
“Percuma saja kalian melakukan ini, kalau tidak percaya lihatlah saja sendiri!” Charles melompat ke petinggi yang mengeluarkan lingkaran sihir pelindung cahaya tadi.
“God of Darkness : Kehancuran Bagi Cahaya!” Pelindung itu disentuh oleh Charles dan langsung menghilang begitu saja, digantikan oleh kegelapan yang memenjarakan para petinggi itu sendiri.
“ARGH!” Salah satu petinggi itu mati seketika karena terkena serangan dari Charles.
Dalam waktu hanya 30 detik saja, akhirnya semua petinggi itu terbantai habis. Mereka semua tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kekuatan Charles yang sekarang.
[Selamat! Master sekarang meningkat ke Level Kekuatan SSR-1100.]
“Sekalian saja gunakan 1 triliun PP yang tersisa, Sistem! Karena aku memiliki firasat bahwa ada beberapa makhluk kuat yang mendekat kemari!” perintah Charles.
[Perintah diterima! Master sekarang meningkat ke Level Kekuatan SSR-1200. Tidak ada PP yang tersisa sekarang.]
“Tidak masalah, menunggu dari semua orang yang dibunuh para naga di luar aku akan tetap mendapatkan PP lainnya. Aku juga ingin kamu terus langsung menaikkan level secara otomatis!” perintah Charles.
[Perintah diterima. Penggunaan PP secara otomatis sudah diatur!]
__ADS_1
“Sekarang waktunya untuk turun ke bawah, kalau tidak salah, disanalah tempat kakak yang akan mengkhianatiku itu berada.” Charles langsung bergerak ke ruang bawah tanah dan menemukan sebuah penjara khusus.
Seorang perempuan cantik yang terlihat sangat lemas dan kurus kering terlihat. Dia sedang terbaring karena kelelahan di tengah penjaga mana khusus itu.
“Si– siapa itu?” tanya Charlotte lirih.
“Ini aku, adikmu!” jawab Charles keras.
Charlotte yang mendengar nama itu berusaha untuk bisa duduk dengan baik, orang yang selama ini ingin sekali ditemui akhirnya datang menjenguknya.
“Apakah kamu benar-benar Adikku? Kenapa kamu sama sekali tidak berubah selama 20 tahun terakhir ini? Dan kamu kemana saja selama ini?” tanya Charlotte cukup antusias.
“Apa yang kamu katakan? Aku adalah kakakmu, bagaimana bisa aku dikendalikan oleh Dewi Cahaya itu? Tolong keluarkan aku dari sini, Adik! Aku akan menceritakan semuanya padamu,” ucap Charlotte.
Charles tersenyum, dengan jawaban dari kakaknya itu, dia semakin yakin bahwa tubuh Charlotte sedang dikendalikan. Karena mata dewanya sekarang tidak bisa dibohongi oleh trik kecil seperti ini.
“Tentu saja aku akan mengeluarkanmu, Kakak! Sudah lama sekali aku tidak melihatmu, aku juga sangat merindukan dan ingin mendengar ceritamu itu,” ucap Charles dengan senyuman palsu di wajahnya.
__ADS_1
Namun, dia tetap menghancurkan penjara khusus itu dan membiarkan Charlotte terlepas dari penjara itu. Lalu mereka berdua saling berhadapan dan saling berbincang layaknya kakak dan adik.
“Kamu benar-benar percaya bahwa aku kakakmu ya? Aku sangat senang akan hal itu!” Charlotte berniat memeluk Charles. Tak disangka Charles juga membalas pelukan itu.
“Aku sudah bertanya dan menyelidiki semua orang, mereka semua mengatakan bahwa aku adalah Pangeran Victoria, adikmu! Jadi mulai sekarang aku akan melindungi kakak,” ucap Charles mengeratkan pelukannya.
“Kakak sangat senang dengan hal itu…” Dalam pelukan yang erat itu, wajah Charlotte yang awalnya polos dan menyedihkan berubah menjadi tersenyum menakutkan.
Bahkan di kedua tangannya sekarang sudah memegang sebuah gelang kecil yang ditengahnya ada sebuah pedang kecil. Pedang ini akan membesar secara langsung jika disuntikkan beberapa mana sihir.
Charlotte juga tidak menyangka bahwa tugas membunuh Charles akan berjalan selancar ini. Tapi dia tidak tahu bahwa sebenarnya Charles sudah merasakan niatnya itu.
Katika Charlotte sudah menyuntikkan mana pada pedang kecil dengan ujung pedang yang tajam di arahkan ke punggung Charles.
Charles tiba-tiba saja menghilang dari pelukannya dan pedang itu malah menusuk dirinya sendiri. Charlotte melihat Charles yang muncul dari balik pintu ruang bawah tanah itu.
“Kenapa kamu begitu terkejut, Dewi Cahaya? Memangnya aku sebodoh itu sampai tidak tahu bahwa itu dirimu?” tanya Charles berjalan santai ke arah tubuh Charlotte yang sudah bersimbah darah di lantai ruangan itu.
__ADS_1
“Ka– kamu…”