As-tu Le Bonheur: Dreams And Love

As-tu Le Bonheur: Dreams And Love
Bahagia? (21)


__ADS_3

Kisha menaiki mobinya dan kembali ke hotel.


"kenapa pikiranku aneh terus siihh selalu saja pikirannya tentang sakit hati... tapi saat aku memikirkannya rasanya benar - benar tertekan... kuharap tidak ada seorang pun di dunia ini yang akan seperti itu karena rasanya sangat menyakitkan" ucap Kisha dalam hati.


Di lain sisi.


"apa si pewaris Loud3 itu sudah keluar dari universitas Centrava" ucap Xue Lian.


"belum tuan" ucap Sekertaris Xue Lian.


"kenapa masib belum" ucap Xue Lian.


"butuh beberapa waktu untuk menyelesaikan proses pengunduran diri di Universitas" ucap Sekertaris Xue Lian.


"ke universitas Centrava sekarang" ucap Xue Lian sambil mengambil jas nya dan memakainya.


Setelah sampai di universitas Centrava Xue Lian turun dari mobil dan menuju ke ruang dekan.


"wahh siapa itu tampan sekali"


"seksi sekaliiii"


"aku tidak pernah bertemu dengannyaa dia tampan sekali"


"dia pria paling tampan yang pernah kulihat AAAAA"


para mahasiswa perempuan berteriak karena Xue Lian.

__ADS_1


"apa itu kenapa ramai sekali" ucap Keenan.


Keenan pun melihat kearah Xue Lian dan kaget bahwa Xue Lian datang ke kampusnya dia langsung memalingkan wajahnya dan bergegas pergi. sayang sekali Xue Lian sudah melihatnya dan mendekatinya.


"kenapa kau kabur" ucap Xue Lian.


Keenan langsung berhenti dan menengok pelan - pelan.


"tidak aku tidak kabur aku mau makan siang😄" ucap Keenan.


"ikut aku" Xue Lian langsung mengenggam tangan Keenan dan membawanya bersamanya.


mereka ditatap oleh para mahasiswa perempuan yang kesal karena Xue Lian memegang tangan Keenan.


"ekkhhh tatapan mengerikan apa yang mereka berikan padaku... si Xue Lian juga kenapa malah memegang tanganku aku bisa - bisa dibenci 1 angkatan" ucap Keenan dalam hati.


"kenapa kau ingin melepasnya?" ucap Xue Lian dengan tatapan marah.


"tidak... tidak... tanganku hanya berkeringat tidak enak jika dipegang" ucap Keenan.


"tidak apa - apa aku tidak keberatan" ucap Xue Lian.


"ekkhh aku yang keberatan bagaimana iniii" Ucap Keena dalam hati.


"kau ingin membawaku kemana? kenapa begitu terburu - buru datang kesini" ucap Keenan.


"karena ada iblis penggangu jadi aku harus mengurusnya supaya kau tidak di nganggu olehnya" ucap Xue Lian.

__ADS_1


"iblis penggangu? siapa?" ucap Keenan.


"menurutmu?" ucap Xue Lian.


"iblis penggangu? siapa yang Xue Lian maksud apa... hmmm... ahh benar siapa namanya... oh yaa Changyi tadi pagi dia membahasnya sepertinya dia tidak suka ada dia di kampus ini" ucap Keenan dalam hati.


"apa yang kau pikirkan? apa kau memikirkan seorang pria?" ucap Xue Lian dengan tatapan dingin.


"tidak aku hanya penasaran siapa yang kau maksud" ucap Keenan.


"kau mengenalnya tidak mungkin kau tidak mengenalnya" ucap Xue Lian.


Keenan hanya mengangguk dan menuju ruang dekan. sesampainya di ruang dekan.


"aahh tuan Xue apa kabar lama tidak berjumpa" ucap dekan.


"diam" ucap Xue Lian.


"mahasiswa yang bernama Changyin hari ini harus di keluarkan jika tidak aku akan menarik seluruh investasiku" ucap Xue Lian.


"ahh baik baik tuan Xue tenang saja pasti akan kuurus dengan cepat" ucap dekan.


Xue Lian keluar dari ruang dekan dan membawa Keenan pulang.


"ehh tunggu" ucap Keenan.


Xue Lian tak menghiraukannya dan membawanya pergi.

__ADS_1


...*Perhatian Novel ini dibuat hanya untuk menghibur para pembaca dan semua alur cerita hanya khayalan dan imajinasi penulis*...


__ADS_2