Asrama Putri

Asrama Putri
Bab 8. Sepak Takraw


__ADS_3

    Hari Sabtu adalah hari yang paling kami tunggu-tunggu karena dihari sabtu kami hanya akan melakukan kegiatan ekstrakulikuler seharian disekolah dan memakai seragam olahraga sekolah. Banyak pilihan ekstrakulikuler di sekolah seperti paduan suara, basket, bulu tangkis, pencinta alam, teater, sepakbola, sepak takraw,


dan laim-lain. Setiap sabtu juga kami tidak ada apel umum melainkan apel wali dimana setiap kelas bebas memilih baris dimana saja tetapi masih disekitaran lapangan apel dan akan menunggu walikelas masing-masing untuk mendengarkan arahan ataupun evaluasi dalam kegiatan pembelajaraan minggu ini. Setiap kelas sudah berbaris rapi menunggu walikelasnya masing-masing, begitu juga dengan kelas kami, hari ini aku memilih baris sedikit agak kebelakang karena sinar matahari hari ini lumayan terik jadi aku memilih berdiri dibelakang teman-teman ku yang


lebih tinggi dari ku, oh iya perlu kalian ketahui tinggi ku hanya 158 cm dengan rambut lurus sebahu, kulit putih, mata belo seperti bapakku dan kata ibuku aku memiliki bibir tipis persis seperti bibirnya.


Dana : “Git, kamu udah kenal yang namanya Irwin?” tanyanya yang kebetulan berdiri disebelah ku.


Aku : “belum, yang mana orangnya?”jawab ku antusias


Dana : “itu git! Yang dibaris  ketiga!”


Aku : “gak keliatan dana, yang keliatan Cuma punggungnya aja!” jawab ku


Dana : “yauda nanti aku kasih tau lagi ya!” sahutnya

__ADS_1


Aku : “iya” jawab ku cepat


    Setelah apel wali selesai, kami pun mulai membubarkan diri satu persatu menuju tempat ekstrakulikulernya masing-masing, aku dan dana memilih untuk bergabung di paduan suara padahal suara kami hanya pas-pasan saja.


Dana : “Git itu orangnya!” sambil menunjuk pria yang sedang tertawa bersama teman-teman prianya sambil berjalan kearah gedung gymnasium sekolah.


Aku : “kenapa sih kamu tadi gak pura-pura ngajak dia ngobrol supaya aku bisa liat!”


Dana : “mana berani aku ngajakngobrol dia git, yang ada aku meleleh deluan ngeliat dia!” jawabnya sambil menatap aku serius


Aku :”lebay!” jawab ku sambil tertawa


    Setelah mendapatkan posisi yang nyaman, akhirnya ketua ekskul mulai menjelaskan hal-hal yang penting dan yang perlu dipersiapkan, aku pun memperhatikannya dengan seksama.


Dana : “gitt, itu Irwin yang lagi dilapangan sepak Takraw!”

__ADS_1


Aku pun akhirnya menoleh kelapangan takraw, sambil mencari pria berwajah oriental


Aku : “yang itu?” tanya ku sambil menunjuk pria yang sedang bersiap menerima bola takraw untuk disepak.


Dana : “Iya git, hebat ya kamu langsung bisa nebak yang mana Irwin!” jawabnya sambil tersenyum


Aku : “iyakan kemarin kamu udah ngasih liat fotonya dana!” jawab ku sambil mengakui wajah gantengnya Irwin


Dana : “gimana? Ganteng kan?” tanyanya sambil mencolek pipi ku


Aku : “ iya ganteng kok, selera mu bagus Cuma ketinggian dana!” jawab ku sambil tertawa


Dana : “ hahaha sialan kamu git, tenang kemarin aku udah doa yang kenceng kok ke Tuhan supaya Irwin mau sama ku!” jawabnya sambil tertawa


    akhirnya kami berdua tertawa sambil memperhatikan Irwin yang serius bermain takrwa, tidak bisa dipungkiri

__ADS_1


dia tidak hanya memiliki wajah yang ganteng tetapi bakat dalam bermain takraw, irwin begitu luarbiasa ketika berjungkir balik ketika menyepak bola takraw bisa dibilang seperti sedang melalukan smash dalam permainan bulutangkis tetapi jika di bulu tangkis dengan raket sedangkan di sepak takraw dengan kakinya dan senyum yang manis ketika timnya berhasil menghasilkan poin, tanpa disadari aku pun ikut senang ketika timnya mengahasilkan poin, aku pun tersadar dari senyumku apa-apan ini coba kenapa aku malah senang? Ahh aku menutuskan untuk


kembali memperhatikan ketua ekskul ku saja sedangkan dana tetap konisten memandangi wajahnya Irwin dan ku biarkan saja dia menikmati indahnya ciptaan Tuhan.


__ADS_2