Asrama Putri

Asrama Putri
Bab. 5 Nova


__ADS_3

        Sebulan sudah aku tinggal di asrama rasanya aku sudah mulai terbiasa dengan suasana disini, kecuali satu hal yang masih membuat ku takut yaitu tatapan tajam nova ketika meilihat siapa saja. Iya dia nova teman sekamar ku yang jarang ku ceritakan bukan karena aku tidak ingin berteman dengannya tapi hanya saja dia selalu memisahkan diri dari kami. Nova memang sangat kaku aku ingat pertama kali waktu aku memperkenalkan diriku dia susah sekali untuk menyebut namanya, yang terucap dari bibirnya hanya nova tanpa senyum tanpa basa basi sedikit pun ditambah wajah datarnya membayangkannya saja pun sudah membuat ku merinding. Sudah berapa kali ku coba untuk mendekatkan diri, contohnya ketika makan siang tiba aku memberanikan diri untuk duduk disebelahnya dan tebak apa yang dia lakukan dia berpindah tempat duduk, dengan wajah datarnya dia menarik kursinya dan memilih meja pojok yang tidak ada orangnya.


        Sejak saat itu aku sudah tidak berani lagi mendekatinya, tidak hanya kepada ku dia melakukan hal yang sama kesemua orang siapa saja yang ingin mendekatinya. Nova tidak sekelas dengan ku, untung saja kalo tidak aneh rasanya dikelas tidak saling bertegur sapa padahal kita satu tempat tinggal bahkan satu kamar. Oh iya aku lupa memberitahu kami dikelas mana saja, aku dan Dana di kelas X-2, Nesly dan Lusi di kelas X-4 sedangkan Nova dikelas X-1. Menurut ku Nova adalah anak yang tekun belajar, dia selalu tinggal diruang belajar ketika kami semua sudah selesai, aku sering memperhatikan kebiasaan baiknya itu karena menurut ku itu keren sekali dimana anak asrama lainnya akan memilih tidur atau berbincang dengan yang lain ketika waktu belajar telah usai.


        Hari ini disekolah begitu melelahkan padahal masih ada tiga kelas lagi yang harus kami selesaikan. Bel istirahat sudah berbunyi dari tadi, tapi aku tidak punya niat untuk keluar kelas (dikelas saja fikir ku), tetapi tiba-tiba Dana mengajak ku ke kantin dia ingin membeli minuman katanya, aku ingin menolaknya tapi tidak tega rasanya harus membiarkannya sendirian ke kantin padahal dia sudah menolong ku waktu itu. Aku dan Dana akhirnya pun sampai kantin,


Dana : “Ibu air mineral botolnya ada?” tanyanya pada ibu kantin

__ADS_1


Ibu Kantin : “ada neng, ini pilih aja!” jawabnya sambil menunjuk ke lemari pendingin minuman.


Dana : “Git, aku bingung!” katanya pada ku.


Aku  : “kenapa? Uang kamu kurang?” tanya ku.


Aku : “ haa?”. “ udah ambil aja yang biasa kamu minum!”.

__ADS_1


Dana : “ aku biasa minum yang ini (sambil menunjuk aq*a), tapi aku kepengen nyoba merek yang lain”. Jawabnya lagi


Aku : “ yaudah kamu coba merek yang lain aja”. Jawab ku masih sabar


Dana : “gak jadi deh git, aku beli ini ajah deh (sambil nunjuk minuman bersoda)”.


Aku : “iya kayaknya lebih enak itu deh” jawab ku sambil nyanyi dalam hati #kuinginmarahmelampiaskan#

__ADS_1


        Sembari aku sedang menenangkan diri karena ulah Dana, aku memutuskan untuk melihat sekitar. Biasanya orang dikantin ngapain ajasih tanya ku dalam hati, ternyata rame juga ya disini, maklumlah selama sebulan bersekolah aku baru dua kali ke kantin yang pertama ketika mos dan ini yang kedua bersama Dana. Tiba-tiba aku melihat Nova dikantin, ku kira dia akan duduk di meja kantin untuk membeli sesuatu ternyata tidak, dia terlihat hanya berbincang dengan salah satu penjaga kantin sambil menunjuk salah satu makanan ringan, setelah beberapa menit kemudian dia pergi tanpa jadi membeli sesuatu, oh mungkin Nova kurang suka sama jajanann disana makanya dia  gak jadi beli fikir ku dalam hati sambil menuju ke kelas bersama manusia terbahagia yaitu Dana karena menurutnya dia membuat keputusan yang sangat tepat hari itu karena membeli minuman bersoda dihari yang cerah ini.


__ADS_2