
Di Kastil Ras Vampir.
“Dasar Werewolf bajingan! Berani sekali mereka melakukan ini pada kita. Mentang-mentang tidak ada lagi perwakilan kita di Istana Kekaisaran Victoria, mereka malah memberikan usulan ini. Anehnya lagi, Ratu mengizinkannya,” ucap satu vampir di sana.
“Sepertinya Ras Vampir kita, yang ada di Wilayah Pegunungan Darah ini, akan dimusnahkan dan dikorbankan sebagai tumbal perang yang akan datang sebentar lagi,” simpul salah satu Tetua Vampir yang ikut mendekat.
“Tampaknya seperti itu, niatan dari Ras Werewolf ini sangat terlihat jelas dan sengaja tidak ditutupi sama sekali. Bagaimana kalau kita memanfaatkan hal ini, sekalian bergabung dengan Abyss?” usul salah satu Tetua Vampir dari kejauhan.
“Bagaimana pendapatmu, Dracula? Kamu adalah pemimpin kami di masa ini, kalau kamu mengatakan untuk bergabung dengan Abyss, maka kami semua akan menurut sekarang juga!” tegas beberapa Tetua Vampir.
“Kalau kamu masih bersikeras setia dengan Kekaisaran Victoria, maka kami juga akan mendengarkan perintahmu, meskipun dengan syarat membiarkan vampir yang berniat bergabung pada Abyss,” sambung Para Tetua itu sedikit memaksa.
“Aku tidak peduli dengan dua kekuatan besar itu sama sekali. Hanya saja, kalau kita tidak segera berangkat menyerang Abyss. Maka Pasukan Kekaisaran Victorialah yang akan menghabisi kita dengan alasan tidak mematuhi perintah,” ucap Dracula.
__ADS_1
“Sekarang mari kita bawa semua ras vampir yang masih tersisa untuk datang dan bertarung melawan Abyss. Sesampainya di sana, kita akan melihat situasi terlebih dulu,” sambung Dracula memberikan banyak pertimbangan.
“Jika memang bergabung dengan Abyss adalah sebuah keberuntungan, kita akan bergabung dengan mereka. Jika tidak, maka kita akan bertarung melawan mereka semua!” tegas Dracula sambil menyiapkan pedang darah miliknya.
“Baiklah, kami akan menurut pada perintahmu! Semuanya sekarang panggul semua ras darah yang ada di wilayah ini, buat mereka semua mengenakan zirah perang, kita akan berangkat ke medan pertempuran!” teriak Tetua Vampir Urusan Perang.
“Baik, Tetua Vampir!” jawab semua orang.
Beberapa saat kemudian, semua ras vampir yang berjumlah sekitar 10 ribu orang itu sudah berangkat menuju ke perbatasan antara Kekaisaran Victoria dan Kekaisaran Eternal Abyss.
***
Sesampainya di Perbatasan 2 Kekaisaran.
__ADS_1
“Maafkan kami yang tidak bisa memberikan bantuan apa-apa. Kami hanya bisa berharap, kalian bisa kembali dengan selamat…” ucap Jenderal Perbatasan Victoria melepas kepergian Dracula dan semua pasukan vampir yang ada di belakangnya.
“Tenang saja, kalian semua akan mendengar nama Ras Vampir berkumandang di dunia ini sekali lagi, kami akan membuat seluruh dunia mengakui kekuatan kami dan tidak ada lagi yang bisa meremehkan kami!” teriak Dracula pada jenderal itu.
Dracula memimpin 10 ribu Pasukan Vampir di belakangnya menuju wilayah Abyss. Dengan keterampilan mereka semua yang cukup tinggi, mereka berhasil melewati beberapa pos penjagaan Abyss sekaligus dan masuk lebih dalam ke arah Istana Eternal.
Tidak lupa, mereka semua menyebarkan diri agar tidak terdeteksi oleh musuh. Mereka terus masuk ke dalam Abyss seperti tidak ada kendala sama sekali, sampai akhirnya ada sebuah pasukan yang menyadari kehadiran mereka.
*BOOOM!
“Siapa kalian semua!” teriak Thomas, Si Pemimpin Pasukan Eternal Shadow yang kebetulan sedang berjaga dan berkeliling ke seluruh wilayah yang ada dalam cakupan Abyss.
Kebetulan sekali dia menemukan seorang penyusup dan menyerangnya sampai tidak sengaja menghancurkan kepala dari Ras Vampir yang terkena serangannya tadi.
__ADS_1
“Sialan! Kalian semua cepat berlindung! Posisi kita sudah terdeteksi oleh musuh! Biarkan aku menahan orang-orang ini, kalian pergilah menjauh!” teriak Dracula berniat bertarung sendirian melawan Thomas.