Ayah Anakku

Ayah Anakku
Campur Aduk


__ADS_3

"Melvin, you're where?" tubuhnya tergetar hebat, ia melihat sekeliling dan semuanya gelap.


Senter HP nya tidak berguna, air matanya mulai keluar karena ketakutan. Tanpa sadar, ia menangis, dan berjongkok bingung.


"Hiks...hiks...You're so mean!" tangisnya tergugu.


Review


_____________________________________________


Duk! Duk! Duk!


"Kau curang! Jahat!" gerutu Windi sambil memukuli dada Melvin yang sejak tadi memangkunya.


Melvin sengaja membuat Windi ketakutan di area belakang resort miliknya yang berada di tengah kota. Ia membuat resort seperti hutan sehingga orang yang sibuk bisa menikmati suasana asri hutan.


Melvin memeluk Windi dari belakang tatkala wanitanya terisak menangis, mengira dirinya ditingglkan sendiri. Ia menggendong sang istri yang masih menangis ke area restoran VIP yang sudah ia boking.


Kini Windi masih meluapkan kekesalannya dengan menangis dan memukuli dada Melvin. Setelah dibuat baper, Melvin membuatnya ketakutan dan marah.

__ADS_1


Melvin membiarkan sang istri memukuli dadanya, dan itu tidak menyakitkan. Ia diam saja sambil menatap istrinya. Kelembutan Windi menghilang, aduh idenya itu buruk. Ia tak memperkirakan akibat dari perbuatannya ini akan membuat seorang Windj berubah menjadi macan betina.


"Aku minta maaf sayang, udang dong dadaku sakit nih, nanti kalo organ tubuhku ada yang terguncang, bisa gawat, udah yah..." ia pura-pura kesakitan.


Windi juga sepertinya kesal, ia menggigit pipi Melvin keras, "Akhhh!!!" pekik Melvin mendorong Windi menjauh.


Setelah puas, Windi turun dari pangkuan Melvin dan duduk di kursi yang berhadapan dengan Melvin.


"Aku minta maaf, ma--aaaaaf banget karena udah buat kamu takut sampe nangis, aku cuma mau kasih suprise buat tanda kalau kita udah baikan," jelas Melvin menggenggam tangan Windi yang masih terkepal marah.


"Tanda baikan apaan kayak gitu?" kesalnya berusaha melepas pelukan.


"Iya aku salah makanya minta maaf yah sayang, gak ulang lagi," ia meniru cara bicara Tristan.


Windi menatap Melvin penuh pertimbangan.


...•...


Malam itu, Melvin tidur sendiri lagi sampai seminggu ke depan. Tidak bisa dibayangkan betapa tersiksanya ia saat ini. Windi memintanya untuk mengizinkan Windi tidur dengan Tristan seminggu kedepan.

__ADS_1


Namun, Melvin tak kehabisan akal. Sambil memeluk gulingnya, ia bangkit dari tidurannya dan menuju ke kamar putra kecilnya. Ia melihat Windi tengah tidur memeluk Tristan di balik selimut.


"Kalian jahat, tidur tanpa daddy?" gumamnya mendekati ranjang dan naik ke atasnya.


Dengan sangat hati-hati ia menyingkap selimut dan tidur di belakang Windi dan mengapit istri dan anaknya. Tetapi Windi tidak juga bangun, melainkan nyaman di dalam pelukan sang suami.


Melvin tersenyum dan mencium ubun-ubun istrinya, "you are my world" mengeratkan pelukannya.


"Melvin, kau melanggar perjanjian kita..." ujar suara serak Windi membuat Melvin terkejut dan melepas pelukannya.


Ia tersenyum dalam gelap, "dear! I can't sleep without you" jawab Melvin malah memeluk Windi lagi.


"Selama ini sebelum aku datang, kamu tidur kan?" tak menolak pelukan Melvin.


"But can't really sleep," bantah Melvin membela diri.


"Up to you!" ia memilih tidur dan mengabaikan Melvin yang mengeratkan pelukannya.


...•...

__ADS_1


Hai, bagi yang cari kelanjutannya, aku mau cari rumah baru buat Ayah Anakku. Mungkin kalian bakal temuin nama penanya bukan lagi Ell Zeya, bisa aja Blue Rose atau Aubi Atmarini Aiza. Tapi aku mang punya beberapa nama pena. Hehe.... 😂😍


Bersambung...


__ADS_2