Asrama Putri

Asrama Putri
Bab. 9 Sendirian


__ADS_3

    Hari ini Dana, Nesly dan Lusi tidak menungu ku di gerbang sekolah, aku juga tidak tau kenapa padahal aku sudah menunggu mereka tetapi mereka tidak kunjung datang. Aku memutuskan kembali keasrama sendirian saja mungkin mereka ada urusan yang sangat penting sehinggatidak sempat menunggu ku dulu karena memang aku mampir ke perpustakaan untuk mengembalikan buku yang ku pinjam terlebih dahulu. Sesampainya di gerbang


asrama terasa sangat sepi tidak ada orang, kemana anak-anak asrama lainnya ya fikir ku. setelah aku samai di pintu depan asarama, baru terdengar suara anak-anak asrama yang sedang tertawa, mungkin mereka sedang menonton televisi di ruang tv fikir ku tapi anehnya tidak ada satu pun orang dilantai bawah kenapa begitu kosong ya fikir ku lagi. Akhirnya aku sampai didepan kamar, ku buka pintu kamar yang tertutup dan tidak ada orang dikamar, apa mereka dilantai atas juga fikir ku? sudalah aku akan menyusul mereka kelantai atas saja,kemudian aku meletakkan tas di meja tempat tidur dan segera mengganti pakaian ku. ketika aku sedang mengganti pakaian terdengar suara tertawa sekilas, aku langsung berbalik mencari suara tawa itu.

__ADS_1


    Aku begitu ketakukan ketika aku meilhat pria yang didalam mimpi ku sedang duduk ditempat tidurku sambil tersenyum melihat ku, sontak aku menjerit ketakutan, aku sempat berfikir kemana pria yang satunya lagi seingatku aku bermimpi ada dua orang pria ditempat tidur ku. aku menjerit sambil berlari kearah pintu kamar bermaksud naik kelantai atas tetapi saat aku berlari menuju tangga di depan kamar ku, aku melihat pria yang satunya sedang duduk ditangga sambil memakai topi dan menatap ku dengan tajam dan kemudian tersenyum lebar kepada ku dan


kemudian menghilang, sontak aku menjerit ketakutan sambil memanggil orang-orang yang berada dilantai 2 tetapi tidak ada yang turun menemui ku padahal suara mereka begitu jelas ku dengar. Aku menuju lantai atas melalui tangga yang didepan kamar ku sambil ketakutan karena takut jika pria itu muncul lagi,sesampainya dilantai atas aku tidak menemui satupun orang dilantai atas padahal aku mendengar suara mereka dengan jelas tadinya. Aku menangis ketakutan, aku mulai berteriak agar ada yang mendengar ku. aku berlari ke ruang belajar tetapi

__ADS_1


mengeluarkan darah, senyum mereka semakin lebar sambil menatap ku terus-menerus, aku berteriak sekencang mungkin sambil menangis, aku bisa merasakan detak jantungku yang begitu kencang.


    Git...Gittt.... Gitaaaaaaa suara itu perlahan ku dengar dan aku merasakan badanku yang diguncang, aku  membuka mata ternyata ada Lusi disebelahku yang sedang membangunkan ku, aku menangis sambil memelukknya kemudian aku menceritakan mimpi apa yang ada didalam mimpi ku, lusi menganggap itu hanya mimpi buruk saja dan melarang ku untuk tidak tidur sampai sore hari lagi. Ternyata aku tertidur sepulang ekskul tadi, aku begitu kelelahan menjalani latihan di paduan suara tadi, aku memilih langsung tidur dengan seragam olahraga dan melewatkan makan siang ku. teman-teman sekamar ku sudah berulangkali mencoba membangunkan ku tetapi kata mereka aku hanya membalikkan atau memutar abadan ku kearah yang lain dan melanjutkan tidur sampai sore hari. Aku mengambil tissue untuk melap airmata dan keringat ku tadi, mimpi kali ini terasa begitu nyata buat ku. aku masih berharap itu hanya mimpi buruk saja dan memutuskan tidak akan tidur sampai sore hari lagi dan sudah bisa dipastikan malam ini aku tidur ditempat tidur Dana lagi.

__ADS_1


__ADS_2