
Di sekolah tadi rasanya sangat senang melihat sekolah ku dengan fasilitas yang begitu lengkap yang belum pernah ku lihat sebelumnya di desa ku dan aku tidak telat kesekolah karna aku aku memutuskan memakai jurus seribu bayangan waktu mandi dan ke sekolah. Begitu beruntungnya aku bisa sekolah disini fikirku sambil mengucap syukur pada Tuhan karna diberi kesempatan yang begitu besar di hidupku. Aku melatakkan tas ku di tempat tidur sembari mengganti pakaian ku.
Kami berempat sudah berkumpul dikamar dan mulai bercerita tentang kejadian disekolah tadi dan kebetulan aku dan Dana satu kelas sedangkan Nesly dan Lusi di kelas yang berbeda. Kubiarkan Dana yang bercerita tentang keadaan kelas kami kepada mereka berdua, tiba-tiba Nesly membuka pembicaraan yang ku rasa itu lumayan menakutkan dan perlu kalian tahu bahwa aku anak yang amat sangat penakut, sejak kecil sampai lulus SMP pun aku masih tidur bersama Ibu ku.
Nesly : “Kemarin malam aku dengar suara tangisan dikamar ini!”
Dana : “Seriusan? Ihh pengen dengar aku!” Sahutnya sambil mendekatkan diri ke Nesly
Nesly : “Iya aku dengar kok, tapi cuma sebentar aja. Pas aku buka mata aku lihat kalian tidurnya pulas betul, ini aja aku ceritanya sambil merinding!”
Aku : “Udah yok wee bentar lagi bel makan siang, mending kita ke ruang makan aja!” Aku berharap mereka mau
meyudahi cerita horor itu, dan ternyata mereka mau dong! Ahh thank God fikirku.
Malamnya setelah belajar malam, kami pun turun ke kamar masing- masing. Teman-teman sekamar ku mulai mengambil posisi untuk tidur, aku juga begitu. Semoga kami semua mimpi indah malam ini fikir ku.
Dana : “Gita, bangun!” Ucapnya sambil berbisik
Aku : “Dana aku gak mau mandi di jam dua pagi ini, aku mandinya nanti aja kalian duluan aja!”. Jawab ku sedikit kesal karna aku gak mau dapat teguran lagi.
__ADS_1
Dana : “Ihhh ini masih jam setengah satu pagi gitt, tadi aku dengar ada yang nangis tapi Cuma sebentar doang!”.
Mendengar jawaban Dana itu membuat ku spontan pindah ke tempat tidurnya karna tempat tidur kita
sebelahan, itu yang nentuin tempat tidur ibu asramanya langsung emang deh aku jodoh betul sama si Dana.
Aku : “Dana kenapa sih harus aku yang kamu bangunin kenapa gak yang lain aja kan aku takut!”
Dana : “Ihh git kan kamu yang tempat tidurnya sebelahan sama aku.”
Lah iya juga yaaa jawab ku dalam hati, tapi bisa kan gak usah bangunin orang lain dipendem aja gitu sahut ku dalam hati lagi.
Aku : “Terus kita harus gimana?”
Sebelumnya kami sudah sering mendengar cerita-cerita seram di asrama ini, karena asrama kami termasuk asrama tua dan orang lain sering dengar suara dari dapur seperti ada yang memasak gitu, terus seperti suara langkah di tangga.
Aku : “Gak mau, besok awas aja kalo kamu bangunin aku ya!”
Dana : “Hemmm!” Hanya itu sahutnya
__ADS_1
Aku : “Aku serius dana!” Jawab ku kesal
Dana : “Iya git!”
Kami berdua pun melanjutkan tidur dan aku memutuskan untuk tidur ditempat tidur Dana karna aku bakalan gak bisa tidur kalo ditempat tidur sendiri karena besok kaan harus masuk sekolah.
Keesokan malamnya ternyata Dana bangunin aku lagi
Dana : “Git bangun ada suara nangis lagi!”
Aku : “Tega betul kamu ya Dana bagunin aku!” Kali ini aku kesal sekali
Dana : “Udah kamu tenang aja, biar aku yang cari suara itu!”
Aneh betul ini anak fikir ku, kalo bisa nyari sendiri kenapa malah harus bangunin aku dulu coba.
Dana : “Siapa itu?” Ucapnya lumayan keras
Suara tangisan itu akhirnya berhenti, kemudian ada yang nyahutin pertanyaan Dana tadi, “aku jawabnya!” Sontak membuat ku melompat ke tempat tidur dana. Ternyata Lusi yang jawab tadi, iya ternyata Lusi yang nangis dari kemaren malam. Katanya dia rindu keluarganya di kampung, rindu masakan ibunya, rindu sama semua kegiatan diadikampung.
__ADS_1
Sontak kita semua meluk Lusi karna kita semua juga rindu keluarga kita, setelah kita cerita keluh kesah masing- masing akhirnya Lusi lega karna ada teman sepenanggungan katanya. Dia malu kalo harus cerita dan kelihatannya
kami bertiga gak keliatan rindu keluarga, padahal ya kalo bisa dari kemaren pindah sekolah ke kampung aja udah bakal aku urus surat pindah ke kampung cuma karna ingat wajah ibu bapak waktu ngantar ke asrama makanya gak tega rasanya kalo harus mengeluh.