
akhirnya sesi latihan selesai Keenan terbaring kecapean diatas lapangan lari. dan ternyata Xue Lian sudah melihatnya dari jauh.
"apa kau tidak apa apa?" ucap Kisha.
"hmm... hanya kelelahan saja setelah istirahat sebentar ini akan kembali seperti semula.
"kalau begitu ayo kita cepat kembali ke villa supaya kau bisa istirahat lebih cepat" ucap Kisha.
"baik..." ucap Keenan.
tiba-tiba Keenan terjatuh karena kakinya lemas setelah latihan berat dengan reflek Kisha langsung menangkapnya.
"hey apa kau baik baik saja?" ucap Kisha.
"iya hanya saja kakiku sedikit lemas karena latihan terlalu keras" ucap Keenan.
"hah... aku akan memapahmu sampai villa jika aku meninggalkanmu disini aku bisa kena gigitan beruangš" ucap Kisha.
"ehh... baiklah" ucap Keenan dengan kaki yang tampak gemetaran.
"cihh si Kisha itu bukannya mengendongnyac ucap Xue Lian di dalam hati.
"heyy kau kenapa kee?" ucap Xue Lian.
"ahh aku hanya kelelahan tapi aku baik baik saja" ucap Keenan.
__ADS_1
Xue Lian langsung mendekati Keenan dan langsung menggendongnya.
"heeyy jangan sembarang mengendongš³" ucap Keenan.
Xue Lian mengabaikannya dan tetap mengendongnya kembali ke villa.
"hey ada apa ini dia sama sekali tidak mempedulikanku jahat sekališ" ucap Kisha.
"hah... sepertinya di bumi aku hanya ngontrakš" ucap Kisha.
"hey bagaimana perkembangannya?" ucap Xue Qian.
"kau ini seperti setan saja selalu saja muncul tiba tiba" ucap Kisha.
"hmm... yaahh timku sedang menyelidiki markas tersembunyi karena sudah tidak ada perkembangan di saham saham perusahaan" ucap Kisha.
"ohh yaa aku nanti harus pergi ke inggris untuk melakukan pemeriksaan rutin ini sudah sangat telat aku takut ayahku memarahi dokter Anming nanti aku juga kena" ucap Kisha.
"yasudah mau bagaimana lagi" ucap Xue Qian.
"huh... dia sangat tidak peka membuatku kesal saja" ucap Kisha dalam hati.
"lalu bagaimana dengan keluarga Long jika aku menghentikan penyelidikan sejenak nanti dia pasti langsung bertindak dengan cepat" ucap Kisha.
"itu bagus aku bisa langsung menangkapnya dengan mudah apa kau lupa bahwa aku juga punya prajurit aku bisa menangani ini" ucap Xue Qian.
__ADS_1
"lalu kenapa kau malah menyuruhku menyelidikinya jika kau bisa" ucap Kisha.
"itu karena pasukan khususmu bergerak di berbagai macam bidang salah satunya intel jadi aku tidak perlu meragukanmu" ucap Kisha.
"hah... aku benar benar tidak tahu mau bahagia atau tidak karena kau tidak seperti orang yang sedang memujiš" ucap Kisha.
"hmm... sudahlah" ucap Xue Qian.
"ngomong - ngomong pemeriksaan dirimu apa saja?" ucap Xue Qian.
"ahh seperti tes selaput darah di ******, tes kesehatan tulang, ronsen, tes mata, gigi, orgam dalamku, dan tes Psikolog seperti itu biasanya" ucap Kisha.
"tes selaput darah di ******?" ucap Xue Qian.
"iyaa benar itu tes untuk melihat aku masih perawan atau tidak karena ayahku saat overprotektif jadi dia harus menjagaku dengan baik karena dia takut anaknya disentuh sebelum dia menyetujuinya" ucap Kisha.
"bukankah itu berlebihan?" ucap Xue Qian.
"awalnya aku juga mikir begitu tapi aku jadi semakin tahu bahwa ayah sangat mencemaskanku itu sebabnya dia menyuruhku untuk melakukan banyak pemeriksaan" ucap Kisha.
"yaahh ayahmu memang sangat menyanyangimu" ucap
"hmm.. kalau begitu aku kembali ke villa dulu ini sudah hampir waktunya makan siang" ucap Kisha.
"pergilah" ucap Xue Qian.
__ADS_1
Kisha pun pergi meninggalkan Xue Qian dan kembali ke Villa.
...*Perhatian Novel ini dibuat hanya untuk menghibur para pembaca dan semua alur cerita hanya khayalan dan imajinasi penulis*...