Asrama Putri

Asrama Putri
Bab. 1 Asrama Putri


__ADS_3

Minggu pagi diatas motor aku dibonceng bapak bersama satu tas besar dan satu tas ransel yang ku sandang. Ibuku


juga mengantar ku tapi ibu naik kendaraan umum saja karena gak mungkin kita naik motor bertiga dan kita gak punya uang untuk beli mobil. Andaikan saja bapak punya uang untuk beli mobil pasti senang rasanya bisa diantar bersama ibu dan bapak,jadi kita bisa bercengkrama bersama dan tanpa harus kesempitan karna tas ku yang besar ini. Ahh sudalah bisa diantar bapak dan ibu saja sudah membuatku senang setidaknya mereka masih mau meluangkan waktunya untuk ku. Diatas motor bapak cuma diam saja aku juga begitu, tapi tiba-tiba bapak bicara


Bapak : “Dek, bapak harap kamu betah ya di asrama kamu.”


Aku    : “Iya pak!”.


Bapak : “Dek, kamu yang rajin ya belajarnya harus tekun jangan sampai


kamu sia-sia kan kesempatan ini yang bahkan bapak dulu gak pernah punya!.”


Aku    : “Iya pak doain Gita ya” (sambil menahan tangis)

__ADS_1


    Iya nama ku Gita, tahun ini aku masuk sekolah menengah atas. Bapak dan ibu ku memutuskan supaya aku sekolah dikota saja karna mereka harap disekolah yang mereka pilih aku bisa mendapatkan fasilitas pendidikan yang lengkap. Aku berasal dari desa yang suasananya selalu ku rindukan walau kecil tapi penduduknya berhati besar. Sebelumya ibu sudah memberitahukan bahwa aku akan bersekolah dikota dan akan masuk asrama karna mereka merasa asarama adalah tempat yang tepat untuk menitipkan putri semata wayang mereka. Berat rasanya berpisah dari orangtua tapi ku harap dengan besarnya pengorbanan yang kami semua lakukan akan


mendatangakan secercah harapan dikemudian hari.


    Setelah enam jam berkendara, akhirnya aku dan bapak sampai didepan asrama. Takut rasanya


karna mulai hari ini aku harus bisa hidup mandiri dan sedih harus meninggalkan orangtua ku.


Bapak : “Kita tunggu ibu di depan gerbang ini aja ya!”


Bapak : “Dek, jangan takut bapak sama ibu akan sering datang ke asrama kamu. Disini kamu bakal nemu orang baru yang artinya kamu bakal nemu teman baru juga, percaya sama bapak kamu akan punya banyak pengalam hidup dan banyak belajar disini.”


    Aku hanya bisa diam saja, bingung harus jawab apa tapi ku harap bapak benar. Akhirnya ibu ku sampai, kami bertiga pun masuk kedalam asrama menemui ibu asrama. Aku diantar ke kamar ku  sementara bapak dan ibu masih menunggu ku di kantor asrama. Aku masuk ke kamar untuk meletakkan tas dan ransel ku ke tempat tidur, ada tiga wajah baru yang belum pernah ku lihat sebelumya. Aku tersenyum pada mereka, ternyata mereka membalas senyum ku syukurlah ku kira mereka tidak akan membalasnya. Setelah ku letakkan tas ku tanpa sempat

__ADS_1


berkenalan dengan mereka, aku bergegas kembali menuju kantor untuk bertemu dengan orangtua ku.


Ku antar bapak dan ibu sampai gerbang asrama, ingin rasanya ku antar sampai rumah tapi itu gak lucu kan jadi sampai denpan gerbang saja fikir ku.


Ibu : “Dek, ember dan bantal kamu udah ibu beli ya nanti tinggal diminta aja sama ibu asramanya!”


Aku : “Makasih ya bu, ibu sama bapak jaga kesehatan ya disana dan doain gita disini.”


Ibu  : “Doa ibu ada disetiap langkah mu nak.”


Setelah mengantar mereka aku mulai bertekad dalam hati ku kalo aku gak bakalan nangis, aku harus mandiri dan harus cepat beradaptasi bersama orang baru. Aku masuk ke kamar lagi ku beranikan diri untuk menyapa teman-teman baru ku itu. Aku mulai memperkenalkan diri ku pada mereka dan mereka juga dan kita mulai bertukar


cerita satu sama lain. Akhirnya aku tau nama teman satu kamar ku lusi, dana, nesly dan nova. Lonceng malam berbunyi menandakan makan malam dan itu artinya kita harus berkumpul untuk makan malam bersama. Kami berlima bergegas meuju ruang makan, malam itu ramai sekali rasanya semua orang sudah mulai mengakrabkan diri satu sama lain. Setelah makan malam selesai ibu asrama mulai membacakan peraturan asrama dan membagi

__ADS_1


kami kedalam kelompok karna diasrama kami harus mengerjakan segala kebutuhan asrama seperti memasak, mencuci piring, dan menyapu harus kami kerjakan secara bergatian. Akhirnya setelah makan malam kami mulai mengerjakan pekerjaan kami masing-masing. Hidup ku pasti akan bahagia disini fikir ku.


__ADS_2