Aretra.


Ahdian pun mengajak Aretra ke tukang baso langganan mereka, dan disana Aretra hampir mendapatkan mengingatnya kembali.


"makan baso?" tanya Aretra.


"enggak kita makan mejaa nya, ya makan baso lah gimana sih"jawab Ahdian.


"heheh yawdah dua porsi yah buat aku"kata Aretra.


"Lu laper apa kesurupan banyak bet makan nya" balas Ahdian.


"ishh"ucap Aretra.


Mereka pun memakan baso, dengan lahap dan semangat, selesai memakan baso Aretra bertanya kepada Ahdian.


"Ahdi kenapa kamu baik banget?"tanya Aretra.


"emang gue baik dari dulu"jawab Ahdian.


"nyesel aku bilang kamu baik"ucap Aretra.


"hahaha, yah emang harus jawab gimana"balas Ahdian.


"iyaa kenapa kamu baik ke aku, padahal aku ngeselin dikit"kata Aretra.


"karena gue sayang sama lu, lu kan sahabat gua"balas Ahdian.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2