AUTHORITY OF ABYSS SYSTEM

AUTHORITY OF ABYSS SYSTEM
BAB 044 - Kehancuran Banyak Kuil Cahaya.


__ADS_3

Jutaan Pasukan Eternal Abyss tiba-tiba saja muncul dengan momentum yang sangat besar, setiap mereka melewati sebuah daerah yang dikuasai musuh, maka sudah bisa dipastikan semuanya akan kembali ke tangan Abyss.


“Awas! Ada serangan dari para iblis! Sepertinya mereka semua berasal dari arah Abyss! Selamatkan diri kalian sebelum terbantai oleh mereka semua!” teriak beberapa orang yang ada di wilayah itu.


*BOOOM!


*BOOOM!


Tak lama kemudian, banyak bangunan yang hancur lebur karena serangan kehancuran Para Pasukan Abyss.


“Ratakan semua orang yang ada disini, jangan ada yang sampai tersisa! Mereka semua sudah dikendalikan oleh Para Malaikat Pengendali! Memusnahkan mereka semua adalah tujuan kita sekarang!” teriak Lord Phoenix Ilahi.


“Sihir Es Ilahi : Gunung Es Raksasa!”


Lord Phoenix Es Ilahi menciptakan sebuah gunung es raksasa yang memiliki ukuran sebesar sebuah kota, kemudian dia menghantamkannya ke kota yang ada di bawahnya.


Kehancuran nyata bagi sebuah kota itu tak terelakkan lagi, kini kota itu dan sekitarnya sudah menjadi sebuah kota es dan tak berpenghuni lagi, karena semua orang langsung membeku seketika.


Para Lord Abyss yang lainnya juga sudah melakukan hal yang sama. Hanya dalam waktu kurang dari satu hari, Pasukan Abyss sudah berhasil mengembalikan seluruh wilayah mereka sebelumnya.

__ADS_1


Tapi mereka semua masih belum puas karena belum menemukan satu malaikatpun sejak tadi. Alhasil mereka terus melanjutkan serangan sampai memasuki wilayah Kekaisaran Victoria.


Disini baru mereka bertemu dengan jutaan malaikat yang kuat, peperangan antara Para Iblis dan Para Malaikat itu berlangsung selama beberapa hari lamanya.


***


Sementara itu, Pasukan Vampir dan Pasukan Shadow sudah mulai misi mereka untuk menghancurkan seluruh Kuil Cahaya yang ada.


Dengan Gelang Khusus yang diberikan oleh Charles sebelumnya, menghancurkan sebuah Kuil Cahaya sangatlah mudah.


Meskipun mereka semua dihadang oleh Para Malaikat yang menjaga kuil tersebut. Namun, mereka bisa membunuh para malaikat itu hanya dengan satu atau dua serangan saja.


“Apakah kamu merasakan ada hal yang aneh, Tuan Dracula?” tanya Thomas, Pemimpin Pasukan Shadow.


“Itulah yang aneh, kenapa semuanya terlalu berjalan lancar sekali, bukankah seharusnya musuh bisa memberikan perlawanan, setidaknya menyulitkan kita melakukan ini.” ucap Thomas.


“Hmm … sepertinya perkataanmu masuk akal, Thomas! Tapi bagaimana kalau memang pada kenyataannya kita sudah sangat kuat sampai-sampai hal ini tidak diperkirakan oleh para malaikat ini?” Dracula memberikan sebuah teori.


“Begitu ya? Semoga saja apa yang Anda katakan benar! Kalau begitu mari kita hancurkan lebih banyak Kuil Cahaya lagi. Dengan begitu, kekuatan para malaikat ini akan semakin melemah,” ucap Thomas, menghilangkan kecurigaan tadi.

__ADS_1


“Ayoooo!” Dracula sudah melesat cepat menuju Kuil Cahaya berikutnya.


Itulah awal dimana Seluruh Kuil Cahaya yang belum genap berusia 1 tahun itu hancur oleh serangan besar-besaran Abyss. Bahkan di seluruh wilayah kuil itu berdiri juga terjadi kehancuran nyata yang sangat menakutkan.


Ratusan ribu mayat Malaikat juga tercecer begitu saja di tanah. Abyss benar-benar sudah gila dan membuat perubahan besar ke seluruh dunia, mereka bukan lagi ras yang takut akan cahaya suci, mereka adalah penghancur cahaya suci itu sendiri.


***


Di Kuil Cahaya Pusat, Pegunungan Es Abadi.


“Sial, sial, sial! Bagaimana bisa mereka mengalahkan jutaan malaikat yang sudah aku ciptakan dari seluruh kuil cahaya itu dengan mudah? Apakah Abyss memiliki rahasia di dalamnya sampai bisa menciptakan pasukan sekuat itu?!”


Dewi Cahaya terlihat menggigit kukunya, mimik wajahnya terlihat sangat marah ketika melihat para malaikat yang dibanggakan olehnya, langsung kalah secara mengenaskan seperti itu.


*PYAAAR!


Cermin penghubung yang sebelumnya menampilkan semua peperangan yang ada di dunia ini dipecahkan oleh Dewi Cahaya karena marah.


“Sialan! Sepertinya aku harus membuka inti bumi dan menghilangkan pelindung yang ada di benua ini, dengan begitu aku bisa meminta bantuan pada Para Dewa yang lainnya,” ucap Dewi Cahaya memikirkan sebuah ide.

__ADS_1


“Bukankah itu artinya Benua Lain akan bisa mengintervensi kita, Wahai Dewi Cahaya?” tanya Para Saint yang paham dengan perkataan aneh tuannya itu.


“Setidaknya itu lebih baik, daripada aku terus memaksakan diri menghadapi orang itu!” jelas Dewi Cahaya, perkataannya barusan yang menghilangkan pelindung benua itu masih menjadi sebuah misteri.


__ADS_2