AUTHORITY OF ABYSS SYSTEM

AUTHORITY OF ABYSS SYSTEM
BAB 062 - 6 Dewa & Perintah Pembantaian.


__ADS_3

Istana Kekaisaran Eternal Abyss.


“Apakah kalian merasakannya juga?” tanya Charles.


“Kami juga merasakannya, Yang Mulia!” jawab Agnes.


“Sepertinya Para Dewa itu tidak tahu lagi harus berbuat apa dan langsung mengirimkan dewa ke dunia ini,” ucap Charles.


“Benar, Yang Mulia! Tapi menurut apa yang kami rasakan ini, mereka bukankah Para Dewa Kuno,” jawab Agnes.


“Aku juga merasakannya demikian, mereka hanyalah salah satu dari dewa rendah yang diperintahkan datang kesini,” ucap Charles.


“Mereka hanyalah Dewa Rendah saja, Yang Mulia! Dalam waktu satu tahun lagi, mungkin semua orang yang ada disini bisa mengalahkan mereka,” ucap Naga Hitam.


“Tapi tetap saja mereka adalah Dewa, saat ini yang mungkin bisa mengalahkan mereka hanyalah kita,” jawab Charles.


“Jadi perintah apa yang hendak Anda berikan pada kami, Yang Mulia? Tolong berikan perintah pada kami untuk membinasakan mereka semua,” pinta Naga Api.

__ADS_1


“Kalau tebakanku tidak salah, maka mereka akan membentuk pasukan untuk memperlemah kita, kita akan melakukan perburuan terhadap mereka semua!” tegas Charles.


“Kita akan berpencar atau langsung bergerak bersamaan, Yang Mulia?” tanya Agnes.


“Kita akan berpencar, tapi khusus kalian 10 Naga, kalian akan berpencar dengan dua orang masing-masing, sedangkan aku akan bergerak sendirian,” ucap Charles.


“Baik, Yang Mulia! Kapan kita akan berangkat?” tanya Agnes.


“Sekarang juga, lebih cepat, maka akan lebih baik juga,” jawab Charles.


Mereka semua kemudian membagi kemana saja tempat yang harus mereka datangi, karena mereka tidak dapat mendeteksi lokasi tepatnya secara langsung.


“Baiklah, kalian bergeraklah terlebih dulu! Aku akan melihat semua orang yang ada di dalam, aku juga ingin melihat kakakku untuk memastikan dia juga ikut berlatih,” ucap Charles.


“Baik, Yang Mulia! Kalau begitu kami pergi terlebih dulu! Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menemukan para dewa bajingan itu,” ucap Agnes.


Setelah berpamitan, mereka semua pergi meninggalkan Istana, mereka langsung menuju ke berbagai daratan tempat energi para dewa itu terakhir dirasakan, mereka akan mulai menyusurinya dari sana.

__ADS_1


Sedangkan Charles datang ke dalam lapangan pelatihan, dia sedang melihat bagaimana proses pelatihan semua orang yang sangat keras, mulai dari pelatihan sihir, senjata sampai buku skill.


“Oh, Suami! Kamu sudah datang?” sambut Diana.


“Iya, tapi setelah ini aku harus pergi lagi, ada hal yang harus aku urus,” jawab Charles.


“Kami tahu, meskipun kami kembali kali ini, tapi pasti itu tidak akan lama,” ucap Diana sedikit kecewa.


“Kamu pasti paham kenapa aku melakukan ini, bukan?” ucap Charles membelai rambut Diana lembut.


“Ya aku sangat memahaminya, kita tidak dalam kondisi untuk bisa bersantai. Jadi semoga kamu bisa melakukannya dengan baik, Suamiku!” ucap Diana.


“Aku pasti akan melakukannya dengan baik, kamu tenang saja. Lalu bagaimana dengan kakakku itu? Apakah masih ada orang yang tidak menerimanya?” tanya Charles.


“Kalau kamu bertanya seperti itu, pasti jawabannya ada. Bagaimanapun dia adalah musuh bebuyutan kita dan semua pasukan banyak kehilangan keluarganya akibat kakakmu,” jawab Diana.


“Tapi aku terus menjelaskan pada semua orang mengenai hubunganmu dengan Charlotte, jadi secara perlahan mereka mulai bisa menerima,” sambung Diana.

__ADS_1


“Hmm … jadi seperti itu ya? Baiklah, aku percayakan yang disini padamu, Diana! Aku akan berangkat untuk melakukan sesuatu dulu, sampai jumpa lagi…” Charles meninggalkan tempat itu dan langsung menuju lautan.


__ADS_2