As-tu Le Bonheur: Dreams And Love

As-tu Le Bonheur: Dreams And Love
Bahagia? (8)


__ADS_3

Kisha menghampiri Xue Qian.


"kau terlalu keras yaah walaupun kau dan aku sama sama keras tapi caramu itu lebih kejam dibanding aku" ucap Kisha.


Xue Qian hanya melihat Kisha dan pergi.


"yang benar saja😑" ucap Kisha.


lalu Kisha berjalan kembali ke villa. sesampainya disana Kisha berfikir untuk melihat Keenan. Kisha melihat Keenan sudah bangun dan menghampirinya.


"hah... apa kau baik baik saja si Xue Qian itu memang seperti itu 11 12 denganku tapi aku 11 dia 12 jadi lebih baik kau memakluminya dan beristirahatlah besok kau harus jogging bersamaku untuk melatih ototmu mungkin nanti kakimu akan sakit karena kau tidak pernah olahraga yang berat tapi tenang saja nanti ketika kau terbiasa dengan latihan ini itu tidak akan sakit lagi" ucap Kisha.


"baiklah" ucap keenan.


"istirahatlah aku pergi dulu" ucap Kisha.


keenan hanya menggangguk. Kisha kembali ke kamarnya. saat dikamarnya tiba-tiba handphone Kisha berbunyi dan Kisha langsung mengangkatnya.

__ADS_1


"hallo" ucap Kisha.


"heyy kapan kau akan melakukan pemeriksaan ini sudah jadwalnya takutnya kalau ayahmu belum menerima laporan apapun aku yang akan kena" ucap Dr.Anming.


"iya nanti sabar aku kan sedang sibuk nanti aku pasti kembali ke inggris untuk pemeriksaan tenang saja aku tidak akan melewatkannya hanya saja sedang ada masalah aku harus menyelesaikannya dulu baru kembali ke inggris" ucap Kisha.


"cepatlah selesaikan urusanmu kau harus kesini setidaknya 2 minggu lagi kau mengerti?" ucap Dr.Anming.


"iya aku akan kesana dalam 2 minggu" ucap Kisha.


"ahh aku hampir melupakannya untung saja Anming menelepon😔😔" ucap Kisha di dalam hati.


"lebih baik aku segera menghubungi timku dan menanyakan perkembangannya kuharap ada berita bagus" ucap Kisha.


Kisha langsung menghubungi timnya lewat laptop.


"bagaimana?" ucap Kisha.

__ADS_1


"di beberapa perusahaan kecil ada orang yang membeli saham dengan identitas yang tidak diketahui di perusahaan besar juga sama mereka membeli dari para pemegang saham yang kecil dan membelinya dengan harga yang lumayan besar sekarang jika di total sudah 20% saham yang mereka miliki di semua perusahaan" ucap 111.


"hmmm... terus selidiki jangan biarkan satupun lolos dan periksa semua akses kota Centrava selidiki apa ada markas rahasia atau kamera pemantau rahasia di kota dan umumkan bahwa siaga 1" ucap Kisha.


"baik" ucap 111.


lalu Kisha menutup laptopnya dan bergegas mencari Xue Qian. Xue Qian sedang berada dipinggir pantai dibawah pohon lalu Kisha memanggilnya.


"heyy Xue Qian" ucap Kisha.


"apa?" ucap Xue Qian.


"aku sudah dikirimkan data dugaanku benar tentang mereka akan menguasai pasar saham dulu mereka mengincar para pemilik saham yang kecil lalu pastinya mereka akan terus membeli lagi aku sudah memerintahkan bahwa kota Centrava berada pada siaga 1 jadi bagaimana kita akan membuat mereka tidak bisa membeli saham lagi? haruskah kita membelinya tapi itu terlalu boros atau mencari markasnya dan memblokir aksesnya?" ucap Kisha.


"hmm... sebaiknya kita melihat dulu motif merela terlalu dini untuk mengatakan bahwa mereka berniat untuk mangambil alih pasar saham tidak ada yang tahu apa yang mereka rencanakan siapa tahu mereka sengaja membeli saham untuk mengalihkan kita dari sesuatu mari kita terus lihat apa motif mereka..." ucap Xue Qian.


...*Perhatian Novel ini dibuat hanya untuk menghibur para pembaca dan semua alur cerita hanya khayalan dan imajinasi penulis*...

__ADS_1


__ADS_2