
"suram sekali aura kalian." ucap Kisha.
... tidak ada yang menjawab.
"hah... yasudahlah aku mau ke toilet dulu" ucap Kisha.
Kisha pun keluar dari ruangan dan menuju ke toilet. saat Kisha sedang Cuci tangan...
"sebenarnya ada apa dengan mereka kenapa tampak seperti bermusuhan kan jadi canggung" ucap Kisha dalam hati.
"sepertinya mereka marahan tapi marahan kenapa?" ucap Kisha dalam hati.
"hmm... apa ini berhubungan dengan Keenan tapi masa sihh" ucap Kisha dalam hati.
"ahh... sudahlah gak usah dipikirin nanti juga terungkap" ucap Kisha dalam hati.
Kisha pun kembali ke ruangannya. Kisha berjalan dan duduk tapi satupun suara tidak ada.
"heyy apa mereka seperti ini dari tadi? yang benar saja hanya diam saja hah... ada apa sihh dengan mereka" ucap Kisha dalam hati.
Pelayan pun membuka pintu dan mulai menyajikan makanan.
"waahhh kelihatan sangat enakk😋😋 hah... aku sudah sangat lapar" ucap Kisha.
"selamat makan" ucap Kisha.
"Xue Lian bagaimana kabar si pewaris Loud3 itu?" ucap Kisha.
__ADS_1
"dia sudah kukeluarkan" ucap Kisha.
"Loud3?" ucap Choyu.
"kenapa kau membahas Loud3 ada apa dengan Loud3?" ucap Choyu.
"ahh... pewarisnya sekolah di Universitas Centrava dan aku baru mengetahuinya waktu Xue Lian bilang padaku" ucap Kisha.
"hah... sepertinya timmu harus lebih teliti lagi nanti kalau ada musuh tapi kita tidak tahu bagaimana" ucap Choyu.
"baiklah aku akan memberitahu mereka" ucap Kisha.
"Kisha apa kau siap? minggu depan kau akan memainkan peran itu" ucap Zhoyin.
"aku sihh siap - siap saja tapi naskahnya belum dikasih oleh sutradara Lan" ucap Kisha.
"kau harus menemuinya dulu dan mengebrol tentang peran dan sikapmu agar lebih bagus" ucap Zhoyin.
"heyy Lee Zhoyin bagaimana kabar Kanya? dia tidak menelponku ataupun mengechatku apa dia sudah melupankanku😢" ucap Kisha.
"hah... dia baik baik saja dia sedang sibuk mengerjakan proyeknya" ucap Zhoyin.
"proyek apa?" ucap Kisha.
"entahlah dia bilang seperti itu" ucap Zhoyin.
"jangan - jangan dia berbohong padamu dan berpacaran dengan seorang laki - laki" ucap Kisha.
__ADS_1
"itu tidak mungkin" ucap Zhoyin.
"menurutku itu mungkin karena kau sudah tidak menyanyanginya lagi jadi dia pergi ke pelukan orang lain agar bisa menyanyangi dia" ucap Kisha.
"benar aku setuju dengan pendapatmu" ucap Choyu.
"lihat saja kau pasti tiba - tiba melihat dia sedang mengandeng tangan seorang laki - laki percayalah itu pasti terjadi karena aku tahu karakter Kanya seperti apa" ucap Kisha.
"siap - siap saja kau diabaikan karena Kanya memiliki orang yang mencintainya" ucap Kisha.
"kau berisik sekali lebih baik kau diam" ucap Zhoyin yang sudah terlihat marah.
"lebih baik kau mencarinya aku takut laki - laki itu mengambil keperawanannya" ucap Kisha.
BRAAKKK (suara meja dipukul)
"aku sudah selesai makan aku mau pulang" ucap Zhoyin.
Zhoyin pun keluar ruangan sambil terlihat suram.
"bukankah kau terlalu kejam?" ucap Ziyan.
"tidak aku tahu bahwa dia khawatir aku hanya mendorongnya agar mencarinya jika tidak dipanasin Kanya mungkin sudah diambil orang" ucap Kisha.
"hah... kau ini" ucap Ziyan.
"tapi menurutku Kisha benar" ucap Choyu.
__ADS_1
"hah... kau ini memang mendukungnya saja" ucap Ziyan.
...*Perhatian Novel ini dibuat hanya untuk menghibur para pembaca dan semua alur cerita hanya khayalan dan imajinasi penulis*...