
"bagaimana?" ucap Xue Lian.
"sebelum aku memberitahu informasinya jawab dulu kenapa kau ingin tahu tentang pemimpin Loud3" ucap Kisha.
"hmm... karena dia berkuliah dilampus yang sama dengan Kee dan dia mendekati Kee😒" ucap Xue Lian.
"HAH? yang benar saja benar benar anak bodoh apa Loud3 benar - benar tak takut yaa😑😑" ucap Kisha.
"tunggu dulu bagaimana kau tahu kalau yang bersekolah disana adalah pewaris Loud3?" ucap Kisha.
"aku sempat memeriksanya yang ketemu hanya bahwa dia adalah pewaris Loud3 jadi aku langsung menghubungimu" ucap Xue Lian.
"hmm... pantas saja aku dapat menembus pertahanan mereka dengan mudah ternyata mereka memang sangat lemah😔" ucap Kisha.
"jangan basa - basi lagi kasih tahu aku informasinya" ucap Xue Lian.
"sebenarnya aku males membacanya jadi kukirimkan informasinya padamu dan sepertinya itu sudah ditangan sekertarismu" ucap Kisha.
"kau ini" ucap Xue Lian.
"apaa🤗🤗" ucap Kisha.
"Presdir Xue ada kiriman surat berasal dari Inggris dan tidak ada nama pengirim" ucap Sekertaris Xue Lian.
"ituu milikku😘😘" ucap Kisha.
"ahh milik Letnan Kisha ternyata😓" ucap Sekertaris Xue Lian.
Xue Lian pun membacanya dengan serius.
__ADS_1
"apa maksudnya dia sering pergi ke klub malam dan membawa perempuan keluar setiap hari dengan berbeda - beda" ucap Xue Lian.
"yaa dia sepertimu Playboy tingkat alami" ucap Kisha.
muka Xue Lian mengekspresikan bahwa dia marah.
"heyy aku tidak pernah berbohong ini memang sebuah kenyataan 🤗" ucap Kisha.
"heyy sekarang juga beri peringatan pada Loud3 jika tidak keluar dari universitas Centrava dan juga meninggalkan Kota Centrava maka dia tidak akan hidup" ucap Xue Lian.
"ini sebenarnya pemimpinnya aku atau kau sihh kenapa jadi kau yang menyuruhku" ucap Kisha.
Xue Lian hanya menatap Kisha dengan serius + marah.
"hah kau ini menyebalkan sekali" ucap Kisha.
Kisha memencet tombol panggil di Smartwatch nya.
"beri peringatan pada Loud3 agar pewaris mereka keluar dari universita Centrava dan juga keluar dari kota Centrava" ucap Kisha.
"baik tuan" ucap Asisyen Kisha.
"beri peringatan lewat komputer saja" ucap Kisha.
"baik tuan" ucap Asisten Kisha.
"apa kau su (tiitt...tit.. bunyi telfon dimatikan) 😒😒 yang benar saja DASAR IMPOTEN" ucap Kisha.
"ini sangat sangat menyebalkan hah... pengen sekali aku memukul pantatnya" ucap Kisha.
__ADS_1
"huh... aku jadi lapar hmmm... makan apa yaakk" ucap Kisha.
Keesokkan paginya.
"huaahh mmhhh... apa aku tidur lagi saja aku masih mengatuk" ucap Kisha.
"ahh tapi aku ingin jalan - jalan jadi harus bangun" ucap Kisha.
Kisha pun beranjak dari kasur dan mandi. setelah bersiap - siap Kisha pergi jalan - jalan keluar dengan santai.
di lain sisi.
"Kee apa kau kuliah hari ini?" ucap Xue Lian.
"iyaa" ucap Keenan.
"hmm... apa kau dekat dengan Li Nan (pewaris Loud3)?" ucap Xue Lian.
"hmmm dia anak departemen IT" ucap Keenan.
"apapun yang terjadi jangan dekat - dekat dengannya dia berbahaya" ucap Xue Lian.
"benarkah? berbahaya kenapa?" ucap Keenan.
"kenapa kau menanyakannya seolah kau punya hubungan dengannya" ucap Xue Lian.
"tidak aku hanya ingin tahu saja" ucap Keenan.
"sudahlah siap - siap aku pergi duluan kau diantar supir Chen" ucap Xue Lian.
__ADS_1
"ahh... baik" ucap Keenan.
...*Perhatian Novel ini dibuat hanya untuk menghibur para pembaca dan semua alur cerita hanya khayalan dan imajinasi penulis*...