
Di depannya kini muncul sebuah layar raksasa yang menampilkan mengenai sosok ibu angkatnya yang telah menculiknya dari Kekaisaran Victoria.
“Ternyata aku adalah Pangeran Victoria?”
Charles tidak bisa berkata-kata lagi dengan semua pertunjukkan itu.
Yang paling membuat hatinya sakit adalah fakta mengenai doktrin yang selama ini diajarkan oleh ibu angkatnya. Semua itu hanya demi keuntungan dari Ibunya sendiri yang memiliki dendam pribadi dengan Kekaisaran Victoria.
Sayangnya ibu angkatnya tidak bisa memaksimalkan kekuatan dari Authority of Abyss System, hingga akhirnya dia memutuskan untuk menculik Charles dan membiarkannya menjadi ajang balas dendamnya.
“Kamu ternyata memiliki sifat yang seperti ini, Ibu angkat? Bahkan kamu tega menculikku hanya untuk membalas dendam pada keluargaku sendiri? Kamu membuatku harus melawan seluruh keluargaku sendiri?!”
Charles berteriak kencang di tengah ruangan serba putih itu. Dia tidak bisa menolak semua fakta yang sudah terjadi di layar raksasa itu. Hatinya kini sudah campur aduk, antara dia menolak semua itu atau dia menerimanya dengan lapang dada.
__ADS_1
Tapi sebelum dia benar-benar memutuskan, layar raksasa itu menampakkan sebuah pemandangan yang membuatnya makin sulit untuk menentukan yang mana benar dan salah.
Layar itu menampakkan bahwa seiring waktu ibu angkatnya malah melupakan balas dendamnya itu dan merawatnya dengan baik, bahkan sampai memberikan semua hal yang terbaik pada Charles.
Bahkan sampai di akhir hayatnya, Ibu Angkatnya benar-benar sudah melupakan dendamnya, dia bahkan sempat mengatakan pada Charles untuk hidup dengan baik.
“Bukankah waktu itu, Ibu mengatakan untuk balas dendam? Kenapa sekarang malah berbeda? Apakah ibu benar-benar ingin aku hidup dengan baik?” tanya Charles pada adegan di depannya itu.
Kemudian dia mengingat kembali masa-masa dimana ketika ibu angkatnya hendak meninggal. Benar saja, setelah beberapa saat kembali mengingat memori masa lalu itu, ternyata selama ini yang mengambil keputusan balas dendam adalah dirinya sendiri.
Charles berbicara sendiri, tidak ada yang menanggapi perkataan itu. Dia termenung sendiri meratapi kisah hidupnya yang bahkan tidak pernah diketahui olehnya. Dia benar-benar jatuh dalam kebimbangan hebat.
“Lalu kenapa aku melakukan ini semua? Pada akhirnya balas dendam tidak akan bisa menyelesaikan apapun? Bukankah itu berarti aku bisa membiarkan semua orang berjalan di takdirnya masing-masing?”
__ADS_1
Setelah termenung begitu lama, akhirnya Charles sampai pada kesimpulan itu, sebuah kesimpulan dari orang yang sudah mencapai kebijaksanaan tertinggi.
Dalam keadaan ini, jika ada orang yang melihatnya. Maka, mereka semua akan berpikiran bahwa Charles memang pantas menjadi Penguasa Dunia karena kebijaksanaannya itu.
Sayangnya, tepat setelah Charles memasrahkan semuanya pada jalan takdir, seluruh ruangan putih itu berubah menjadi sebuah Altar, dia dipindahkan dengan paksa.
Altar itu adalah Altar Kegelapan yang di tengahnya ada sebuah Bola Hitam sebesar kelapa yang menunjukkan dia sudah sampai di Ujian Ketiga sekaligus yang Terakhir.
“Selamat! Karena sudah sampai pada Tahap Ketiga Ujian ini! Dari dua ujian sebelumnya kamu mendapatkan penilaian paling tinggi dan paling cocok menjadi Penguasa Dunia di Masa ini, tapi…”
Suara yang mengarahkan dan menuntun Charles selama ini akhirnya menampakkan wujudnya, dia adalah sosok pemuda tampan yang tiba-tiba keluar dari dalam Bola Hitam tadi.
“Kamu adalah keturunanku paling berbakat, tapi aku tidak menyangka kisah hidupmu akan sangat menyedihkan seperti ini, tapi aku akan mengingatkanmu sekali saja, semua yang terjadi ini karena campur tangan Para Dewa!” tegas Sosok itu.
__ADS_1
“Para Dewa? Apa hubungannya mereka dengan ini semua?” tanya Charles seperti bisa langsung akrab dengan sosok berjubah hitam dan memiliki perawakan mirip dengannya itu.
“Sebenarnya…”