
"ngomong ngomong kau sedang apa disini sendirian?" tanya Kisha.
"hanya melihat laut saja" ucap Xue Qian.
"hah... apa kau tidak mengerjakan sesuatu gitu kau benar benar tidak ada kerjaan" ucap Kisha.
"terserah aku" ucap Xue Qian.
"yasudahlah berbicara dengamu pasti selalu tidak ada habisnya aku mau kembali ke kamar saja" ucap Kisha.
Kisha meninggalkan Xue Qian sendiri dan kembali ke kamarnya.
"tidak ada kemajuan terus heh... membuatku kesal saja" ucap Kisha yang terlihat murung.
di lain sisi Keenan yang sedang mencari Xue Lian yang tak kunjung kembali dan tiba tiba melihat Xue Qian di pantai sendirian dan menanyakan.
"Xue Qian apa kau tahu Xue Lian kemana dia tidak kembali seharian" ucap Keenan.
"ahh.. dia sedang sibuk nanti juga kembali sendiri" ucap Xue Qian dengan dingin.
"ahh... menyebalkan sekali (Keenan bergumam)" ucap Keenan.
"apa yang kau gumamkan" ucap Xue Qian.
"aku tidak bergumam" ucap Keenan dengan cepat.
Xue Qian mendekatkan wajahnya ke arah Keenan dan berkata.
"jelek sekali" ucap Xue Qian.
"KAUU HIH..." Keenan langsung pergi kembali ke Villa.
"heh dasar benar benar menyebalkan" ucap Keenan dalam hati.
saat sampai di Villa Keenan melihat Kisha yang sedang memasak sambil bersenandung.
"Kisha kau sedang masak apa?" Ucap Keenan.
__ADS_1
"ahh... aku sedang masak seblak mau?" ucap Kisha.
Keenan melihat kearah panci dan melihat bahwa seblaknya sepepertinya sangat pedas.
"ehh.. tidak dehh" ucap Keenan.
"ahh.. beneran? ini masih banyak dan enak juga coba saja dulu" ucap Kisha.
"ahhh tidak dehh aku pergi dulu" ucap Keenan.
"hmm okkey" ucap Kisha.
"ada apa dengannya" ucap Kisha dalam hati.
"ahh seblaknya enak sekali" ucap Kisha sambil berbunga bunga.
"hey"
"ahh kau sudah balik yaa cepat sekali" ucap Kisha.
"dimana Keenan?" ucap Xue Lian.
"berisik" ucap Xue Lian.
"hih dia ada dikamarnya tadi baru balik" ucap Kisha sambil melihat ke arah Xue Lian.
"ehh kau ini cepat sekali menghilangnya. apakah ini yang dinamakan diabaikan huhu..." ucap Kisha.
"sudahlah yang penting seblak nomer 1 AHAHAHAHAH" ucap Kisha.
di lain sisi...
"hah... Xue Lian hanya membaca pesanku mana mungkin dia akan langsung pulang..." ucap Keenan.
ceklek (suara pintu terbuka)
"ahh... Xue Lian!!!" ucap Keenan.
__ADS_1
"ahh.. aku baru pulang tadi ada seorang anak kecil yang bilang merindukanku jadi aku langsung cepat cepat kesini" ucap Xue Lian.
muka Keenan langsung memerah dan memanyunkan bibirnya.
"HUH..."
"sudahlah" Ucap Xue Lian.
"apa kau merindukanku..." ucap Xue Lian sambil mengelus kepala Keenan.
"tidakk" ucap Keenan.
"lalu bagaimana dengan yang di chat?" ucap Xue Lian.
"aku hanya beralasan supaya kau pulang karena kau menyuruhku latihan dengan Xue Qian dia itu benar benar kejam dan menyebalkan" ucap Keenan.
"benarkah kalau begitu aku akan menyuruhnya lebih kejam lagi" ucap Xue Lian.
"KAUU HUH KAU SAMA SAJA DENGAN XUE QIAN" ucap Keenan lalu mendorong Xue Lian keluar.
"ehh tunggu" ucap Xue Lian.
Keenan langsung mengunci pintunya.
"hah..." Xue Lian membuang nafasnya.
"hihihi apakah ini yang dinamakan diusir oleh kekasih" ucap Kisha.
"kau..." ucap Xue Lian sambil marah.
"hiii seram kemarahan dari seorang pria yang diusir kekasihnya kaburr..." ucap Kisha dan berlari ke kamarnya.
di lain sisi...
"imut sekali..." ucap Xue Qian di dalam hati.
".... apa yang kubicarakan mana mungkin dia imut" ucap Xue Qian.
__ADS_1
...(pertanyaan dari Author: siapa yang dimaksud Xue Qian?)...
...*Perhatian Novel ini dibuat hanya untuk menghibur para pembaca dan semua alur cerita hanya khayalan dan imajinasi penulis*...