
Setelah selesai mengerjakan hukuman yang diberikan, tanpa mengganti seragam sekolah dan meletakkan tas ke
kamar kami berempat ikut bergabung di depan teras asrama. Kebiasaan anak asrama selalu menghabiskan waktu sore di teras asrama, ada saja yang bsia dilakukan diteras asrama mulai dari bercerita satu sama lain, memanjat pohon belimbing, jambu atau pohon mangga kebetulan di depan teras asrama ditanami beberapa jenis pohon dan bunga-bunga sehingga membuat asrama terlihat begitu rindang, mungkin karena itu juga membuat kami anak
asrama betah menghabiskan waktu di teras. Oh iya akhir-akhir ini anak asrama sering bermain congklak, percaya atau tidak hampir seluruh anak asrama ikut bermain congklak baik itu di teras depan asrama ataupun di kamar masing-masing.
__ADS_1
Kami berempat memutuskan bermain congklak di depan teras lebih ramai soalnya. Aku disuruh naik keatas untuk mengambil congklak oleh Lusi di bawah meja belajarnya, aku juga heran kenapa Lusi menyimpannya disitu ya. Tebak apa yang ku temukan di ruang belajar selain congklak Lusi, aku menemukan Nova yang sedang belajar seorang diri, rasa kagum ku padanya semakin tak terbendung melihatnya menghabiskan waktu dengan belajar sambil diiringi perasaan yang tersayat-sayat oleh kemalasan ku ini tapi ya sudalah untuk hari ini aku bermain congklak saja fikir ku padahal aku selalu bermalas-malasan! Sahut ku lagi dalam hati.
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 17.30, tapi kami masih bermain congklak saja akhirnya kami mulai membubarkan diri satu persatu untuk melanjutkan kegiatan malam diasrama. Setelah belajar malam selesai kami mulai menuju kamar masing-masing, sesampai ditempat tidur masing-masing kami mulai terlelap dan aku mulai mengucap syukur kepada Tuhan karena hari ini masih diberi kesempatan tidur dengan nyaman di asrama.
Ada dua orang lelaki ditempat tidur ku iya persis ditempat tidur ku, aku menatap dari depan pintu kamar kami. Mereka berdua sambil tersenyum kepada ku dengan kulit pucat mereka membuat ku merinding tidak karuan. Ternyata aku hanya bermipi, buruk sekali rasanya bayangkan saja aku sampai keringatan ketika terbangun. Aku berusaha menenangkan diri ku dulu, tapi wajah mereka masih belum bisa ku lupakan. Akhirnya aku menatap jam dinding dikamar dan ternyata masih jam setengah dua pagi ah lama sekali waktu berlalu fikir ku. Tidak lama
__ADS_1
hilang sudah suara itu, spontan aku melompat ketempat tidur dana sambil menutupi kepala ku dengan selimutnya.
Dana : “kenapa git?” tanyanya setengah sadar
Aku : “aku dengar suara Dana, seperti ada yang main congklak dikamar kita dan sebelumnya aku mimpi buruk ada dua lelaki di tempat tidur ku mereka milihat ku sambil tersenyum!” jawab ku serius
__ADS_1
Dana : “ udah kamu berdoa aja, mungkin karena kamu kecapean tadi habis sekolah malah ke warnet plus dapat hukuman bersihin asrama dan langsung lanjut main congklak!” sahutnyA.
Aku hanya terdiam dan berharap yang dikatakan Dana itu benar, aku pun mulai berdoa sambil memohon agar dijauhkan dari mimpi buruk dan hal-hal aneh lagi dan sudah bisa dipastikan malam itu aku tidur ditempat tidur Dana lagi, karena aku tidak berani tidur ditempat ku karena masih terbayang mimpi buruk ku tadi dan akhirnya aku mulai terlelap dalam kelelahan ku hari ini.