Asrama Putri

Asrama Putri
I Don't Think So


__ADS_3

Seorang pemuda terlihat berlari tergesa-gesa memasuki ruang kesehatan, namun baru saja dia akan melangkahkan kaki, lengan kirinya sudah ditahan terlebih dahulu.


"Singkirkan tanganmu!" ucap Benny tajam.


"Lihatlah" Samuel menunjuk kearah Chelsea dengan dagunya.


"Dia lagi" lirih Benny lalu mengusap kasar rambutnya lalu pergi meninggalkan ruang kesehatan meninggalkan Samuel yang masih terdiam.


"Samuel?"


"Eh..em maaf. Aku tak berniat.." ucap Samuel tergagap.


"Tak apa. Terimakasih telah memberitahu teman-teman ku" ucap Chelsea tulus dengan senyum manis yang nampak pada bibirnya yang terluka.


"Kau masih ada urusan?" tiba-tiba Dave menyahut dengan nada sarkas menatap tajam Samuel.


"Apa pedulimu? Ruang kesehatan bukan ruanng pribadimu kan" balas Samuel tak ingin kalah.


"Dan apa yang kau lakukan disini? Apalagi memeluk seorang gadis?" lanjutnya.


"Bukan urusanmu!"


"Kalian sudah saling mengenal?" sahut Chelsea yang dijawab deheman dari kedua lelaki didepannya.


Mendengar itu membuat Chelsea mengernyitkan dahinya.


"Dia sepupuku" celetuk Dave yang paham akan raut wajah kekasihnya.


"Aku tidak mengakui jika kau sepupuku" ucap Samuel lalu pergi meninggalkan ruangan membuat Dave menggeleng lalu beralih menatap Chelsea.


"Kau merasa lebih baik?" tanyanya sambil mengusap lembut rambut Chelsea.


"Lebih baik daripada tadi"


"Kau pasti belum sarapan. Kuantar ke cafetaria ya?" Chelsea mengangguk lalu menggenggam tangan Dave untuk menuntunnya.


"Hey" sapa Chelsea saat sampai di meja teman-temannya.


"Hey Chel. Merasa lebih balik?" tanya Rose mengalihkan pandangan yang semula menyuapi Mark.


"Tidak terjadi apapun kan Chel? Aku ingin menjengukmu tapi ditahan Rose" Bobby menyahut membuat Rose menatap tajam ke arahnya.


"I'm ok" ucap Chelsea tersenyum berusaha membuat teman-temannya tidak khawatir.


"Aku boleh bergabung?" Dave bersuara.


"Duduk saja. Tidak ada yang melarang" ucap Rose.


"Heem. Seperti dengan siapa" lanjut Jessie tanpa melihat kearah Dave.


Kedatangan Dave dan Chelsea yang bersamaan itu ternyata meninggalkan sejuta pertanyaan dibenak teman-temannya. Berfikir apa yang akan terjadi setelah ini.


"Hey. What's up guys" suara menggelegar itu membuat hampir seluruh cafetaria menatap kearah sumber suara.


"Hey Niel" sapa Jessie dengan senyum merekah.


"Hey. Sepertinya kau kesepian Jess" ucap Daniel yang mendudukkan dirinya disamping Jessie disusul Jhonny dan Alex yang menempati tempat kosong.


"Baby girl? You Ok?" tanya Jhonny yang menyadari keadaan Chelsea.


"I'm Ok brother. Only a small wound from falling"

__ADS_1


"Really? Let me see it" ucap Jhonny melihat keadaan wajah Chelsea.


"You lie?" lanjutnya.


Jessie yang merasa atmosfer disekitarnya sudah memburuk pun mencoba membantu Chelsea.


"Em. Tadi.." belum sempat Jessie menyelesaikan kalimatnya, Chelsea sudah beranjak berdiri meninggalkan meja.


"Chelsea!" teriak Jhonny mencoba menghentikan Chelsea.


"Leave he alone" ucap Dave menahan lengan Jhonny.


"What going now?" ucap Jhonny terlihat frustasi.


"Tadi.."


"Biarkan Chelsea sendiri yang bercerita".


Ucapan Rose membuat Jhonny mendengus.


🦇


Chelsea menghela nafas kasar sesaat setelah duduk di sofa rooftop.


"Seandainya aku dulu tak datang kesini. Semuanya tak akan menjadi serumit ini" monolog Chelsea memandang kosong kedepan.


Hingga suara pintu terbuka membuatnya menoleh.


"Samuel?"


"Ah. Kau disini?"


"Aku hanya berniat melihat-lihat dan berakhir disini"


"Ahh" jawab Chelsea mengangguk.


"Dan kau. Apa yang kau lakukan sendiri disini? Ada masalah?"


"Kenapa kau bertanya seperti itu?"


"Biasanya orang yang menyendiri dan memilih tempat sepi terlebih atap berarti dia sedang mempunyai masalah"


"Tau apa kau tentang menyendiri?"


Percakapan keduanya berlanjut hingga bel jam berikutnya berbunyi. Samuel memutuskan kembali ke kelas meninggalkan Chelsea yang masih ingin menetap hingga bel pulang.


"Kau langsung ke asrama?" tanya Jessie yang masih memasukkan buku ke dalam tas nya.


"Tentu saja. Mau kemana lagi?"


"Come on" ucap Rose yang beranjak dari bangkunya diikuti ketiga temannya.


"Chel!" Dave dengan motor sport nya berhenti tepat didepan Chelsea.


"Kuantar?" mendengar itu, Chelsea melihat ketiga temannya yang sudah mengangguk paham.


"Kami pergi dulu Chel. Berhati-hatilah"


"Membawa dua helm?" tanya Chelsea yang dijawab senyuman oleh Dave.


Setelah diperjalanan, tak banyak yang dibicarakan sepasang kekasih ini.

__ADS_1


"Wait Dave!"


"Ya?"


"Kau melewati asramanya!"


"What?"


"Kau melewati asramanya dear" ucapan Chelsea membuat Dave tak bisa menahan senyumnya.


"I love you too dear" balas Dave yang langsung dihadiahi pukulan pada helm nya.


"Hey. Apa yang kau lakukan"


"Asramanya terlewat my dear" ucap Chelsea gemas.


"Mom merindukanmu. Jadi kita kerumahku dulu"


Tak sampai 10 menit, motor Dave sudah terparkir rapi di garasi rumahnya.


"I'm home" teriaknya menggema keseluruh ruangan.


"Kak Jhonny belum kembali?"


"Sepertinya masih berkumpul dengan Alex dan Daniel" ucap Dave menarik Chelsea menuju dapur.


"Mom" panggil Dave pada seorang wanita paruh baya dengan celemek yang menggantung pas di badannya.


"Dave kenapa tidak memberitahu jika membawa Chelse. Mom bisa masak lebih banyak" ucap Dave's mom mendekat lalu memeluk Chelsea.


"Tidak perlu bibi, takut merepotkan"


"Tidak akan merepotkan. Ya kan Dave?"


"Yess. Kau tidak akan merepotkan dear"


"Dear?! Kalian berkencan?!"


"Ah.. em iya bi" jawab Chelsea lirih.


"Oh God. Bibi sangat senang mendengarnya. Baiklah. Kalian naik saja, nanti akan Bibi panggil jika makanannya sudah siap"


Dave pun menarik Chelsea ke kamarnya.


Baju berserakan, puntung rokok dimana-mana, botol bekas minuman berceceran, membuat Chelsea terdiam sesaat melihat keadaan kamar kekasihnya.


"Kamarku sangat hancur ya"


"Hem?" Chelsea menoleh tepat saat bibir Dave mencium pipinya.


"Kau menyesal menerimaku?"


tak ada jawaban dari Chelsea membuat Dave menunduk.


"Please change your habits" ucap Chelsea sembari mengambil beberapa baju yang berceceran di lantai.


Dave meraih tangan Chelsea dan menggenggamnya penuh cinta.


"I Will change it for you" ucapnya menatap penuh mata gadisnya.


"Not for me. But for your mom and Angel"

__ADS_1


__ADS_2